SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan Kecermatan Penalaran dalam Berita Koran Jawa Pos dengan Kompas

Agus Kurniawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawan, Agus. 2013. Perbandingan Kecermatan Penalaran dalam Berita pada Surat Kabar Kompas dan Jawa Pos. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd, (II) Drs. Dwi Saksomo, M.Si.

 

Kata Kunci: kecermatan penalaran, penalaran, penelitian media massa

 

Kecermatan penalaran merupakan sebuah proses berpikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis. Penalaran dalam surat kabar hendaknya tidak menyesatkan. Selain itu, penalaran yang digunakan dalam berita pada surat kabar sebaiknya menggunakan bahasa yang baik, benar, dan logis. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan kecermatan penalaran dalam berita surat kabar Jawa Pos dan Kompas pada aspek pendirian, penghadiran bukti, dan simpulan serta pemanfaatan kandungan kecermatan penalaran terhadap pembelajaran menulis teks berita.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti, sedangkan alat bantu yang digunakan berupa panduan analisis. Data penelitian ini berupa kecermatan penalaran teks berita dengan topik yang sama. Data-data tersebut kemudian dianalisis untuk memperoleh deskripsi tentang pendirian, penghadiran bukti, simpulan dan pemanfaatan kandungan kecermatan penalaran. Sumber data penelitian ini adalah surat kabar Jawa Pos dan Kompas edisi Agustus 2012.

Berdasarkan analisis data, diperoleh tiga hasil penelitian. Pertama, kecermatan penalaran aspek pendirian meliputi: pendirian faktual, pendirian nilai, dan pendirian kebijakan. Kedua, kecermatan penalaran aspek penghadiran bukti meliputi: data statistik, otoritas tokoh, dan otoritas lembaga. Ketiga, kecermatan penalaran aspek simpulan meliputi: simpulan implisit atau eksplisit.

Berdasarkan analisis kecermatan penalaran pada aspek pendirian, diperoleh tiga hasil penelitian. Pertama, kecermatan penalaran aspek pendirian yang berupa pendirian faktual pada Jawa Pos sebanyak 16 data (47%) dan Kompas sebanyak 18 data (53%). Kedua, kecermatan penalaran aspek pendirian yang berupa pendirian nilai pada Jawa Pos sebanyak 11 data (35%) dan Kompas sebanyak 20 data (65%). Ketiga, kecermatan penalaran aspek pendirian yang berupa pendirian kebijakan pada Jawa Pos sebanyak 16 data (47%) dan Kompas sebanyak 18 data (53%). Perbandingan kecermatan penalaran aspek pendirian pada Jawa Pos dengan Kompas yaitu Jawa Pos sebesar 44% dan Kompas sebesar 56%.

Berdasarkan analisis kecermatan penalaran pada aspek penghadiran bukti diperoleh tiga hasil penelitian. Pertama, kecermatan penalaran aspek penghadiran bukti yang berupa data statistik pada Jawa Pos sebanyak 23 data (49%) dan Kompas sebanyak 24 data (51%). Kedua, kecermatan penalaran aspek penghadiran bukti yang berupa otoritas tokoh atau ahli pada Jawa Pos sebanyak 50 data (48%) dan Kompas sebanyak 54 data (52%). Ketiga, kecermatan penalaran aspek penghadiran bukti yang berupa otoritas lembaga pada Jawa Pos sebanyak tujuh data (64%) dan Kompas sebanyak 4 data (36%). Perbandingan kecermatan penalaran aspek penghadiran bukti pada Jawa Pos dengan Kompas yaitu Jawa Pos sebesar 52% dan Kompas sebesar 48%.

Berdasarkan analisis kecermatan penalaran aspek simpulan, diperoleh hasil penelitian. Kecermatan penalaran aspek simpulan yang berupa simpulan implisit maupun eksplisit pada Jawa Pos sebanyak 15 data (40%) dan Kompas sebanyak 15 data (60%). Dengan demikian, Perbandingan kecermatan penalaran aspek simpulan pada Kompas lebih baik dibandingkan dengan Jawa Pos yaitu Jawa Pos sebesar 40% dan Kompas sebesar 60%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dikemukakan tiga saran. Pertama, bagi guru, disarankan menggunakan bahan ajar teks berita. Kedua, bagi peneliti selanjutnya, disarankan melakukan penelitian aspek lain terkait dengan kecermatan penalaran. Ketiga, bagi penulis buku ajar, disarankan menggunakan surat kabar yang sesuai contoh agar siswa terbantu dalam merangsang ide, serta berdasarkan aspek-aspek penalaran sebagai proses latihan secara bertahap dalam pembelajaran menulis teks berita.