SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Menggunakan Model RKPL pada Siswa Kelas V SDN Bareng IV Malang

Indah Permatahati

Abstrak


Keterampilan berbahasa meliputi empat aspek kemampuan, yakni

membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Pembelajaran bahasa dan sastra

Indonesia di sekolah pun mengajarkan keempat aspek ini. Lebih khusus pada

aspek menulis. Pada aspek ini kemampuan siswa ditentukan berdasarkan kegiatan

pembelajaran serta model pengajaran yang diberikan oleh guru di dalam kelas.

Hal tersebut dikarenakan, kemampuan menulis bukanlah kemampuan yang tiba-

tiba dimiliki oleh siswa, melainkan kemampuan yang tercermin dari pola

pengajaran dan latihan yang dilakukan oleh siswa. Tak ayal, peran pendidik

sangat menentukan dalam hal ini. 

Pada jenjang sekolah dasar, siswa sudah diberi materi tentang menulis.

Lebih khusus pada kelas V Sekolah Dasar dalam standar nasional pendidikan,

disebutkan bahwa menulis puisi merupakan salah satu kompetensi yang harus

dimiliki oleh siswa. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan

kemampuan menulis puisi siswa. Peneliti menemukan fakta bahwa, pembelajaran

menulis puisi mengalami kendala. Berdasarkan wawancara yang dilakukan

terhadap guru kelas, tak jarang ketika siswa mendapatkan tugas menulis puisi,

siswa justru menyalin puisi yang telah ada. Hal itu dapat dikatakan bahwa,

pembelajaran menulis puisi belum dapat memberikan hasil yang signifikan. 

Peneliti menggunakan sebuah model pembelajaran RKPL yang

merupakan akronim dari: rencanakan, kerjakan, pelajari, lakukan. Model

pembelajaran tersebut yang kemudian digunakan dalam pembelajaran menulis

puisi agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi. Penelitian

ini dilaksanakan di kelas V SDN Bareng IV Malang. Sumber data penelitian ini

berasal dari siswa selama pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan

model RKPL. 

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Bareng IV Malang yang

berjumlah 17 orang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah

rancangan penelitian kualitatif jenis penelitian tindakan kelas (classroom action

research) yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas dua kali

pertemuan dengan durasi waktu 2x35 menit. 

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis

puisi siswa kelas V SDN Bareng IV Malang dengan menggunakan model RKPL.

Berdasarkan aspek-aspek penilaian yang meliputi diksi, tema, dan amanat, hasil

karya puisi siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I tema puisi siswa kurang

berkembang, sebagian besar siswa memilih tema yang sama dalam penulisan puisi

mereka. Sedangkan pada siklus II, tema puisi siswa sangat berkembang dan lebih

kaya jika dibandingkan dengan tema pada siklus I. Demikian pula dengan aspek

i

 diksi dan amanat, pada siklus I pilihan kata yang tercermin dari hasil karya puisi

siswa cenderung sangat terbatas, hal ini disebabkan karena pengetahuan siswa

tentang objek penulisan puisi masih kurang. Berbeda halnya dengan siklus II,

pada siklus II pilihan kata pada hasil penulisan puisi siswa sangat luas dan

berkembang. Aspek amanat pada puisi siswa siklus II juga menunjukkan

peningkatan jika dibandingkan amanat pada puisi siswa siklus I. Pada puisi siswa

siklus I, aspek amanat belum begitu tercermin dalam puisi siswa, sedangkan pada

siklus II, aspek amanat telah terkandung dalam puisi siswa. 

Hasil pembelajaran menulis puisi pada siklus I menunjukkan bahwa

sebanyak 35% siswa memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan minimal

(KKM). Sedangkan sisanya, yakni 65% dari jumlah keseluruhan siswa

memperoleh nilai di bawah KKM. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan,

yakni sebanyak 83% dari jumlah keseluruhan siswa memperoleh nilai di atas

KKM, sedangkan sisanya yakni 17% dari jumlah keseluruhan siswa memperoleh

nilai di bawah KKM. 

Penggunaan model RKPL dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam

menulis puisi. Dalam proses pembelajaran, disarankan kepada guru bahasa dan

sastra Indonesia agar menggunakan model pembelajaran ini dalam aktivitas

pembelajaran menulis puisi. Hal ini disebabkan karena berdasarkan penelitian

yang telah dilakukan ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam

menulis puisi. Untuk peneliti lain disarankan agar melalui temuan ini  dapat

dikembangkan penelitian sejenis dengan pokok materi pembelajaran tentang

keterampilan berbahasa lainnya.


Teks Penuh: DOC