SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KARAKTERISTIK PENILAIAN PERFORMANSI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP NEGERI 1 PONCOKUSUMO TAHUN AJARAN 2012/2013

Sulton Ma'arif

Abstrak


ABSTRAK

 

Ma’arif, Sulton. 2013. Karakteristik Penilaian Performansi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Poncokusumo Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd., (II) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd.

 

Kata Kunci: penilaian performansi, mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP

 

Penilaian performansi merupakan suatu bentuk penilaian untuk mengukur kemampuan siswa dalam bentuk perilaku, tindakan, atau perbuatan yang dilakukan di bawah pengawasan guru. Penilaian performansi digunakan untuk menilai kualitas suatu pekerjaan yang telah selesai dikerjakan oleh peserta didik, termasuk juga keterampilan dan ketepatan menyelesaikan suatu pekerjaan, serta kecepatan dan kemampuan merencanakan suatu pekerjaan. Penilaian performansi menuntut peserta didik menampilkan keterampilan berbahasa dalam bentuk unjuk kerja.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan yakni (1) mendekripsikan sasaran penilaian performansi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Poncokusumo tahun ajaran 2012/2013, (2) mendeskripsikan validitas konstruk tugas dan rubrik penilaian performansi pada ulangan harian mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Poncokusumo tahun ajaran 2012/2013, (3) mendeskripsikan teknik pelaksanaan penilaian performansi pada ulangan harian mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Poncokusumo tahun ajaran 2012/2013.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa paparan sasaran penilaian performansi, konstruk kompetensi yang akan diukur dalam penilaian performansi, teknik penilaian performansi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi data dengan dosen pembimbing dan rekan sejawat. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap menyeleksi data dan mengklasifikasikan data, tahap menganalisis data, dan tahap menyimpulkan hasil analisis data.

Berdasarkan analisis data diperoleh simpulan penelitian sebagai berikut. Sasaran penilaian berdasarkan hasil analisis dapat dibedakan menjadi dua pola umum, yaitu berdasarkan pengacuan pada indikator dan berdasarkan rinciannya dalam rubrik penilaian. Pola sasaran penilaian berdasarkan pengacuan indikator dapat dibedakan menjadi tiga pola, yaitu (1) sasaran semua indikator, (2) sasaran sebagian indikator, dan (3) sasaran di luar indikator. Sasaran berdasarkan perincian dalam rubrik penilaian dapat dibedakan menjadi tiga pola, yaitu (1) sasaran tidak dirinci atau umum, (2) sasaran dirinci khusus sesuai genre, dan (3) sasaran dirinci, tetapi tidak sesuai.  

Dalam penilaian performansi yang dilakukan oleh guru SMP Negeri 1 Poncokusumo masih terdapat beberapa soal dan rubrik penilaian yang masih belum memiliki validitas konstruk yang baik. Hal tersebut dikarenakan masih belum terukurnya aspek berpikir yang akan dinilai dalam soal dan rubrik penilaian yang dikembangkan oleh guru. Penilaian yang memiliki validitas konstruk yang sesuai sebanyak 86, 7 % dan penilaian yang tidak memiliki validitas konstruk yang sesuai sebanyak 13,3 %. Berdasarkan hasil analisis, ketidakvalidan tugas dan rubric penilaian yang dikembangkan oleh guru dapat dibedakan menjadi dua pola, yaitu pola descriptor salah dan pola descriptor kurang.

Teknik penilaian performansi yang dilakukan oleh guru SMP Negeri 1 Poncokusumo mencakup jenis tes perfomansi uji petik. Secara teoritis, dalam teknik penilaian uji petik siswa diminta mengerjakan tugas-tugas nyata yang merupakan perwujudan dari kompetensi keseluruhan yang hendak diukur. Secara teoritis, pelaksanaan penilaian ditinjau dari jumlah KD dan waktu pelaksanaannya dibedakan menjadi tiga, yaitu (1) pelaksanaan penilaian tiap satu kompetensi terintegrasi dalam pembelajaran, (2) pelaksanaan penilaian beberapa kompetensi dengan menyediakan waktu tes sendiri, dan (3) pelaksanaan penilaian dengan menyediakan waktu tersendiri dan diintegrasikan dengan kompetensi lain. Teknik penilaian mencakup (1) penilaian unjuk kerja individu, (2) penilaian unjuk kerja tim dengan penilaian sejawat (peer assessment), dan penilaian unjuk kerja individu terpadu dengan keterampilan reseptif lisan. Teknik penilaian performansi yang dilakukan oleh guru SMP Negeri 1 Poncokusumo, dilakukan secara terintegrasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, teknik penilaian performansi dilakukan secara berkelompok. Hal tersebut menuntut siswa dapat bekerja sama dalam mendemonstrasikan keterampilan yang dituntut. Penyusunan dan penggunaan rubrik penilaian dapat berupa penilaian sejawat maupun penilaian guru saja. Hal tersebut terlihat ketika siswa dilibatkan dalam menentukan aspek yang akan dinilai.

Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran, yaitu guru hendaknya melakukan perencanaan dengan baik di awal semester agar pengelolaan waktu menjadi efisien. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengklasifikasikan keterampilan berbahasa yang menuntut penilaian dengan performansi. Dalam pelaksanaan penilaian performansi, keterampilan yang mirip dapat digabungkan atau diintegrasikan. Pengembangan rubrik penilaian dapat dilakukan dengan mengajak siswa untuk menentukan kriteria dan menilaia sesama teman (peer assessment). Bagi kepala sekolah harus aktif dalam meningkatkan kreatifitas guru dalam melakukan penilaian performansi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membuat sistem penilaian sejawat sesama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam mengembangkan penilaian performansi.