SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Menulis Laporan Ilmiah Sederhana Dengan Menggunakan Strategi Pemodelan Pada Siswa Tingkat Unggul Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Bandung, Tulungagung Tahun Ajaran 2012-2013.

Rika Pujianti

Abstrak


ABSTRAK

 

Pujianti, Rika. 2013. Peningkatan Kemampuan Menulis Laporan Ilmiah Sederhana Dengan Menggunakan Strategi Pemodelan Pada Siswa Tingkat Unggul Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Bandung, Tulungagung Tahun Ajaran 2012-2013. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Dawud, M.Pd, (II) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd.

 

Kata Kunci: Kemampuan menulis, laporan ilmiah sederhana, strategi pemodelan

 

Laporan ilmiah merupakan karya ilmiah yang wajib diajarkan pada peserta didik, salah satunya adalah siswa SMK. Berdasarkan Standar Isi Kurikulum 2006, pada jenjang SMK  hanya diajarkan menulis laporan ilmiah sederhana. Laporan ilmiah sederhana merupakan laporan yang memiliki unsur yang tidak lengkap. Laporan ini hanya terdiri atas bagian pendahuluan, kajian pustaka, metode praktikum/penelitian, paparan data dan pembahasan, penutup, dan daftar rujukan.

Berdasarkan studi pendahuluan, diketahui kemampuan menulis laporan ilmiah sederhana siswa tingkat unggul jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR)  SMKN 1 Bandung, Tulungagung masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah strategi mengajar yang digunakan oleh guru hanya ceramah. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang sesuai dengan kondisi siswa tingkat unggul jurusan TKR 1 Bandung, Tulungagung untuk meningkatkan kemampuan menulis laporan ilmiah sederhana. Strategi yang dimaksud adalah strategi pemodelan yang merupakan adopsi dari pembelajaran kontekstual.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis laporan ilmiah sederhana dengan menggunakan strategi pemodelan, pada bagian pendahuluan, bagian kajian pustaka dan bagian metode praktikum/ penelitian, bagian paparan data dan pembahasan, bagian penutup, serta bagian daftar rujukan laporan ilmiah sederhana pada siswa tingkat unggul jurusan TKR SMKN 1 Bandung, Tulungagung.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Kehadiran dan peran peneliti selama penelitian sebagai pengumpul data utama, perancang model pembelajaran, pelaksana tindakan, dan sebagai pengamat selama penelitian berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XII TKR-4 SMKN 1 Bandung, Tulungagung. Dalam penelitian ini ada dua jenis data yang diperoleh, (1) data kualitatif yang berasal dari wawancara dengan guru, angket siswa, dan catatan lapangan selama penelitian, dan (2) data kuantitatif yang berasal dari hasil skor yang dicapai siswa melalui tes tulis. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi penelitian, pengamatan langsung dan pengambilan data selama pelaksanaan tindakan, dan catatan lapangan selama penelitian.Teknik analisis data yang digunakan adalah (1) mengumpulkan data, (2) mereduksi, (3) menyajikan data, dan (4) menyimpulkan hasil analisis data. Teknik evaluasi menggunakan tes tulis. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang setiap siklus terdiri atas empat langkah, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan menulis laporan ilmiah sederhana pada siswa tingkat unggul jurusan TKR SMKN 1 Bandung, Tulungagung dengan menggunakan strategi pemodelan. Hal ini dilihat dari hasil peningkatan sebesar 4,2% pada siklus I dibanding dengan pratindak.  Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 11,5% dibanding dengan siklus I. Peningkatan ini berdasarkan ketercapaian nilai yang diperoleh siswa terhadap nilai SKM sekolah (70).

Peningkatan kemampuan menulis bagian pendahuluan dengan menggunakan strategi pemodelan dilihat dari meningkatnya skor rata-rata yang diperoleh siswa pada setiap siklus. Pada bagian ini, peningkatan kemampuan menulis laporan ilmiah sederhana terdapat pada aspek sistematika dan isi. Namun pada aspek bahasa belum terjadi peningkatan.  Pada bagian ini terjadi peningkatan sebesar 0,2% pada siklus I dibanding pratindak, dan terjadi peningkatan 2,6% pada siklus II dibanding siklus I.

Peningkatan kemampuan menulis bagian kajian pustaka dan bagian metode laporan ilmiah sederhana meningkat pada aspek sistematika, isi, dan bahasa. Peningkatan ini terjadi karena pembelajaran melibatkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa untuk menyusun bagian kajian pustaka dan bagian metode laporan ilmiah sederhana. Pada bagian ini terjadi peningkatan sebesar 5,8% pada siklus I dibanding dengan pratindak, dan terjadi peningkatan 7,5% pada siklus II dibanding siklus I.

Peningkatan kemampuan menulis bagian paparan data dan pembahasan dengan menggunakan strategi pemodelan juga meningkat pada aspek sistematika, isi, dan bahasa. Guna meningkatkan kemampuan menulis pada bagian ini dibutuhkan motivasi dari diri siswa sendiri dan juga dari guru. Selain itu, guru harus mengulang-ulang materi yang dianggap sulit. Pada bagian ini terjadi peningkatan  sebesar 100% dibanding dengan pratindak dan siklus I.

Peningkatan kemampuan menulis bagian penutup laporan ilmiah sederhana dengan menggunakan strategi pemodelan terjadi karena pembelajaran dihubungkan dengan kegiatan produktif siswa. Siswa menggunakan model penutup laporan ilmiah sederhana sebagai acuan penyusunan bagian penutup laporan ilmiah sederhana. Kemampuan menulis bagian penutup laporan ilmiah sederhana meningkat 5,1% pada siklus I dibanding dengan pratindak. Namun, pada siklus II terjadi penurunan persentase kemampuan menulis bagian penutup laporan ilmiah sederhana sebesar 2,8% dibanding siklus I.

Peningkatan kemampuan menulis daftar rujukan laporan ilmiah sederhana terjadi pada aspek sistematika, isi, dan bahasa. Dengan adanya model daftar rujukan dari berbagai sumber (buku dan internet), siswa dapat mengaplikasikan cara menulis daftar rujukan sesuai dengan kaidah penulisan yang benar. Pada bagian ini terjadi peningkatan sebesar 11,4% pada siklus I dibanding siklus II. Dan pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 1,4% dibanding siklus I. Secara keseluruhan terjadi peningkatan kemampuan menulis laporan ilmiah sederhana pada aspek sistematika dan isi. Namun, belum terjadi peningkatan yang signifikan pada aspek bahasa. Kebiasaan siswa yang kurang memperhatikan tata bahasa tulis yang benar mengakibatkan kemampuan bahasa tulis siswa lemah.

Dalam pembelajaran menulis laporan ilmiah sederhana, disarankan bagi guru untuk menerapkan strategi pemodelan dengan cara menyediakan model bagian-bagian laporan ilmiah sederhana. Selain itu, juga disarankan bagi guru untuk menerapkan pembelajaran kontekstual  agar siswa merasakan langsung manfaat pembelajaran bahasa Indonesia dalam kehidupan nyata.