SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Model Pembelajaran Membaca Lintas Kurikulum

Nur Aisyah Sefrianah

Abstrak


ABSTRAK

 

Sefrianah, Nur Aisyah. 2013. Model Pembelajaran Membaca Lintas Kurikulum: Kajian Pustaka. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd. (II)Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si

 

Kata Kunci: model pembelajaran, membaca, lintas kutikulum

 

Membaca merupakan aspek penting dalam pembelajaran di sekolah. Menurut Vacca (1993:9),membaca merupakan alat yang digunakan siswa untuk membangun pengetahuan seperti menemukan, mengklarifikasi, dan memperluas makna dalam mata pelajaran yang diberikan. Kegiatan membaca tidak hanya diterapkan pada mata pelajaran bahasa saja melainkan juga pada mata pelajaran lainnya seperti, matematika, ilmu sosial, dan sains. Oleh karena itu, penting halnya bagi guru untuk memberikan petunjuk kepada siswa dalam mengenali struktur teks yang akan mereka baca, mengaplikasikan model-model pembelajaran membaca yang sesuai, serta membuat rencana pembelajaran yang efektif. 

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup konteks pembelajaran membaca lintas kurikulum, wujud model pembelajaran membaca lintas kurikulum, karakteristik model pembelajaran lintas kurikulum, dan manfaat model pembelajaran lintas kurikulum.

Rancangan penelitian-penelitian ini didasarkan pada metode penelitian kepustakaan. Data penelitian kepustakaan adalah data sekunder/sumber sekunder, dalam arti bahwa peneliti memperoleh bahan dari tangan kedua bukan orisinil dari tangan pertama di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari sumber bahan pustaka kemudian melakukan evaluasi terhadap sumber-sumber tersebut guna mengidentifikasi relevansi data yang diperoleh dengan masalah penelitian ini. Kegiatan analisis data dimulai  dari tahap ekstrak kata, klasifikasi topik, membuat ringkasan, mencatat referensi, penguraian data, dan sintesis.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh empat  simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, konteks yang mendasari pentingnya pembelajaran membaca lintas kurikulum dalam pembelajaran, yaitu (1) membaca lintas kurikulum untuk meningkatkan kemampuan membaca secara bebas atau mandiri (Independent Reading), (2) membaca lintas kurikulum untuk memperluas kosa kata dan prestasi siswa, (3) membaca lintas kurikulum untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, (4) membaca lintas kurikulum untuk memahami teks ekspositori, dan (5) membaca lintas kurikulum memudahkan siswa memahami materi masing-masing bidang studi.

Kedua, wujud model-model pembelajaran membaca lintas kurikulum diantaranya adalah: (1) model pembelajaran membaca DR-TA (Directed Thinking-Reading Activity), (2) model pembelajaran membaca K-W-L (Know-Want to Know-Learned), (3) model pembelajaran membaca PORPE (Predict, Organize, Practice, Evaluate), dan (4) model pembelajaran membaca SEM-R (Schoolwide Enrichment Model- Reading).

Ketiga, karakteristik model-model pembelajaran membaca lintas kurikulum yang telah dikaji oleh penulis yaitu: (1) karakteristik model pembelajaran DRTA mencakup kegiatan berpikir kritis, diantaranya, menghubungkan elemen-elemen teks, pembenaran proses berpikir dan penyimpulan logis, menyimpulkan makna teks, (2)  karakteristik model pembelajaran KWL menerapkan motode diskusi/ brainstorming, guru berperan sebagai fasilitator,  melibatkan kegiatan menulis,  KWL bisa diterapkan pada semua jenjang dan semua bidang (mengacu pada kutipan, menggunakan tabel sebagai media pembelajaran, (3) karakteristik model pembelajaran PORPE, mencakup kegiatan berpikir tingkat tinggi( sintesis, aplikasi, dan evaluasi), menerapkan metode brainstorming/ diskusi kelompok, dan (4) karakteristik model pembelajaran SEM-R,siswa dapat memilih teks bacaan sendiri, melibatkan keterampilan menyimak, melibatkan kegiatan membaca nyaring, menerapkan kegiatan membaca secara mandiri (Independent Reading).

Keempat,manfaat dari model-model pembelajaran yang telah ditemukan yaitu: (1)  manfaat model pembelajaran DR-TA yaitu untuk memupuk pemahaman siswa dalam membaca,  membantu siswa dalam pengembangan pemahaman bacaan (teks narasi) dan kemampuan berpikir kritis, membimbing siswa melalui proses membaca, (2) manfaat model pembelajaran KWL adalah memunculkan pengetahuan siswa sebelumnya tentang suatu topic, menetapkan tujuan dari membaca, membantu siswa untuk memantau pemahaman mereka, memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperluas ide-idenya, memungkinkan siswa menilai pemahaman mereka sendiri, dan (3) manfaat model pembelajaran PORPE adalah PORPE meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, dan (4) manfaat model pembelajaran SEM-R adalah merangsang ketertarikasn siswa dalam membaca, mendorong siswa agar suka membaca, mendorong sisiwa agar mampu menjadi independent reader (pembaca yang mandiri), untuk meningkatkan kelancaran, pemahaman membaca dan meningkatkan prestasi siswa dalam membaca.