SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Asesmen Autentik dalam Pembelajaran Menulis di Kelas V SD Negeri 1 Trigonco Situbondo.

Veny Surya Dwi Jayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Jayanti, Veny Surya Dwi. 2013. Penerapan Asesmen Autentik dalam Pembelajaran Menulis di Kelas V SD Negeri 1 Trigonco Situbondo. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumadi, M.Pd, (II) Moch. Syahri, S.Sos, M.Si.

 

Kata Kunci: asesmen autentik, pembelajaran menulis, bentuk tugas, teknik asesmen

 

Asesmen adalah proses pengumpulan informasi tentang kemampuan siswa untuk mengetahui pencapaian hasil belajarnya. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui metode atau prosedur, seperti pengumpulan hasil kerja siswa (portofolio), kinerja (performance), hasil karya, atau penugasan. Sebagai salah satu kemahiran berbahasa, menulis bukan hanya pengetahuan, tetapi juga keterampilan, sehingga asesmen terhadap kemampuan menulis seharusnya mengukur pengetahuan tentang menulis dan keterampilan menulis. Dengan demikian, ketika menyusun rencana asesmen, guru perlu memperhatikan cakupannya agar tidak hanya mengases pengetahuan, tetapi juga keterampilan menulis siswa. Selain itu, guru juga perlu mempertimbangkan kebermaknaan tugas menulis yang akan diberikan pada siswa. Sebuah model asesmen dipilih untuk menjadi jawaban dari permasalahan tersebut, yaitu asesmen autentik.  Asesmen autentik adalah prosedur penilaian yang mencakup proses dan produk, dilakukan dengan berbagai teknik, dan terintegrasi dengan proses pembelajaran. Penelitian dilakukan pada penerapan asesmen autentik di jenjang sekolah dasar karena pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat itu akan menjadi dasar untuk jenjang berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi asesmen autentik dalam pembelajaran menulis di kelas V.

Penelitian difokuskan pada (1) tugas yang diberikan pada siswa; (2) teknik asesmen autentik yang digunakan dalam pembelajaran menulis; (3) waktu pelaksanaan asesmen, (4) kendala penerapan asesmen; dan (5) solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskripstif kualitatif. Peneliti adalah instrumen kunci yang bertindak sebagai pengumpul data. Kehadiran peneliti di lapangan diketahui oleh informan. Data penelitian ini berupa informasi tentang perencanaan dan pelaksanaan asesmen autentik, kendala yang muncul dalam penerapan asesmen autentik, serta solusi yang dilakukan guna mengatasi kendala-kendala tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis dokumen terhadap RPP menulis kelas V semester 1, wawancara dengan guru kelas V, dan observasi terhadap proses pembelajaran menulis. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti melakukan triangulasi. Kegiatan analisis data dilakukan melalui tahap pengecekan kelengkapan data, penyeleksian data untuk mendapatkan data yang relevan dengan fokus penelitian, pengeliminasian data yang tidak diperlukan,  penyajian data dalam bentuk tabel, penganalisisan data berdasarkan teori asesmen autentik, dan penarikan simpulan.

Lima temuan dalam penelitian, yaitu pertama, tugas untuk siswa dalam pembelajaran menulis yang termasuk dalam ruang lingkup asesmen autentik adalah tugas menulis karangan, surat undangan tidak resmi dengan tema bebas, surat undangan resmi berdasarkan konteks, dialog berdasarkan gambar bertema kebersihan, dan dialog berdasarkan berita di koran.

Kedua, teknik asesmen autentik yang digunakan dalam pembelajaran menulis di kelas V meliputi asesmen proses dan produk. Asesmen produk dilakukan dengan memberikan esai jawaban terbuka (extended-response), sedangkan asesmen proses diwujudkan dengan mengadakan observasi untuk asesmen proses.

Ketiga, asesmen autentik dalam pembelajaran menulis dilakukan selama proses pembelajaran terhadap produk dan proses. Asesmen produk dilakukan setelah siswa menghasilkan produk tulisan, sedangkan asesmen proses dilakukan selama proses pembelajaran terhadap sikap siswa selama mengikuti pembelajaran dan kinerja siswa ketika berproses menghasilkan produk tulisan.

Keempat, kendala penerapan asesmen autentik diklasifikasikan menjadi dua bagian. Kendala perencanaan meliputi penyusunan prosedur asesmen yang melibatkan siswa dan pengadaan rangsang untuk tugas menulis. Kendala pelaksanaan adalah siswa kebingungan siswa ketika melakukan asesmen sejawat dan penugasan kelompok berlangsung kurang kondusif. Guru menyatakan bahwa salah satu penyebab kendala tersebut adalah kemampuan mengelola kelas dan pengetahuannya tentang penerapan asesmen autentik masih kurang.

Kelima, solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala perencanaan asesmen autentik adalah menerapkan asesmen sejawat dengan cara meminta siswa memberikan komentar terhadap tugas milik temannya dan menugaskan siswa membawa rangsang menulis untuk tugas menulis, yaitu benda yang berhubungan dengan pengalaman dan koran. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala pelaksanaan asesmen adalah memberikan contoh cara memberikan komentar ketika penilaian yang melibatkan siswa dan mendatangi kelompok untuk mengontrol berlangsungnya diskusi.

Berdasarkan temuan penelitian, peneliti memberikan beberapa saran untuk memberikan sumbangan pemikiran terhadap perbaikan kualitas penerapan asesmen autentik dalam pembelajaran. Pertama, tugas menulis yang diberikan hendaknya difokuskan pada tugas yang dapat menghasilkan produk tulisan karena dengan cara itu sudah cukup dapat mengases pengetahuan dan keterampilan menulis siswa. Kedua, asesmen proses hendaknya tidak hanya difokuskan pada sikap siswa selama mengikuti pembelajaran, tetapi juga kinerja siswa ketika berproses untuk menghasilkan produk tulisan. Selain itu, pelaksanaan observasi untuk asesmen proses, didahului dengan penyusunan lembar observasi yang tepat sebagai pedoman pelaksanaan. Aspek yang diobservasi merupakan pengembangan dari indikator masing-masing kompetensi dasar menulis. Ketiga, pelaksanaan asesmen dalam pembelajaran, hendaknya dilakukan secara merata pada semua siswa. Siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk menunjukkan pengetahuan dan keterampilannya.