SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Dokumentasi Cerita Rakyat Malang Raya dan Pengembangannya sebagai Media Pembelajaran Menyimak

Hersila Astari Pitaloka

Abstrak


ABSTRAK

 

Pitaloka, Hersila Astari. 2013. Dokumentasi Cerita Rakyat Malang Raya dan Pengembangannya sebagai Media Pembelajaran Menyimak. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., (2) Dr. Martutik, M.Pd.

 

Kata Kunci: dokumentasi cerita rakyat, media pembelajaran, menyimak

 

Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang menarik untuk dikaji. Cerita rakyat mengandung nilai-nilai yang sesuai dengan cerminan masyarakat Indonesia. Cerita rakyat menjadi penting untuk dilestarikan karena memiliki kedudukan fungsi dan peran penting bagi masyarakat sebagai tuntunan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran, jika dikaitkan dengan peningkatan knerja belajar dan kemandirian. Pada sisi lain, media pembelajaran yang menarik dapat membuat siswa antusias dalam belajar, sehingga pembelajaran berjalan kondusif dan efektif. Selain itu, dengan memanfaatkan media pembelajaran, siswa dapat belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan (1) mendokumentasikan cerita rakyat Malang Raya untuk menambah pengetahuan guru, siswa, dan masyarakat mengenai beberapa cerita rakyat yang ada di Malang dan (2) pengembangan media pembelajaran berbasis audio-visual sebagai media pembelajaran menyimak cerita rakyat siswa SMA kelas X.

Ada lima tahap dalam melakukan penelitian cerita rakyat, yaitu (1) penentuan wilayah garap, (2) penentuan informan, (3) cara pengambilan data, (4) analisis data, dan (5) keabsahan data. Dokumentasi cerita rakyat Malang Raya menghasilkan delapan cerita rakyat yang berasal dari Malang Raya, yakni Setya dan Setuhu, Garudia, Maling Aguna, Mbah Gimbal, Eyang Jugo, Mbah Mbatu, Watu Ceper, dan Ki Ageng Gribig. Hasil dokumentasi tersebut disusun dalam bentuk buku antologi cerita rakyat Malang Raya. Bahasa yang digunakan adalah ragam bahasa populer yang dapat dimengerti oleh semua kalangan. Buku antologi disertai gambar ilustrasi yang disesuaikan dengan salah satu peristiwa dalam cerita, sehingga lebih menarik pembaca.

Pengembangan media menggunakan model penelitian pengembangan yang diadaptasi dari metode penelitian dan pengembangan Sadiman dkk. Berdasarkan metode tersebut, ada tujuh tahap prosedur, yakni (1) analisis kebutuhan, (2) merumuskan tujuan, (3) pengembangan materi, (4) pengembangan alat ukur keberhasilan (evaluasi), (5) menulis naskah media, (6) produksi media, dan (7) uji coba dan revisi.

Uji coba produk dilakukan kepada tiga penguji, yaitu (1) uji ahli materi, (2) uji ahli media pembelajaran, dan (3) uji lapangan. Uji coba produk media pembelajaran menghasilkan data yang diperoleh dari angket. Data penelitian ini berupa data verbal dan nonverbal. Data verbal berupa komentar dan saran perbaikan, sedangkan data nonverbal berupa skor penilaian. Data dianalisis dengan (1) mendeskripsikan hasil uji coba ahli materi, media, dan lapangan (2) mendiskripsikan saran-saran ahli materi, media, dan lapangan. Perbaikan media pembelajaran dilakukan berdasarkan komentar dan saran perbaikan dari ahli, praktisi, dan siswa. Media pembelajaran ini memiliki keunggulan yaitu berbasis audio-visual. Pembacaan cerita oleh narator disertai background musik dan efek yang memperkuat suasana dalam cerita yang diperdengarkan. Selain itu, media disertai dengan visualisasi gambar yang disesuaikan dengan isi cerita dan karakteristik siswa. Dengan demikian, siswa lebih tertarik dalam menyimak cerita rakyat yang diperdengarkan.

Hasil uji coba media pembelajaran adalah (1) uji coba ahli materi mencapai tingkat kelayakan dengan persentase 90%, (2) uji coba ahli media mencapai tingkat kelayakan dengan persentase 78,1%, dan (3) uji coba lapangan mencapai tingkat kelayakan dengan persentase 90,8%. Berdasarkan hasil uji coba tersebut, media pembelajaran ini layak untuk diimplementasikan. Akan tetapi, ada beberapa aspek yang harus diperbaiki berdasarkan saran yang diberikan oleh ahli materi, ahli media, dan siswa.

Buku antologi hasil dokumentasi cerita rakyat dapat menjadi alternatif sumber belajar bagi guru bahasa Indonesia dan siswa. Media pembelajaran menyimak berbasis audio visual ini dapat digunakan guru Bahasa Indonesia dalam membelajarkan cerita rakyat agar lebih menarik. Selain itu, dapat memudahkan siswa dalam memahami cerita rakyat yang diperdengarkan. Pengembangan media pembelajaran ini dapat dijadikan pertimbangan dan sumber inspirasi dalam mengembangkan media pembelajaran menyimak cerita rakyat yang lebih baik lagi. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan melalui perpustakaan, jurnal penelitian, dan forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bahasa Indonesia.