SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MENULIS

Dwi Febri Astutik

Abstrak


ABSTRAK

 

Astutik, Dwi Febri. 2013. Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Menulis. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd., (II) Musthofa Kamal, S.Pd., M.Sn.

 

Kata kunci: berpikir kritis, menulis

 

Menulis merupakan keterampilan yang mensyaratkan penguasaan bahasa yang baik. Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang paling sulit karena tidak semua pesan komunikatif penulis dapat dipahami pembaca meskipun maksud atau arti yang dinyatakan dalam tulisan sangat baik dan jelas. Sebagai bagian dari kegiatan berbahasa, menulis berkaitan  erat dengan aktivitas berpikir. Melalui  kegiatan menulis,  penulis  dapat mengomunikasikan  pikirannya dan melalui kegiatan berpikir, penulis dapat meningkatkan  kemampuannya  dalam menulis. Pada kenyataannya, pembelajaran yang dilakukan di sekolah masih menampakkan praktik pembelajaran yang mengabaikan kemampuan berpikir. Hal itu tampak pada kemampuan menulis siswa yang kurang kritis dan mendalam. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan alasan, temuan masalah, strategi dan menemukan solusi dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui menulis. Selain itu, penelitian pengembangan kemampuan berpikir kritis yang dihubungkan dengan menulis masih jarang ditemukan.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian telaah pustaka dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data verbal berupa jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, atau terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama dengan dibantu matrik analisis data untuk memetakan data. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan matriks pencatatan data yang berisi kolom-kolom informasi data dan kutipan data. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap penganalisisan, dan tahap penyimpulan.

Berdasar hasil analisis yang dilakukan, diperoleh empat simpulan hasil penelitian. Pertama, ditemukan tiga alasan utama pentingnya menulis untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, yaitu (1) menulis merangsang berpikir aktif, (2) menulis mempertajam daya ingat dan memperkuat skemata, dan (3) menulis sebagai kegiatan mengolah ide dan melakukan penelitian.

Kedua, ditemukan tiga masalah yang sering dialami dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui menulis, yaitu (1) masalah pada peserta didik, (2) masalah pada pendidik, dan (3) masalah dalam sistem pendidikan dan perguruan tinggi.

Ketiga, ditemukan empat solusi untuk mengatasi masalah dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui menulis, yaitu (1) penerapan strategi writing to learn (WTL), (2) portofolio, (3) Adam’s model, dan (4) transformasi tamatan perguruan tinggi menjadi intelektual yang berkemampuan menulis.

Keempat, ditemukan strategi pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui menulis yang dikelompokkan menjadi empat kelompok besar. Pertama,  strategi writing to learn (WTL) yang terdiri atas (1) strategi folder activity, (2) strategi multimodal writing project (MWP), (3) strategi menulis karangan sanggahan (refutational text), (4) strategi cubing, (5) strategi science writing heuristic (SWH), (6) strategi jurnal ilmiah, (7) strategi learning logs, dan (8) strategi analyzing analogies. Kedua, strategi berbasis dunia maya, terdiri atas dua strategi yang menggunakan media blog, yaitu strategi HOT Blogging dan strategi web logs. Ketiga, strategi menulis cepat terdiri atas dua strategi, yaitu strategi mystery box writing dan quickwrites. Keempat, strategi clinical journals.