SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KARAKTERISTIK SASTRA ANAK INDONESIA TAHUN 2000—2010

Dwi Sriwahyuni

Abstrak


ABSTRAK

 

Sriwahyuni, Dwi. 2013. Karakteristik Sastra Anak Indonesia Tahun 2000—2010. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., (2) Dr. Martutik, M.Pd.

 

Kata Kunci: karakteristik sastra anak, sastra anak

 

Sastra Indonesia mulai tumbuh sejak awal tahun 1920-an. Khusus sastra anak belum diketahui kapan kemunculannya. Sastra anak adalah karya sastra yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak, yaitu anak berusia antara 6—13 tahun. Sastra anak berfungsi sebagai media pendidikan dan hiburan, membentuk kepribadian, serta menuntun kecerdasan emosi anak. Karakteristik sastra anak perlu untuk diteliti agar masyarakat dan tentunya anak dapat mempelajari sastra yang tepat dan cocok untuk anak-anak tersebut. Dalam kenyataannya, sastra anak kurang diperhatikan padahal sastra anak berguna untuk menunjang pengetahuan dan merangsang anak untuk gemar membaca. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian dengan mengidentifikasi dan mengkaji karakteristik sastra anak Indonesia. Karakteristik tersebut dispesifikasikan mulai tahun 2000—2010. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan bahasa, tema, dan teknik bercerita dalam karya sastra anak Indonesia.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa paparan kebahasaan yang mengandung unsur bahasa, tema, dan teknik bercerita. Data tersebut diperoleh dari majalah Bobo dari tahun 2000—2010. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, yaitu memanfaatkan sumber pustaka berupa majalah. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap indentifikasi, kategorisasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan temuan, dilakukan dengan teknik perpanjangan kehadiran peneliti, ketekunan pengamatan, dan kecukupan referensial.  

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh tiga simpulan hasil penelitian, yaitu pertama, karakteristik bahasa dalam karya sastra anak Indonesia menggunakan pilihan kata konkret, kalimat sederhana, dan kata-kata yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari puisi dan cerpen yang dianalisis, secara umum bahasa yang digunakan sesuai dengan perkembangan zaman dan kehidupan sosial yang terjadi di sekitar anak-anak dan masyarakat. Karakteristik bahasa dalam karya sastra anak Indonesia tersebut mencerminkan realitas sosial yang terjadi dari waktu ke waktu.

Kedua, karakteristik tema dalam karya sastra anak berkisar pada kehidupan di sekitar anak, tema tentang diri anak, keluarga, persahabatan, sekolah, lingkungan sekitar, dan kehidupan sosial. Hal tersebut dikarenakan semuanya berkaitan dan dekat dengan dunia anak-anak. Oleh karena itu, pengarang menyesuaikan tema puisi dan cerpen untuk anak-anak dengan memperhatikan kondisi sosial di lingkungan mereka.

Ketiga, karakteristik teknik bercerita dalam karya sastra anak menggunakan teknik-teknik tertentu untuk memudahkan anak dalam memahami karya sastra tersebut. Dalam puisi teknik yang digunakan adalah deskripsi, yaitu memaparkan isi puisi dengan cara mendeskripsikan bahan dari segi bentuk, sifat, maupun cirinya. Cerpennya menggunakan teknik adegan, yaitu mendeskripsikan cerita dengan memunculkan banyak adegan. Karakteristik teknik bercerita dalam karya sastra anak juga mencerminkan realitas sosial yang terjadi di lingkungan anak dan masyarakat. Sebab, pengarang mengemas cerita tersebut agar anak-anak senang, tertarik, dan dapat memahami maksud dari karya sastra yang dibacanya.