SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penggunaan Video Pendek terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom

Putri Raflessia

Abstrak


ABSTRAK

 

Raflessia, Putri. 2013. Pengaruh Penggunaan Video Pendek terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom. Skripsi. Program Studi Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd., (II) Dr. Sunoto, M.Pd.

 

Kata kunci: pembelajaran menulis, cerita pendek, media video pendek

 

Pembelajaran menulis cerita pendek mengajarkan siswa dapat menuangkan pikiran dan imajinasinya melalui media tulisan serta dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam menulis. Kondisi tersebut belum bisa diimplementasikan dengan maksimal dalam pembelajaran sastra di sekolah. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum diterapkannya media menulis cerpen yang efektif.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan video pendek terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjunganom pada aspek tokoh, alur, latar, dan isi cerita. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Sampel penelitian ini adalah Kelas X-H sebagai kelas eksperimen dan kelas X-G sebagai kelas kontrol. Siswa tersebut kemudian diberikan angket untuk mengetahui siswa yang kemungkinan besar pandai menulis tanpa atau dengan media. Tes yang telah dilakukan di kedua kelas untuk selanjutnya di skor dan diolah menggunakan analisis statistik uji-t dengan bantuan SPSS 16.0 for windows dengan taraf signifikansi 0,05. Uji-t bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan video pendek yang dilakukan di kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol melakukan pembelajaran tanpa media.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, kemampuan menulis cerpen dari aspek tokoh memiliki thitung lebih besar ttabel (3,992>2,000). Kedua, kemampuan menulis cerpen dari aspek alur memiliki thitung lebih besar ttabel (2,904>2,000). Ketiga, kemampuan menulis cerpen dari aspek latar memiliki thitung lebih besar ttabel (4,735>2,000). Keempat, kemampuan menulis cerpen dari aspek tema cerpen memiliki thitung lebih besar ttabel (2,626>2,000). Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa signifikansi tiap aspek menulis cerpen sebagai berikut, (1) pertama, pada aspek penggambaran tokoh signifikansi diperoleh 0,000, (2) kedua, pada aspek pengembangan alur diperoleh 0,005, (3) ketiga pada aspek pendeskripsian latar diperoleh 0,000, (4) keempat pada aspek pengembangan tema cerpen diperoleh 0,011.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut disampaikan saran kepada guru Bahasa Indonesia agar memaksimalkan media video pendek dalam pembelajaran menulis cerpen. Kepada siswa agar lebih mengembangkan masalah cerpen dengan baik. Kepada peneliti lanjutan diharapkan mampu menggunakan media video pendek sebagai pembelajaran Bahasa Indonesia yang lain, seperti menulis naskah drama, dongeng, dan puisi.