SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Gaya Hidup Tokoh Remaja Novel Teenlit dan Potensi Novel Teenlit sebagai Sumber Ajar Bermuatan Pendidikan Karakter pada Jenjang SMP/MTs

Anne Yuanita

Abstrak


ABSTRAK

 

Yuanita, Anne. 2013. Gaya Hidup Tokoh Remaja dalam Novel Teenlit dan Potensi Novel Teenlit Sebagai Sumber Ajar Bermuatan Pendidikan Karakter pada Jenjang SMP/MTs. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. A. Syukur Ghazali, M.Pd, (II) Dra. Ida Lestari, M.Si.

 

Kata Kunci: apresiasi sastra, bahan ajar sastra, novel teenlit

 

Pada usia remaja, seseorang berada pada tahap pencarian jati diri. Saat itulah kondisi emosinya labil, sehingga ia mudah terpengaruh oleh lingkungan di sekitar-nya. Hal-hal yang bisa memengaruhi remaja di antaranya adalah media massa dan bacaan. Salah satu bacaan yang sangat diminati oleh remaja adalah novel teenlit. Novel jenis ini sangat diminati oleh para remaja, termasuk di dalamnya adalah rema-ja putri yang sedang duduk di bangku SMP/MTs. Di sisi lain, pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia membutuhkan sumber ajar berupa novel remaja untuk menun-jang pembelajaran. Salah satu novel remaja yang bisa dipertimbangkan adalah novel teenlit. Sayangnya, banyak orang menilai novel ini sebagai pemberi pengaruh nega-tif bagi para pembacanya yang masih remaja, termasuk pengaruh gaya hidup. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu penelitian tentang gaya hidup tokoh remaja dalam novel teenlit, dan potensinya sebagai sumber ajar. Penelitian ini dilaksanakan den-gan tujuan untuk mengetahui gambaran gaya hidup tokoh remaja novel teenlit dan potensi novel ini sebagai sumber ajar yang bermuatan pendidikan karakter untuk jenjang SMP/MTs.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa unit-unit tekstual gaya hidup tokoh remaja diperoleh dari sumber data berupa novel teenlit yang mencakup Tuxedo Prince, Wonderfully Stu-pid, dan Bali to Remember. Penumpulan data dilakukan dengan cara pembacaan novel dan pencatatan serta pemebrian tanda pada unit-unit tekstual yang menggam-barkan aspek gaya hidup tokoh remaja novel teenlit. Instrumen yang digunakan un-tuk mengumpulkan data berupa manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan pengecekan sejawat. Kegiatan analisis data di-mulai dari identifikasi, kodifikasi, dan klasikikasi data.

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, gaya hidup tokoh remaja novel teenlit yang terdiri atas gaya hidup positif, hedonis, dan negatif yang bukan hedonis. Gaya hidup hedonis merupakan gaya hidup yang mendominasi. Hal ini ter-lihat dari berbagai aspek gaya hidup yang menunjukkan adanya motif untuk menca-pai kesenangan.

Kedua, potensi novel teenlit sebagai sumber ajar bermuatan pendidikan ka-rakter pada jenjang SMP/MTs yang dilihat dari berbagai sudut pandang. Novel teenlit berpotensi sebagai sumber ajar yang bermuatan pendidikan karakter untuk jenjang SMP/MTs, dengan catatan guru harus menyiapkan strategi pembelajaran yang tepat agar para siswa terhindar dari pengaruh negatif novel teenlit.