SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Strategi Pemodelan dan Media Lirik Lagu untuk Siswa Kelas X SMA

Rina Novia Wahyuningtyas

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahyuningtyas, Rina Novia. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen dengan Strategi Pemodelan dan Media Lirik Lagu. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Dawud, M.Pd, (II) Dr. Roekhan, M.Pd.

 

Kata kunci: pengembangan bahan ajar, menulis cerpen, pembelajaran menulis cerpen, strategi pemodelan, media lirik lagu

 

Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar) merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa kelas X SMA. Kegiatan menulis cerpen ini dapat meningkatkan kreativitas siswa untuk dapat menghasilkan cerpen yang baik. Namun, harapan tersebut masih kurang mendapat perhatian. Terbukti dengan adanya beberapa hambatan, antara lain hambatan dari faktor internal yaitu dari diri siswa itu sendiri dan faktor eksternal yaitu pada tersedianya bahan ajar, media, dan strategi yang digunakan oleh guru. Untuk itu diperlukan pengembangan bahan ajar menulis cerpen yang dapat mengatasi hambatan yang ada. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung proses pembelajaran menulis cerpen di SMA. Ada beberapa alasan yang mendasari pentingnya pengembangan bahan ajar, yakni kebutuhan siswa dan tuntutan guru untuk dapat memberikan materi pembelajaran yang berkualitas serta sesuai dengan karakteristik siswa kelas X SMA.

Tujuan umum penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk bahan ajar menulis cerpen dengan strategi pemodelan dan media lirik lagu untuk siswa kelas X SMA. Tujuan umum tersebut, kemudian dirinci menjadi beberapa tujuan khusus, yaitu menghasilkan materi serta latihan (1) pemilihan ide dan tema cerpen, (2) penokohan cerpen, (3) pemilihan latar cerpen, (4) penentuan sudut pandang cerpen, dan (5) pemilihan dan pengembangan alur cerpen dengan strategi pemodelan dan media lirik lagu.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Metode penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan pembelajaran Borg and Gall. Berdasarkan model tersebut terdapat 4 tahapan prosedur penelitian pengembangan, yakni (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba, dan (4) tahap revisi produk. Produk hasil penelitian ini diuji coba kepada ahli menulis cerpen, ahli pembelajaran menulis cerpen, praktisi (guru bahasa Indonesia), dan kelompok kecil siswa yang beranggotakan 10 siswa dengan membagikan angket.

Berdasarkan hasil uji coba dengan ahli menulis cerpen, ahli pembelajaran sastra, dan praktisi, jika dirata-rata memperoleh persentase sebagai berikut. Hasil uji kelayakan sistematika penulisan bahan ajar memperoleh persentase sebesar 91,66%, kesesuaian kompetensi bahan ajar 87,5%, keakuratan dan kedalaman materi pada bahan ajar 80,24%, penggunaan bahasa pada bahan ajar 83,3% dan kelayakan tampilan bahan ajar 85,4%. Selain hasil uji coba tersebut, terdapat hasil uji coba dari kelompok kecil siswa. Menurut hasil uji coba kelompok kecil yang beranggotakan 10 siswa memperoleh persentase kelayakan sistematika penulisan bahan ajar sebesar 100%, isi dan bahasan 90,83%, penggunaan bahasa 91,25%, dan tampilan bahan ajar 94,16%.

Bahan ajar yang dihasilkan pada penelitian ini diberi judul Yuk, Menulis Cerpen dari Lirik Lagu. Bahan ajar ini terdiri atas 5 bagian. Bagian 1 memuat materi dan latihan pemilihan tema, bagian 2 memuat materi penokohan, bagian 3 memuat materi pemilihan latar, bagian 4 memuat materi penentuan sudut pandang, dan bagian 5 memuat materi alur dan pengembangan alur. Pada bagian 5 terdapat materi khusus yang memandu siswa untuk menulis cerpen secara utuh. Bahan ajar yang didominasi dengan warna hijau ini, dilengkapi dengan materi singkat tentang cerpen dan contoh cerpen sebagai pendahuluan, serta ruang refleksi dan rubrik penilaian sebagai penutup. Bahan ajar ini memiliki perbedaan dengan bahan ajar lain. Perbedaan ini terletak pada penggunaan strategi pemodelan. Strategi pemodelan memiliki 4 fase, yaitu fase atensi, retensi, reproduksi, dan motivasi. Selain strategi, bahan ajar ini juga memanfaatkan media lirik lagu. Strategi dan media yang digunakan pada bahan ajar ini diaplikasikan secara tidak langsung pada setiap bagian.

Sebagai langkah pemanfaatan produk yang dihasilkan pada penelitian pengembangan ini, ada beberapa saran yang ditujukan untuk pihak-pihak yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar menulis cerpen. Untuk guru disarankan agar memanfaatkan bahan ajar menulis cerpen yang dihasilkan  pada penelitian ini dengan optimal. Untuk siswa disarankan agar memanfaatkan produk bahan ajar ini dengan mulai membaca dan mempelajari semua tahapan menulis cerpen yang ada.