SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS LINTAS KURIKULUM

Ika Dyah Ayu Septiani

Abstrak


ABSTRAK

 

Septiani, Ika Dyah Ayu. 2013. Model Pembelajaran Membaca dan Menulis Lintas Kurikulum. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Suyono, M.Pd., (II) Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn.

 

Kata Kunci: membaca-menulis, model pembelajaran membaca-menulis lintas kurikulum (MMLK), lintas kurikulum

 

Membaca-menulis merupakan  aktivitas yang saling berhubungan untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi melalui proses belajar aktif yang bermakna. Secara bersamaan tiga kegiatan tersebut akan melatih siswa untuk mencari, menemukan, mengolah, memanfaatkan informasi data, pengetahuan dan ilmu. Membaca-menulis sangat berperan penting dalam berbagai segi kehidupan baik di sekolah, lingkungan, dan karir. Penerapan pembelajaran membaca-menulis di sekolah perlu diintegrasikan oleh semua guru mata pelajaran, bukan hanya guru pengampu mata pelajaran bahasa. Model pembelajaran membaca-menulis lintas kurikulum akan memudahkan para guru untuk menerapkan pembelajaran membaca-menulis dalam setiap proses pengajaran. Membaca-menulis lintas kurikulum merupakan suatu keadaan pembelajaran bahasa yang dipadukan dengan pembelajaran bidang studi non-bahasa.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kajian pustaka. Secara umum rancangan  penelitian ini meliputi tiga hal: 1) teknik analisis yang digunakan yaitu teknik pengumpulan data, dari berbagai sumber meliputi jurnal ilmiah, artikel, dan buku-buku mengenai model-model pembelajaran membaca-menulis lintas kurikulum, 2) analisis data dari berbagai sumber untuk menunjukkan konteks, prinsip, karakteristik, dan manfaat setiap model pembelajaran membaca–menulis lintas kurikulum untuk mata pelajaran Sains, Matematika, Ilmu Sosial, dan Bahasa., dan 3) penyimpulan pada masing-masing rumusan masalah. 

Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan lima konteks pentingnya pembelajaran membaca-menulis lintas kurikulum. Pertama, membaca-menulis berperan penting dalam semua segi kehidupan baik  pendidikan maupun hubungan sosial masyarakat. Membaca-menulis lintas kurikulum berperan untuk membantu siswa menguasai substansi berbagai materi mata pelajaran. Kedua, keterampilan membaca-menulis sangat berpengaruh bagi semua orang karena meliputi kemampuan untuk memahami, berpikir, menerapkan, dan berkomunikasi secara efektif untuk mencapai tujuan pribadi dan karir. Ketiga, kemampuan siswa dalam membaca-menulis merupakan kunci keberhasilan dari semua kegiatan pembelajaran. Keempat, membaca-menulis merupakan pusat dari pelajaran, sebelum pelajaran yang lain seperti Sejarah, Bahasa, Matematika, Ilmu Sosial, Pemerintah, Psikologi, dan Biologi. Kelima, membaca-menulis lintas kurikulum merupakan pengajaran membaca dan menulis dalam berbagai teks (seperti: Bahasa, Sains, Sosial, dan Matematika).

Berdasarkan hasil analisis, ditemukan empat model pembelajaran membaca-menulis lintas kurikulum: (1) model PWIM (Picture-Word Inductive Model), (2) model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition), (3) model pembelajaran Penemuan Konsep (Concept Attainment Model), dan (4) model pembelajaran Sinektik (Synectic). Model-model tersebut dapat dan telah banyak digunakan baik di dalam maupun di luar negeri. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan prinsip-prinsip setiap model pembelajaran, ciri, dan manfaat masing-masing model pembelajaran tersebut untuk berbagai bidang mata pelajaran. Dengan adanya temuan mengenai prinsip, ciri, dan manfaat setiap model ini diharapkan dapat menjadi referensi yang tepat bagi semua guru mata pelajaran untuk menerapkan pembelajaran membaca-menulis dalam setiap proses pembelajaran.