SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Diksi dalam Rubrik Prokon Aktivis Surat Kabar Jawa Pos

Akhmad Faizal

Abstrak


Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat melepaskan diri dari kegiatan berbahasa. Manusia selalu berurusan dengan bahasa, karena bahasa banyak fungsi dan manfaatnya.Kualitas bahasa seseorang tergantung pada kuantitas kosakata yang dimilikinya. Semakin kaya kosakata yang dimiliki akan besar pula kemungkinan seseorang terampil berbahasa. Begitu pula penggunaannya dalam penulisan surat kabar. Agar isi dan maksu penulisan berita dapat dipahami pembaca dengan mudah diperlukan pemilihan kata atau diksi yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan seorang penulis berita yang mampu berbahasa dengan baik dan benar. Dengan demikian pemilihan kata atau diksi menjadi yang esensial.

Penelitian ini menganalisis diksi dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa pos edisi bulan Agustus 2006. Penelitian ini secara umum bertujuan memperoleh deskripsi tentang diksi rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos. Adapun tujuan khususnya adalah mengetahui deskripsi tentang (1) penggunaan kata umum dan kata khusus yang dipakai dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos, (2) penggunaan kata populer dan kata ilmiah yang dipakai dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos, (3) penggunaan kata denotasi dan kata konotasi yang dipakai dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos, dan (4) penggunaan kata baku dan kata nonbaku yang dipakai dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos.

Metode dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Hal ini disebabkan oleh tujuan yang diharapkan adanya gambaran tentang diksi dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos. Penggunaan rancangan penelitian ini dilandasi oleh pemikiran bahwa penelitian kualitatif memiliki sejumlah ciri yang relevan yang membedakannya dengan penelitian jenis lainnya. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan didukung oleh alat pengumpul data yang berupoa tabel spesifikasi diksi. Data dalam penelitian ini berupa paparan teks dalam dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos yang mengandung diksi umum dan diksi khusus, diksi populer dan diksi ilmiah, diksi denotasi dan diksi konotasi, serta diksi baku dan diksi nonbaku. Sedangkan sumber datanya adalah rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos edisi bulan Agustus 2006. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumenter yaitu mengumpulkan data tertulis dari dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos. Teknik analisis data meliputi tiga hal (1) reduksi data, (2) sajian data, dan (3) kesimpulan dan verifikasi. Pengecekan keabsahan data dengan cara dilakukan berulang-ulang dan pengecekan teman sejawat. Adapun prosedur penelitiannya mengikuti tahap-tahap sebagai berikut, (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap penyelesaian. 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kata umum dan kata khusus digunakan dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos. Kata umum digunakan untuk mengabtraksian, generalisasi, pengkategorian pengalaman-pengalaman manusia, terutama dalam tulisan ekpositoris. Kata khusus digunakan untuk memberikan informasi yang jauh lebih banyak sehingga tidak menimbulkan salah paham dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam.Dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos cenderung menggunakan kata khsusus dari pada kata umum. Dengan demikian pemakaian kata khusus memberikan gambaran makna yang semakin jelas, tepat, dan tidak memberikan makna yang kabur.

Kata populer dan kata ilmiah digunakan dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos. Pemakaian kata populer merupakan pemakaian kata yang dikenal dan dipakai oleh semua lapisan masyarakat dalam komunikasi sehari-hari. Pemakaian kata ilmiah merupakan pemakaian kata oleh kaum terpelajar, terutama dalam tulisan-tulisan atau karangan-karangan ilmiah serta diskusi-diskusi ilmiah. dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos cenderung menggunakan kata ilmiah  dari pada kata populer. Dengan demikian pemakaian kata ilmiah dalam rubrik Prokon Aktivis merupakan salah satu bentuk karya tulis yang dikenal kaum terpelajar.

Kata denotasi dan kata konotasi digunakan dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos. Kata denotasi digunakan untuk menyampaikan informasi sesuai dengan pengertian yang dikandung dalam kata secara objektif. Kata konotasi digunakan untuk menyampaikan perasan dan mempunyai makna yang subjektif. Dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos cenderung menggunakan kata denotasi dari pada kata konotasi. Dengan demikian pemakaian kata denotasi dalam Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos merupakan hasil observasi yang menunjuk langsung pada makna yang sebenarnya.

Kata baku dan kata nonbaku digunakan dalam Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos. Pemakaian kata baku merupakan kata yang sesuai dengan kaidah yang ditentukan dan berdasarkan kesepakatan bersama. Kata baku digunakan dalam kelas terpelajar dan dalam situasi resmi. Kata nonbaku digunakan dalam percakapan sehari-hari dan dalam situasi yang tidak resmi. Dalam rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos cenderung menggunakan kata baku dari pada kata nonbaku. Kecenderungan ini menunjukkan bahwa rubrik Prokon Aktivis surat kabar Jawa Pos lebih dominan memakai kata baku karena kata baku merupakan kata yang sudah lazim digunakan dan diterima secara umum.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut, karena ada beberapa diksi yang belum diteliti. Selain dari diksi umu, khusus, populer, ilmiah, denotasi, konotasi, baku, dan nonbaku.


Teks Penuh: DOC