SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Menulis Naskah Drama dengan Teknik Pemodelan untuk Siswa SMP

Dian Indria Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Dian Indria. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Kreatif Naskah Drama dengan Teknik Pemodelan untuk Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Sastra  Indonesia, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: (I) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd., (II) Indra Suherjanto, S.Pd., M.Sn.

 

Kata kunci: menulis, bahan ajar, naskah drama, pemodelan.

                                                    

Menulis naskah drama merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa SMP. Melalui pembelajaran  menulis naskah drama, siswa dapat mengembangkan kreativitas yang bersifat imajinatif dan reflektif untuk menghasilkan sebuah karya sastra yang dapat diapresiasi. Namun, pembelajaran menulis naskah drama merupakan pembelajaran yang kurang diminati oleh siswa SMP.  Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah belum tersedianya bahan ajar yang mendukung proses pembelajaran. Bahan ajar dibutuhkan siswa untuk mengatasi hambatan belajar dan membantu kelancaran pembelajaran menulis naskah drama secara mandiri serta memfasilitasi guru untuk menunjang keberhasilan dalam pembelajaran.

Tujuan penelitian ini secara umum adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar menulis kreatif naskah drama dengan teknik pemodelan untuk siswa SMP. Adapun tujuan khususnya adalah (1) menghasilkan bahan ajar cetak menulis kreatif naskah drama yang memuat teori, contoh, dan evaluasi dengan teknik pemodelan untuk memudahkan siswa belajar mandiri dan (2) menghasilkan bahan ajar cetak menulis kreatif naskah drama yang memuat proses dan langkah kreatif  menulis naskah drama dengan memperhatikan kemenarikan penyajian, bahasa, dan kegrafikan.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Rancangan

penelitian ini diadaptasi dari model desain pembelajaran Borg and Gall (1983). Berdasarkan model tersebut, penelitian ini terdapat empat tahap prosedur penelitian, yakni (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba produk, dan (4) tahap revisi. Pelaksanaan pengembangan dilakukan berdasarkan temuan analisis kebutuhan bahan ajar yang dilakukan pada tahap prapengembangan. Selanjutnya produk hasil pengembangan diujicobakan untuk mengetahui kelayakan produk, yaitu melalui (1) ahli penulisan kreatif naskah drama, (2) ahli pembelajaran sastra, (3) guru bahasa Indonesia, dan (4) uji kelompok kecil siswa yang terdiri atas 43 siswa.

Data dalam penelitian ini berupa data verbal dan data nonverbal. Data verbal dibedakan menjadi data tulis dan data lisan. Data tulis berupa catatan, komentar, kritik, maupun saran-saran yang dituliskan pada lembar penilaian, sedangkan data verbal lisan berupa informasi lisan ketika wawancara langsung. Data nonverbal yakni berupa data numerik atau skor yang diperoleh dari hasil uji coba angket penilaian dari ahli, praktisi, dan siswa terhadap produk.

Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah  kuesioner dan pedoman wawancara bebas. Data hasil uji coba dianalisis dengan cara (1) mengumpulkan data verbal tertulis yang diperoleh dari angket penilaian; (2) mentranskrip data verbal lisan; (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasi data verbal tulis dan verbal lisan berdasarkan kelompok uji; dan (4) menganalisis data serta merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan, apakah harus direvisi atau diimplementasikan. Perbaikan dilakukan berdasarkan saran dan masukan dari ahli yang disampaikan secara lisan dan tulisan.

Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah bahan ajar menulis kreatif  naskah drama, dengan penggunaan model atau contoh yang berhubungan dengan materi dan aktivitas pembelajaran untuk dilakukan siswa, sehingga dapat ditiru, diadaptasi, atau dimodifikasi. Adapun deskripsi isi bahan ajar menulis kreatif naskah drama meliputi (1) teori menulis naskah drama, (2) contoh naskah drama, dan  (3) evaluasi berupa latihan-tahian dalam menulis naskah drama yang disesuaikan dengan SK KD dan tujuan pembelajaran. Sistematika penyajian bahan ajar meliputi (1) pendahuluan, (2) bagian inti, dan (3) bagian penutup. Penggunaan bahasa dalam bahan ajar memperhatikan keterbacaan siswa, tata bahasa yang benar, struktur kalimat yang sederhana, singkat, jelas, dan memotivasi. Tampilan bahan ajar memperhatikan jenis dan ukuran huruf, penataan halaman, dan ilustrasi isi.

Hasil uji bahan ajar menulis kreatif naskah drama berdasarkan aspek deskripsi isi bahan ajar menunjukkan rata-rata kelayakan sebesar 85%, aspek sistematika bahan ajar menunjukan rata-rata kelayakan sebesar 92%, aspek kebahasaan bahan ajar menunjukan rata-rata kelayakan sebesar 89%, dan aspek tampilan bahan ajar menunjukan rata-rata 88%. Keempat hasil uji tersebut menunjukkan bahan ajar tergolong layak dan siap diimplementasikan, namun pada aspek-aspek tertentu juga perlu dilakukan revisi. Data verbal dari ahli menitikberatkan pada aspek tampilan, dari kompenen kombinasi warna dan tampilan gambar yang masih kurang mendukung dalam memahami teori yang ada dan aspek deskripsi isi bahan ajar dari teori, contoh dan latihan masih kurang sesuai denagn kebutuhan siswa SMP, sehingga perlu disederhanakan dan disesuaikan dengan karakteristik siswa SMP. Data verbal dari siswa adalah bahan ajar secara keseluruhan bagus, tetapi masih kurang menarik mereka untuk menulis. Berdasarkan data verbal tersebut, peneliti merevisi aspek tampilan bahan ajar.

Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan bahan ajar ini pada pembelajaran menulis naskah drama sebagai salah satu alternatif sumber/bahan belajar bagi siswa. Selain guru, siswa juga disarankan memanfaatkan bahan ajar ini dalam pembelajaran menulis naskah drama dengan mengikuti langkah-langkah pembelajaran menulis naskah drama dalam bahan ajar. Bagi peneliti lain prosedur penelitian pengembangan bahan ajar ini dapat menjadi reverensi untuk melakukan penelitian serupa. Selanjutnya, bahan ajar ini dapat disebarluaskan dalam forum MGMP, ditulis dalam jurnal penelitian, dan diusahakan dapat diterbitkan dalam jumlah yang lebih banyak.