SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS CERIA UNTUK PEMBELAJARAN BERCERITA SMP KELAS VII

Emy Zuroidah

Abstrak


ABSTRAK

 

Zuroidah, Emy. 2013. Pengembangan Media Interaktif Berbasis Ceria untuk Pembelajaran Bercerita SMP Kelas VII. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H, Nurhadi, M.Pd, (2) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd.

 

Kata Kunci: pengembangan media interaktif, berbasis ceria, pembelajaran bercerita

 

Salah  satu  tujuan  pendidikan  bahasa  adalah  untuk membina  kemampuan berbahasa.  Pembelajaran  bahasa  Indonesia  mengajarkan  empat  keterampilan berbahasa,  yakni  keterampilan  membaca,  menyimak,  berbicara,  dan  menulis. Dalam penelitian  ini, peneliti fokus pada keterampilan bercerita yang merupakan bagian dari pembelajaran keterampilan berbicara.

Keterampilan  berbicara  pada  hakikatnya  merupakan  keterampilan mereproduksi  arus  sistem  bunyi  artikulasi  untuk  menyampaikan  kehendak, kebutuhan  perasaan,  dan  keinginan  kepada  orang  lain.  Berbicara  adalah kemampuan  mengucapkan  bunyi-bunyi  artikulasi  atau  kata-kata  untuk mengekspresikan,  menyatakan  atau  menyampaikan  pikiran,  gagasan,  dan perasaan. Bercerita merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mengasah keterampilan  berbicara.  Oleh  karena  itu,  dibutuhkan  suatu media  pembelajaran yang  mampu  membantu  siswa  bercerita  dengan  baik.  Menurut  pengamatan peneliti,  media  yang  digunakan  untuk  mengajarkan  bercerita  sudah  banyak beredar.  Media  yang  beredar  belum  menciptakan  interaksi  antara  siswa (pengguna)  dengan  media  yang  dipakai.  Selain  itu,  media  yang  ada  hanya melatihkan  siswa  untuk  mendengar  cerita,  tetapi  belum  mengajarkan  siswa menjadi  pencerita  yang  baik.  Penelitian  ini  bertujuan  mengembangkan  media interaktif  berbasis  ceria  untuk  pembelajaran  bercerita  SMP  kelas  VII  dan mengetahui  tingkat kevalidan media  interaktif berbasis ceria untuk pembelajaran bercerita SMP kelas VII.

Pengembangan  Media  Interaktif  Bercerita  dengan  Berbasis  Ceria merupakan  media  interaktif  yang  dirancang  peneliti  untuk  mengajarkan  siswa bercerita dengan berbasis pada metode edutainment (pendidikan yang menghibur). Metode edutainment merupakan metode yang  sering digunakan untuk mengatasi kejenuhan  dan  kepasifan  siswa  dalam  merespon  pembelajaran.  Dari  segi terminologi,  edutainment  adalah  suatu  proses  pembelajaran  yang  didesain  agar muatan  pendidikan  dan  hiburan  bisa  dikombinasikan  secara  harmonis  untuk menciptakan  pembelajaran  yang  menyenangkan.  Pembelajaran  ceria  yang digunakan dalam media  ini merupakan hasil penurunan dari metode edutainment yang mengedepankan pembelajaran  yang mendidik dan menghibur. Oleh karena itu,  media  yang  dikembangkan  ini  dirancang  dengan  mengedepankan pembelajaran yang menghibur untuk menciptakan rasa nyaman pada diri siswa.

Penelitian  pengembangan  ini  menggunakan  prosedur  penelitian  dan pengembangan media Arief S. Sadiman. Model penelitian dan pengembangan ini dirumuskan  dalam  langkah-langkah  berikut  ini  (1)  analisis  kebutuhan  dan karakteristik  siswa,  (2)  merumuskan  tujuan  instruksional,  (3)  pengembangan materi  pembelajaran,  (4)  pengembangan  alat  evaluasi  media,  (5)  penyusunan naskah  media,  (6)  produksi  media,  (7)  uji  coba  media,  dan  (8)  revisi  media.

Adapun  tahap  uji  coba  produk  dilaksanakan  untuk  mengetahui  kualitas  dan kevalidan dari media pembelajaran yang dikembangkan. Ada  tiga  tahapan dalam uji coba produk yaitu uji ahli atau validasi, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan  (field  testing).  Setelah  produk  selesai  di  uji  coba, maka  pengembang melakukan  revisi  berdasarkan  saran  dan  hasil  uji  coba.  Data  yang  bersifat kualitatif dianalisis dan dipaparkan apa adanya. Data ini digunakan sebagai bahan revisi  produk.  Adapun  data  kuantitatif  dari  angket  uji  kelayakan  produk  akan dianalisis dan dijadikan bahan revisi akhir produk.

Berdasarkan  hasil  uji  coba  diperoleh  data  kualitatif  dan  kuanitatif. Hasil analisis  data  kelayakan  isi  oleh  ahli materi  rata-rata  93,75%. Hasil  analisis  data kelayakan  isi oleh uji praktisi  rata-rata 93,75%. Hasil analisis data kelayakan  isi dari  uji  lapangan  rata-rata  85,132%.  Hasil  analisis  data  sajian  oleh  ahli materi rata-rata 90%. Hasil analisis data oleh praktisi rata-rata 100%. Hasil uji  lapangan rata-rata  87,79%. Hasil  analisis  data  grafika  oleh  ahli materi  diperoleh  rata-rata 87,5%. Hasil analisis data grafika oleh praktisi diperoleh  rata-rata 93,75%. Hasil analisis data  grafika uji  lapangan diperoleh  rata-rata 86,06%. Hasil  analisis data bahasa uji materi oleh ahli materi diperoleh rata-rata 87,5%. Hasil analisis data uji praktisi diperoleh rata-rata 100%. Hasil uji  lapangan diperoleh data 90,9%. Hasil analisis data uji ahli diperoleh hasil 87,5%. Hasil analisis data uji praktisi 93,75%. Hasil  analisis  data  uji  media  diperoleh  rata-rata  91,7%.  Hasil  data  uji  praktisi diperoleh  rata-rata 93,75%. Hasil uji ahli media diperoleh  rata-rata 85,7%. Hasil uji praktisi diperoleh rata-rata 100%. Hasil uji lapangan diperoleh rata-rata 90,9%. Media  pembelajaran  yang  menarik  harus  memiliki  kemampuan  dalam menggabungkan semua unsur media seperti  teks, video, animasi, gambar, grafik, dan suara menjadi suatu kesatuan yang  terintegrasi. Media interaktif bercerita  ini sudah  menggabungkan  komponen-komponen  tersebut  sehingga  siswa  menjadi tertarik untuk belajar dan  termotivasi untuk belajar. Selain komponen-komponen tersebut,  dalam  menciptakan  media  pembelajaran  yang  berbasis  ceria, pengembang  memilih  warna-warna  yang  memiliki  nilai  (value)  yang  cerah, menggunakan bahasa yang komunikatif, dan   pemberian  latihan serta  tugas yang berdasar pada aktivitas siswa. Siswa merasa senang belajar dan merasa dilibatkan dalam  proses  belajar.  Bahan  penarik  dalam  media  ini  dikatakan  efektif berdasarkan hasil uji ahli dan uji lapangan.