SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Kartu Bergambar untuk Pembelajaran Menulis Cerpen Siswa SMP

Anggraeni Widyaningsih

Abstrak


ABSTRAK

Abstract: This research is aimed to develop a learning media for writing short stories of VII grade junior high school students. This research is development research with quaititative analitical descriptive techneque. The result are make learning media is aimed to easy for student that writing short story. Picture card development it was can be use to funny and smart for learning.

 

Kata kunci: media development, picture card development, learning of writing story

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah media belajar untuk menulis cerpen siswa kelas VII SMP. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil pengembangan akan menghasilkan sebuah produk media untuk membantu memudahkan siswa dalam menulis cerpen. Media kartu bergambar diharapkan dapat memberi manfaat mengenai pembelajaran menulis cerpen yang pintar dan menyenangkan.

Kata kunci: pengembangan media, media kartu bergambar, pembelajaran menulis cerpen

Menulis cerpen merupakan salah satu bentuk menulis kreatif (sastra). Seseorang dapat mengekspresikan gagasan kreatif yang dimilikinya, melalui kegiatan menulis kreatif. Menulis kreatif sastra adalah proses penciptaan karya sastra (Roekhan, 1991: 1). Menulis kreatif berbeda dengan jenis kegiatan menulis lainnya karena menulis kreatif membutuhkan daya imajinasi. Dalam proses pembelajaran secara umum, guru tidak memberikan materi yang cukup tentang menulis cerpen dan belum membimbing siswa selama proses menulis. Berdasarkan pengalaman mengajar PPL yang lalu, proses belajar-mengajar saat ini masih banyak guru yang menggunakan pola mengajar konvensional. Pola yang seperti itu mengakibatkan siswa kurang produktif dalam pembelajaran menullis cerpen.

Pada umumnya, siswa kesulitan menulis pada awal menulis cerpen, karena masih bingung pada penentuan ide. Selain itu siswa juga seringkali kehabisan ide, maksudnya adalah siswa belum jelas ide yang akan mereka tulis berikutnya setelah pengenalan atau pendahuluan. Untuk menentukan akhir cerita siswa juga sering merasa ragu bahkan bingung untuk mengakhirinya. Hal tersebut, dapat diatasi jika pengajar mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Salah satu cara yang dilakukan adalah mencoba mengembangkan media kartu bergambar. Pengembangan ini bertujuan untuk membantu memudahkan siswa dalam menulis cerpen melalui gambar. Media kartu bergambar pada menulis kreatif cerpen akan mengaktifkan siswa untuk turut berpartisipasi dalam penulisan cerpen. Media kartu bergambar dibuat lebih menarik dan lebih mudah untuk diamati. Gambar yang ada pada media ini juga sering kali dijumpai siswa pada kehidupan sehari-hari.

Penelitian ini juga dilatarbelakangi adanya strategi belajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif belajar, dengan cara mengubah metode pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher oriented) menjadi berpusat pada siswa (student oriented). Dalam hal ini, siswa ditekankan untuk lebih aktif dalam pelajaran. Majid (2009:169) menyatakan bahwa dalam pembelajaran diperlukan pengembangan sumber dan media belajar secara sistematis dan terpadu agar siswa dapat menguasai setiap kompetensi secara tuntas.     Pada penelitian pengembangan media ini, peneliti mengebangkan kartu bergambar untuk pembelajaran menulis cerpen. Pengembangan media ini akan ditampilkan oleh peneliti dengan tampilan serta gambar yang menarik. Dengan demikian, siswa diharapkan akan termotivasi dalam belajar menulis cerpen.

Produk media pembelajaran menulis cerpen pada siswa SMP  ini, dibuat dalam bentuk kartu bergambar. Selain itu, produk media juga dilengkapi dengan petunjuk penggunaan kartu bergambar. Tampilan media bersifat penting dalam mendukung ketertarikan penggunaan media ajar. Hal-hal yang diperhatikan dalam tampilan media ajar ini meliputi: (1) penyajian gambar, (2) pemilihan warna, dan (3) ukuran yang disesuaikan. Media merupakan teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar dan dibaca dan juga media pembelajaran merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Menurut Gagne dan Briggs (dalam Arsyad 2009:4) mengemukakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yag digunakan secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, perangkat lunak dan perangkat keras seperti: komputer, TV, OHP,video, tape, slide, buku film, model transparasi dan lain-lainnya.

Arief S. Sadiman (dalam Munadi 2008:208) membagi pemanfaatan media pembelajaran dalam dua pola, yakni pemanfaatan media dalam situasi belajar-mengajar di dalam kelasatau ruang (seperti auditorium) dan pemanfaatan media di luar kelas kehadiran media bertujuan untuk menunjang tercapinya proses belajar. Peranan media dalam kegiatan pembelajaran menurut Setyosari dan Sihkabuden (2005:19) fungsi media dalam pembelajaran merupakan bagian yang sangat menentukan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran.

Media belajar bisa mewakili guru menyajikan informasi belajar kepada siswa. Program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan pengajar. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini adalah sebuah media pembelajaran yang sesuai untuk pembelajaran menulis cerpen. Produk yang dikembangkan yakni sebuah media kartu bergambar dikembangkan untuk pembelajaran menulis cerpen. Kartu bergambar adalah permainan gambar yang memiliki bermacam manfaat yakni membantu membangun terciptanya ide pokok, membantu jalan cerita, dan membantu menemukan tokoh cerita pendek. Tidak adanya media pembelajaran menulis cerita pendek secara visual, selama ini pembelajaran menulis cerpen yang terkesan membosankan dan kurangnya inovasi, membuat pembelajaran menulis cerpen menjadi kurang berkembang. Banyak siswa yang merasa bosan terhadap pembelajaran menulis cerpen karena setiap hari siswa menghadapi hal-hal yang sama sehingga muncul kejenuhan dalam diri siswa. Kejenuhan inilah yang mengakibatkan suatu rangkaian yang menghambat motivasi, minat, hingga prestasi belajar siswa bisa berakibat menurun.

Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah media pembelajaran menulis cerpen. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kesulitan siswa dalam menentukan tema, tokoh, dan alur. Keterbatasan media pembelajaran menulis secara visual dan pembelajaran yang terkesan konvensional menjadi alasan utama penelitian pengembangan ini. Hasil pengembangan akan menghasilkan sebuah produk media yang bertujuan membantu memudahkan siswa dalam menulis cerpen. Dari kajian ini diharapkan dapat memberi manfaat mengenai pembelajaran menulis cerpen yang menyenangkan.