SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran kooperatif Model Inside-Outside Circle Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Apresiasi Dongeng Siswa Kelas VIIC MTsN Juwet Ngronggot Nganjuk. Skripsi

Yusuf Ali Azhary

Abstrak


ABSTRAK

 

Yusuf. 2012. Penerapan Pembelajaran kooperatif Model Inside-Outside Circle Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Apresiasi Dongeng Siswa Kelas VIIC MTsN Juwet Ngronggot Nganjuk. Skripsi, Program Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah. Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. (II) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd.

 

Kata-kata kunci: Model Pembelajaran Inside-Outside Circle, hasil belajar, pembelajaran apresiasi dongeng.

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan peneliti di MTsN Juwet Ngronggot Nganjuk, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII C, terutama dalam materi apresiasi dongeng pengajar menggunakan model pembelajaran ceramah dan diskusi. Model pembelajaran ceramah ini tidak dapat membangkitkan aktivitas siswa dalam belajar. Hal ini tampak dari perilaku siswa yang cenderung hanya mendengar dan mencatat pelajaran yang diberikan guru. Siswa tidak mau bertanya apalagi mengemukakan pendapat tentang materi yang diberikan.

 

Berdasarkan pengamatan tersebut maka peneliti berusaha mencarikan model pembelajaran lain, sehingga pembelajaran lebih bermakna dan lebih berkualitas. Model pembelajaran yang akan peneliti coba untuk melakukannya adalah model pembelajaran kooperatif Outside-Inside Circle. Model pembelajaran kooperatif Inside-Outside Circle dipilih karena dalam pembelajaran kooperatif Inside-Outside Circle setiap siswa dituntut untuk menguasai materi secara individu dan berpasangan. Jadi dengan dilakukan pembelajaran tersebut, siswa lebih mempunyai rasa tanggung jawab baik itu tanggung jawab individu maupun tanggung jawab kelompok.

 

Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia. Ciri penelitian tindakan kelas adalah dengan menggunakan tahapan siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari empat tahap yakni perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIC MTsN Juwet Ngronggot Nganjuk Tahun 2012/2013 dengan jumlah siswa 24 siswa. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) lembar observasi, (2) catatan lapangan dan (3) rubrik penilaian yang digunakan untuk menilai hasil belajar apresiasi siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara tes, dokumentasi, wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yakni data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif teknik analisis yang digunakan yaitu: (1) reduksi data, berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting, (2) penyajian data berupa uraian singkat, dan (3) kesimpulan dan verifikasi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif yakni dicari nilai rata-rata dan persentasenya.

 

Proses penerapan model pembelajaran kooperatif  model Inside-Outside Circle untuk meningkatkan hasil belajar apresiasi dongeng dilakukan dengan cara pembentukan dua kelompok besar, siswa diatur dalam lingkaran luar lingkaran dalam dan saling berhadapan, anggota lingkaran luar bergerak berlawanan arah dengan anggota kelompok lingkaran dalam hingga siswa bertemu dengan pasangan asal. Dari kegiatan ini siswa mendapat pengetahuan secara komprehensif tentang isi dongeng yang sudah didengarnya. Model pembelajaran IOC dapat menjadikan siswa yang kurang aktif menjadi aktif.

 

Peningkatan kualitas proses pembelajaran apresiasi dongeng dengan penerapan model pembelajaran IOC  dapat dilihat dari peningkatan persentase pada tiap-tiap indikator penilaian aktivitas siswa. Peningkatan keaktifan bertanya siswa dari siklus I ke siklus II adalah 50,33% pengamat satu dan dua yaitu dari 20,83% dari siklus I menjadi 70,83% pada siklus II. Peningkatan persentase keaktifan menjawab siswa dari siklus I ke siklus II adalah 41,67% pengamat satu dan 45,84%  pengamat dua dari 33,33% siklus I menjadi  75% pada siklus II. Peningkatan persentase keseriusan siswa dalam pembelajaran dari siklus I ke siklus II adalah 37,5% pengamat satu dan 21.17 pengamat dua dari 62,5% siklus I menjadi 100% pada siklus II. Partisipasi siswa dalam kegiatan belajar 100%  siklusI dan siklusII. Keantusiasan dalam belajar 100% siklus I dan siklus II.

 

Hasil penerapan pembelajaran kooperatif Outside-Inside Circle dapat meningkatkan hasil belajar apresiasi dongeng siswa pada aspek menghubungkan (1) pokok persoalan yang dihadapi tokoh, (2) peristiwa yang dialami tokoh, (3) tempat kejadian dalam dongeng, dan (4) pesan dongeng dengan situasi sekarang. Peningkatan tertinggi terdapat pada aspek menghubungkan peristiwa yang dialami tokoh, yaitu 25%, peningkatan tersebut terlihat pada hasil yang diperoleh dari 62,5% (siklus I) menjadi 87,5% (siklus II). Peningkatan berikutnya terdapat pada aspek menghubungkan pesan dongeng, yaitu 16,7%, peningkatan tersebut terlihat pada hasil yang diperoleh dari 58,3% (siklus I) menjadi 75% (siklus II). Peningkatan terendah terdapat pada aspek menghubungkan tempat kejadian dalam dongeng, yaitu 16,7%, peningkatan tersebut terlihat pada hasil yang diperoleh dari 95,83% (siklus I) menjadi 100% (siklus II). Aspek yang tidak mengalami peningkatan adalah menghubungkan pokok persoalan yang dihadapi tokoh, baik siklus I maupun siklus II sebesar 91.6%.

 

Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif Model Inside-Outside Circle dapat meningkatkan hasil belajar apresiasi dongeng. Peningkatan tersebut dikarenakan dalam pembelajaran kooperatif Inside-Outside Circle bisa meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Untuk itu disarankan kepada guru agar menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam kegiatan pembelajaran apresiasi dongeng supaya kualitas pembelajaran dapat meningkat dan untuk peneliti lain hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai refrensi untuk penelitian sejenisnya.