SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Album Foto Peristiwa sebagai Media Pembelajaran Bermain Peran dengan Berimprovisasi pada Siswa SMP Kelas VIII

Yanti Karunia Lestari

Abstrak


ABSTRAK

 

Lestari, Yanti Karunia. 2012. Pengembangan Album Foto Peristiwa sebagai Media Pembelajaran Bermain Peran dengan Berimprovisasi pada Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Sastra  Indonesia  Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Yuni Pratiwi, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn.

 

Kata kunci: media album foto peristiwa, pembelajaran bermain peran, improvisasi.

Pembelajaran bermain peran merupakan salah satu pembelajaran yang wajib diajarkan pada siswa, sehingga pembelajaran bermain peran harus diciptakan dengan suasana yang menyenangkan dan inovatif  karena eksistensi drama adalah menampilkan cerminan kejadian nyata dalam kehidupan.

 

Hal ini bertolak dengan fakta yang terjadi karena berdasarkan observasi peneliti yang dilakukan di SMP Negeri 13 Malang, ditemukan bahwa pola pembelajaran bermain peran yang diterapkan adalah pola pembelajaran yang berorientasi pada model ceramah dan pembahasan LKS. Selain itu, metode dan media mengajar masih monoton sehingga anak merasa bosan dan tidak tertarik untuk mengikuti pembelajaran drama.

 

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengembangkan album foto peristiwa sebagai media dalam pembelajaran bermain peran dengan cara berimprovisasi pada siswa SMP, khususnya kelas VIII, mendeskripsikan wujud dan hasil pengembangan, memaparkan kemenarikan hasil pengembangan, dan memaparkan keefektifan penggunaan media album foto peristiwa. Dalam hal ini, wujud media yang dirancang oleh peneliti adalah album foto peristiwa berisi kumpulan foto dan panduan belajar.

 

Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dan bersifat deskriptif kualitatif. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg dan Gall (1983:775). Metode pengembangan terdiri dari empat tahap, yaitu (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba produk, dan (4) tahap revisi produk. Pelaksanaan pengembangan dilakukan berdasarkan temuan analisis kebutuhan yang dilakukan pada tahap prapengembangan. Selanjutnya, produk hasil pengembangan diujicobakan untuk mengetahui kelayakan produk, yaitu melalui (1) ahli pembelajaran drama, (2) ahli media, (3) praktisi (guru Bahasa Indonesia), dan (4) siswa kelas VIII SMP.

 

Data penelitian pengembangan ini berupa data verbal dan data nonverbal. Data verbal dibedakan menjadi data tulis dan data lisan. Data tulis berupa catatan, komentar, kritik dan saran yang ditulis oleh subjek coba pada lembar penilaian. Data verbal lisan berupa informasi lisan yang diperoleh ketika berwawancara dengan subjek coba. Data nonverbal berupa data numerik atau skor yang diperoleh dari hasil uji coba.

 

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan enam instrumen, yaitu panduan wawancara guru, panduan wawancara siswa, lembar angket uji ahli pembelajaran drama, lembar angket uji ahli media, lembar angket praktisi, dan angket uji siswa. Analisis data hasil uji coba dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan data verbal dan nonverbal yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal lisan menjadi data tertulis, (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasi data verbal tulis dan verbal lisan berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data serta merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan dan sebagai pertimbangan harus direvisi atau diimplementasi. Perbaikan dilakukan berdasarkan saran dan masukan dari ahli yang disampaikan secara lisan dan tertulis.

 

Berdasarkan uji produk diperoleh hasil sebagai berikut. Rata-rata hasil uji media kepada ahli pembelajaran drama sebesar 90,62% sedangkan ahli media sebesar 74,58%. Ahli memberikan saran dan komentar untuk penyempurnaan media pada aspek penyajian yaitu pengurangan keterangan dialog, kualitas gambar, serta pemilihan ilustrasi, sedangkan pada aspek isi yaitu penghilangan tahap strategi pentas, penataan balon kata, dan pemberian pembatas pada setiap skenario. Rata-rata hasil uji bahan ajar kepada praktisi sebesar 92,8%. Praktisi memberikan catatan bahwa media ini lebih baik dibuat juga untuk jenjang yang berbeda. Rata-rata hasil uji bahan ajar kepada siswa sebesar  82.32%. Siswa memberikan respon bahwa siswa cukup mudah bermain peran dengan berimprovisasi menggunakan album foto peristiwa.

 

Hasil penelitian yang diperoleh berupa produk media yang sudah diuji memiliki karakter sebagai berikut. Media album foto peristiwa yang berbasis visual ini disajikan dua wujud yakni album foto peristiwa dan panduan belajar siswa. Album foto peristiwa merupakan kumpulan foto-foto adegan yang dirangkaikan menjadi suatu peristiwa tertentu  dengan penomoran pada setiap adegannya, berisi tiga skenario yang dekat dengan lingkungan dan kehidupan sehari-hari siswa. Pada panduan belajar siswa terdapat lima komponen yakni, (1) halaman sampul (sampul depan, kata pengatar, dan daftar isi), (2) konsep dasar album foto peristiwa, (3) bermain peran dengan berimprovisasi, (4) pandun belajar siswa, dan tentang penulis. Dengan media ini siswa akan melalui dua tahap pembelajaran, tahap pra berbicara yaitu menentukan tema, tokoh dan penokohan, latar, dan mengembangkan alur, dan tahap berbicara yaitu memerankan sesuai dengan tema, tokoh dan penokohan, latar, dan pengembangan alur yang ditulis dengan berimprovisasi.

 

Hasil uji coba produk pada ahli pembelajaran, media, praktisi dan siswa menunjukkan bahwa media ini tergolong layak dan dapat diimplementasikan dengan beberapa revisi sesuai saran ahli. Hasil penelitian pengembangan media ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya dalam pembelajaran bermain peran. Bagi guru, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sarana pembinaan moral dan karakter siswa. Bagi peneliti lain, prosedur penelitian pengembangan media ini diharapkan dapat dijadikan prosedur pengembangan media dengan kompetensi yang berbeda.