SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penguasaan Struktur Tembang Macapat Mahasiswa Paket Jawa Jurusan Sastra Indonesia Angkatan 2008 Universitas Negeri Malang

Risty Sun'ya Manicham

Abstrak


ABSTRAK

 

Manicham, Risty Sun’ya. 2013. Penguasaan Struktur Tembang Macapat Mahasiswa Paket Jawa Jurusan Sastra Indonesia Angkatan 2008 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, dan (II) Karkono, S.S, M.A.

 

Kata Kunci: tembang macapat mahasiswa Paket Jawa, guru lagu, guru gatra, guru wilangan, sandiasma

 

Macapat merupakan bentuk puisi tradisional yang setiap baitnya mempunyai baris kalimat (guru gatra) tertentu, setiap gatra mempunyai jumlah suku kata (guru wilangan) tertentu, dan berakhir pada bunyi sajak akhir (guru lagu; guru swara) tertentu. Karya-karya berbahasa Jawa seperti tembang macapat tersebut perlu dilestarikan agar warisan budaya Jawa ini tidak punah. Walaupun bahasa Jawa bukan sebagai bahasa nasional, bahasa Jawa harus tetap dipertahankan. Bahasa Jawa bukan sebagai bahasa nasional karena bahasa Jawa merupakan bahasa daerah masyarakat Jawa. Di Indonesia terdapat beberapa daerah selain Jawa sehingga bahasa daerahnya juga beragam.

Menulis tembang macapat merupakan keterampilan yang bersifat produktif. Menulis tembang macapat sama halnya melahirkan karya-karya yang bersifat baru. Dalam tembang macapat karya mahasiswa terdapat struktur yang dapat diteliti, yaitu guru lagu, guru gatra, dan guru wilangan. Maka fokus penelitian ini adalah struktur guru lagu, guru gatra, dan guru wilangan dalam tembang macapat karya mahasiswa Paket Jawa.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah tembang macapat karya Mahasiswa Paket Jawa Jurusan Sastra Indonesia Angkatan 2008 Universitas Negeri Malang. Tembang macapat yang dianalisis hanya tembang yang menggunakan sandiasma. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penugasan dan pedoman studi dokumentasi. Data dalam penelitian ini adalah paparan verbal berupa larik-larik tembang macapat yang menggunakan sandiasma yang ditulis oleh mahasiswa Paket Jawa Jurusan Sastra Indonesia Angkatan 2008 Universitas Negeri Malang.

Dari 79 tembang macapat, terdapat 55 tembang yang penulisan guru lagu-nya tepat dan 24 tembang yang penulisan guru lagu-nya tidak tepat. Ketidaktepatan penggunaan guru lagu tersebut rata-rata disebabkan oleh tidak tepatnya penggunaan vokal ‘o’. Pada tembang yang berakhiran vokal ‘o’, seringkali penulis menggunakan kata-kata yang berakhiran dengan vokal ‘a’. Dalam Bahasa Jawa memang sulit membedakan kata yang berakhiran ‘o’ asli dan kata yang sebenarnya berakhiran ‘a’ tetapi pembacaannya ‘o’. Persentase ketepatan penulisan guru lagu adalah 69% dan penulisan guru lagu yang tidak tepat adalah 31%.

Dari 79 tembang macapat hanya terdapat 2 tembang yang penggunaan guru gatra­-nya tidak lengkap dan 77 tembang yang lainnya penulisan guru gatra-nya sudah lengkap sesuai metrum tembang macapat. Dalam menulis tembang macapat memang jarang ditemui kesalahan dalam penulisan guru gatra. Persentase kelengkapan penulisan guru gatra adalah 98% dan penulisan guru gatra yang tidak lengkap adalah 2%.

Dari 79 tembang macapat, terdapat 53 tembang yang penulisan guru wilangan-nya tepat dan 26 tembang yang penulisan guru wilangan-nya tidak tepat. Ketidaktepatan penggunaan guru wilangan tersebut disebabkan oleh tidak tepatnya penghitungan suku kata, yaitu kelebihan satu suku kata atau kekurangan satu suku kata. Ada pula yang disebabkan oleh terbaliknya penghitungan antara baris yang satu dengan baris yang selanjutnya. Persentase ketepatan penulisan guru wilangan adalah 67% dan penulisan guru wilangan yang tidak tepat adalah 33%.

Menulis tembang menggunakan sandiasma berbeda dengan menulis tembang yang biasa. Dalam menulis tembang yang menggunakan sandiasma harus menyesuaikan antara jumlah huruf nama penulis dengan jumlah baris tembang. Dari 88 mahasiswa Paket Jawa di Jurusan Sastra Indonesia, hanya ada 79 mahasiswa yang menulis tembang dengan menggunakan sandiasma.

Penelitian ini menggunakan data yang telah ada. Pada penelitian selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan penelitian ini dengan menerapkan metode pembelajaran di dalam kelas sehingga peneliti ikut terlibat dalam pemerolehan data. Selain itu, peneliti selanjutnya juga bisa mengembangkannya dengan cara menambah rumusan masalah yang akan dibahas, tidak hanya mencakup strukturnya saja tetapi juga mencakup diksi dan isinya.