SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Geguritan Karya Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Jetis Kabupaten Mojokerto

abdul aziz eka putra

Abstrak


ABSTRAK

 

Putra, Abdul Aziz Eka. 2013. Karakteristik Geguritan Karya Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Jetis Kabupaten Mojokerto. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumadi, M.Pd, (II) Karkono, S.S. M.A.

 

Kata kunci: karakteristik, geguritan karya siswa

Geguritan merupakan sebuah karya sastra yang mengadaptasi kehidupan modern. Pengarang bebas berekspresi menuangkan karyanya karena di dalam geguritan tidak ada aturan-aturan yang harus dipegang. Puisi Jawa modern atau geguritan sering kali disebut ‘puisi bebas’ karena puisi Jawa modern mencerminkan kebebasan dan tidak terikat oleh pola khusus seperti guru gatra, guru wilangan,dan guru lagu. Pembelajaran bahasa Jawa memiliki ruang lingkup yang mencakup empat aspek keterampilan, yaitu menyimak, membaca, menulis, dan berbicara. Keterampilan menulis bahasa Jawa di tingkat SMP meliputi menulis pengalaman pribadi, poster, iklan, karangan, dialog, keterampilan hidup, laporan kunjungan, surat undangan, geguritan, cerkak, teks pidato, dan huruf Jawa. Pembelajaran menulis geguritan dihadapkan pada berbagai kendala dalam pembelajaran. Hal yang perlu diperhatikan siswa dalam menulis geguritan adalah penggunaan unsur intrinsik puisi (geguritan) yang terdiri dari aspek tema, rima, majas, diksi, dan amanat. Pemilihan karakteristik geguritan tersebut didasarkan sejauh apa penggunaan aspek-aspek tersebut dalam menulis geguritan. Pembelajaran menulis geguritan merupakan salah satu kompetensi dasar yang terdapat pada kurikulum muatan lokal bahasa Jawa pada jenjang SMP kelas IX semester genap.

 

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan (1) karakteristik geguritan dari aspek tema, (2) karakteristik geguritan dari aspek rima, (3) karakteristik geguritan dari aspek majas, (4) karakteristik geguritan dari aspek diksi,dan (5) karakteristik geguritan dari aspek amanat dalam karya siswa kelas IX SMP Negeri 1 Jetis Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif karena berkaitan dengan suatu gejala kebahasaan yang sifatnya alamiah. Pendekatan yang sesuai dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif. Data dalam penelitian ini tentang hasil karya geguritan siswa. Sumber data dikumpulkan dengan memberi tugas menulis geguritan dengan tema bebas. Peneliti sendiri yang bertindak sebagai pelaksana penelitian. Peneliti yang mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam geguritan karya siswa kelas IX SMP Negeri 1 Jetis Kabupaten Mojokerto. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tugas kepada siswa. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap identifikasi data, klasifikasi data, kodifikasi data, dan penarikan simpulan atau penyajian data. Pengecekan keabsahan temuan dimulai dari menganalisis geguritan, membaca intensif secara teliti seluruh teks wacana yang terdapat dalam korpus data, diskusi dengan teman sejawat atau para ahli. Penelitian ini dilakukan tiga tahap penelitian, yakni (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) penyelesaian.

 

Hasil penelitian karakteristik geguritan karya siswa kelas IX SMP Negeri 1 Jetis Kabupaten Mojokerto meliputi (1) karakteristik geguritan dari aspek tema,ditemukan penggunaan tema percintaan berisi tentang masalah kehidupan remaja seperti putus cinta, perpisahan, kedukaan hati karena cinta, kesetiaan, dan kebimbangan, (2) karakteristik geguritan dari aspek rima, ditemukan rima berpola awal dan akhir baris, rima berpola akhir, rima vokal (asonansi), dan rima tidak berpola awal dan akhir baris, (3) karakteristik geguritan dari aspek majas, ditemukan penggunaan majas pleonasme dan tautologi, majas hiperbola, majas personifikasi, majas repetisi, majas epitet, majas antitesis, dan majas alegori. Penggunaan majas bervaiasi di setiap geguritan yang ditulis oleh siswa, (4) karakteristik geguritan dari aspek diksi, ditemukan kata konkret berupa kata benda ditemukan pilihan kata (diksi) paling banyak menggunakan makna denotatif, makna umum, dan tidak ditemukan penggunaan kata abstrak. Kata konkret berupa kata kerja ditemukan pilihan kata (diksi) berimbang antara makna denotatif dan konotatif, terdapat makna khusus dan makna umum, dan penggunaan kata abstrak. Kata konkret berupa kata sifat ditemukan pilihan kata (diksi) paling banyak menggunakan makna konotatif, makna khusus, dan banyak penggunaan kata abstrak. Simbol ditemukan simbol atau lambang untuk suatu hal yang bersifat nasional atau identitas negara dan kedaerahan. Citraan ditemukan kecenderungan menggunakan atau menggambarkan satu citraan, yakni citraan penglihatan, (5) karakteristik geguritan dari aspek amanat, ditemukan tentang nasihat, berbakti kepada orang tua, dan percintaan.

 

Berdasarkan hasil penelitian saran ditujukan kepada ilmuan atau peneliti bahasa Jawa untuk meningkatkan pengetahuan mengenai geguritan khususnya dalam karya siswa kelas IX SMP. Untuk ke depannya pengetahuan mengenai menulis geguritan dapat digunakan sebagai referensi tambahan guna membantu proses penelitian. Bagi guru SMP untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan menambah pemahaman tentang unsur intrinsik geguritan yang nantinya dapat diajarkan dan dikembangkan kepada peserta didik di sekolah sehingga kemampuan menulis bahasa Jawa para siswa dapat ditingkatkan lagi dalam pembelajaran geguritan.