SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL RUMAH TANPA JENDELA KARYA ASMA NADIA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENULISAN RPP BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER

RIZKI Ari PRASTIWI

Abstrak


ABSTRAK

 

Prastiwi, Rizki Ari. 2012. Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Rumah Tanpa Jendela Karya Asma Nadia dan Implementasinya dalam Penulisan RPP Berbasis Pendidikan Karakter. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., (II) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd.

 

Kata kunci : karya fiksi, nilai, pendidikan karakter

Karya fiksi memiliki dua fungsi, yaitu kesenangan (dulce) dan manfaat (utile). Karya fiksi memberikan kesenangan artinya, pembaca dapat menikmati cerita dan menghibur diri untuk mendapatkan kepuasan batin. Adapun karya fiksi memberikan manfaat artinya, pembaca dapat memetik pesan-pesan yang dapat memperluas wawasan pembaca tentang kehidupan. Karya sastra diciptakan pengarang dengan menampilkan nilai-nilai kehidupan. Karya fiksi berupa novel Rumah Tanpa Jendela ditulis oleh Asma Nadia dengan mengangkat ketangguhan seorang anak pemulung memperjuangkan hidup untuk mewujudkan mimpinya. Oleh karena itu, peneliti memanfaatkan novel Rumah Tanpa Jendela untuk meneliti nilai pendidikan karakter yang terdapat di dalamnya.

 

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Terdapat langkah lanjutan dari penelitian ini yaitu berupa implementasi nilai pendidikan karakter untuk penulisan RPP yang seharusnya dikembangkan dengan desain penelitian pengembangan. Namun penelitian ini terbatas pada pengembangan yang bersifat kolaboratif dengan melibatkan guru Bahasa Indonesia.  Data penelitian ini berupa paparan kebahasaan yang berupa sikap, perilaku, ucapan, dan pemikiran tokoh yang menunjukkan wujud (1) nilai ketuhanan, (2) nilai keluhuran pribadi, dan (3) nilai sosial dalam novel Rumah Tanpa Jendela dan hasil validasi. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument. Teknik pengumpulan data dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membaca novel untuk memperoleh makna keseluruhan, memberi tanda pada paparan kebahasaaan yang sesuai dengan tujuan penelitian, memberikan  kode, membaca ulang data yang sudah dikumpulkan, mengklasifikasikan data sesuai dengan kelompok sejenis berdasarkan indikator permasalahan, menginterpretasikan, mendeskripsikan, dan melakukan triangulasi atau pengecekan keabsahan data.

 

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh empat simpulan sebagai berikut. Pertama adalah wujud nilai ketuhanan untuk pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Rumah Tanpa Jendela berupa (1) keimanan dan ketakwaan yang diaktualisasikan dengan kepercayaan bahwa Allah mendengar dan mengabulkan doa, (2) bertawakal yang diaktualisasikan dengan berserah diri setelah melakukan usaha, (3) bersyukur yang diaktualisasikan dengan berterima kasih kepada Tuhan atas pemberian rezeki berupa makanan, dan (4) ihsan yang diaktualisasikan dengan melakukan kegiatan atas nama Allah.

 

Kedua, wujud nilai keluhuran pribadi untuk pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Rumah Tanpa Jendela berupa (1) jujur yang diaktualisasikan dengan berkata sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan, (2) tanggung jawab yang diaktualisasikan dengan melaksanakan tugas yang sesuai dengan kedudukan dalam keluarga, (3) hidup sehat yang diaktualisasikan dengan menjaga kebersihan diri, (4) kerja keras yang diaktualisasikan dengan berusaha keras untuk mewujudkan mimpi, (5) percaya diri yang diaktualisasikan dengan berani menunjukkan mimpi, (6) berjiwa wirausaha yang diaktualisasikan dengan menjual barang bekas, (7) kreatif dan inovatif yang diaktualisasikan dengan memanfaatkan barang bekas untuk membuat jendela, dan (8) memiliki rasa ingin tahu yang diaktualisasikan dengan membaca banyak buku tentang autis.

 

Ketiga, wujud nilai sosial untuk pendidikan karakter dalam novel Rumah Tanpa Jendela berupa (1) patuh pada aturan sosial yang diaktualisasikan dengan tidak mengkonsumsi alkohol dan narkoba, (2) menghargai karya orang lain yang diaktualisasikan dengan memuji karya orang lain, (3) santun yang diaktualisasikan dengan sopan dalam berkata, (4) demokratis yang diaktualisasikan dengan menjunjung persamaan hak belajar, (5) peduli sosial yang diaktualisasikan dengan membantu orang lain yang kesusahan, dan (6) peduli lingkungan hidup yang diaktualisasikan dengan menegur orang-orang yang merokok.

 

Keempat, implementasi nilai pendidikan karakter dalam penulisan RPP berbasis pendidikan karakter terdapat pada setiap komponen RPP, yaitu dengan langkah penentuan dan pengembangan (1) kompetensi dasar apresiasi prosa fiksi di SMA yang relevan dengan pendidikan karakter dan implementasi nilai pendidikan karakter dalam penulisan RPP berbasis pendidikan karakter, (2) indikator pencapaian kompetensi dan indikator karakter dalam pembelajaran apresiasi prosa fiksi serta implementasi nilai pendidikan karakter dalam penulisan RPP berbasis pendidikan karakter, (3) materi pokok untuk pengembangan indikator serta implementasi nilai pendidikan karakter dalam penulisan RPP berbasis pendidikan karakter, (4) kegiatan pembelajaran dan model pembelajaran serta implementasi nilai pendidikan karakter untuk penulisan RPP berbasis pendidikan karakter, (5) pemanfaatan penggalan novel Rumah Tanpa Jendela yang mengandung nilai pendidikan karakter sebagai sumber belajar dan implementasinya dalam penulisan RPP berbasis pendidikan karakter, dan (6) teknik penilaian berkarakter dan implementasinya dalam penulisan RPP berbasis pendidikan karakter.

 

Saran pada penelitian ini adalah agar penelitian ini dijadikan tolak ukur pada penelitian selanjutnya. Saran untuk guru adalah agar memanfaatkan nilai dalam karya sastra untuk alternatif penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter. Saran untuk penyusun bahan ajar adalah agar memanfaatkan karya sastra yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter sebagai bahan untuk penyusunan bahan ajar. Saran untuk pembaca adalah agar menjadikan nilai-nilai dalam karya sastra sebagai rujukan menjalani hidup yang lebih arif.