SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMBELAJARAN REPORTASE BERITA DI KELAS IX SMP NEGERI 3 MALANG TAHUN AJARAN 2012-2013

LAILA . AYUNINGTYAS

Abstrak


ABSTRAK

 

Ayuningtyas, Laila. 2012. Pembelajaran Reportase Berita di Kelas IX SMP Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2012/ 2013. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd, (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M.Hum.

 

Kata kunci: pembelajaran berbicara, reportase berita

Guru merupakan salah satu komponen yang menentukan sistem pendidikan secara keseluruhan. Hal ini karena di tangan gurulah kurikulum, sumber belajar, sarana dan prasarana serta iklim pembelajaran menjadi sesuatu yang berarti bagi siswa. Guru memegang peranan utama dalam membangun pendidikan formal di sekolah. Berdasarkan hal tersebut, guru dituntut memiliki kompetensi profesional, yaitu kemahiran merancang, melaksanakan, menilai, serta mengatasi kendala yang ditemukan dalam pembelajaran. Terkait dengan hal itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran reportase berita, (2) pelaksanaan pembelajaran reportase berita, (3) penilaian pembelajaran reportase berita, (4) kendala pembelajaran, serta (5) cara mengatasi kendala tersebut di kelas IX SMP Negeri 3 Malang pada tahun ajaran 2012/ 2013.

 

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa data kualitatif berwujud catatan lapangan mengenai perencanaan, pelaksanaan, penilaian pembelajaran, kendala yang dihadapi dan cara mengatasi kendala. Data tersebut diperoleh melalui teknik wawancara, kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa pedoman wawancara, kuesioner, pedoman observasi (kriteria penafsir data), dan pedoman studi dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan triangulasi data. Analisis data dilakukan dengan dengan tahapan klasifikasi data, penafsiran data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

 

Dari hasil penelitian, diperoleh lima temuan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, penilaian, kendala pembelajaran, dan cara mengatasi kendala pembelajaran. Pada RPP, perumusan indikator sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. Perumusan tujuan pembelajaran tidak sesuai dengan indikator, hanya salah satu indikator yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. Materi yang dipaparkan sudah sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai dan indikator yang dirumuskan, namun tidak diperinci. Metode yang digunakan bervariasi. Skenario pembelajaran dirumuskan secara jelas dan runtut, namun alokasi waktu setiap tahap kegiatan tidak diperinci. Rubrik penilaian tidak disertai kriteria penilaian yang jelas dan terukur.

 

Pembelajaran dilaksanakan 2 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Pertemuan pertama diarahkan kepada siswa mengenai mendeskripsikan peristiwa, pokok-pokok peristiwa, dan cara melaporkan peristiwa secara lisan dengan baik dan benar. Guru menayangkan contoh reportase berita agar siswa mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaporkan peristiwa dengan baik dan benar. Melalui media tersebut siswa termotivasi mengikuti pembelajaran. Di akhir pembelajaran, guru tidak melakukan refleksi, hanya memberikan tugas. Pada pertemuan kedua, lebih difokuskan pada siswa berlatih melaporkan peristiwa secara berkelompok di depan kelas. Selain melaporkan peristiwa, siswa juga menilai penampilan teman (peer assessement).

 

Penilaian dalam pembelajaran reportase berita terdiri dari penilaian hasil yang diperoleh dari performansi siswa melaporkan peristiwa. Bentuk instrumen yang digunakan yaitu tes tertulis dan tes unjuk kerja. Tes unjuk kerja disertai rubrik penilaian, sedangkan tes tertulis tidak disertai rubrik penilaian. Guru menggunakan cara kuantitatif yaitu memberikan penilaian dalam bentuk angka. Penilian hasil dapat mencakup seluruh siswa karena penampilan siswa diwujudkan dalam bentuk rekaman. Penilaian proses diambil dari hasil akhir tugas siswa. Jika tugas tersebut baik, maka penilaian prosesnya juga baik.

 

Secara umum, kendala guru yang dihadapi dalam pembelajaran reportase berita di kelas IX adalah pelaksanaan pembelajaran tidak sesuai dengan RPP, motivasi siswa kurang, waktu yang dibutuhkan lama, tidak dapat melakukan penilaian proses, kesulitan dalam penilaian afektif dan psikomorik, dan  jika penilaian kompetensi berbicara dilakukan secara individu, akan membutuhkan waktu yang lama. Kendala yang dihadapi siswa dalam pembelajaran reportase berita adalah gugup dan tidak percaya diri, takut salah bicara, tidak hafal teks, cacat bahasa, penggunaan bahasa yang tidak baku dan efektif, kurang lancar berbicara di depan umum, kondisi tempat peliputan berita yang ramai, narasumber yang sulit ditemui, dan penyesuaian waktu.

 

Cara yang digunakan guru untuk mengatasi kendala dalam pembelajaran reportase berita antara lain: kadang-kadang guru mencocokkan kembali antara pelaksanaan dengan RPP, menggunakan media pembelajaran yang bisa meningkatkan motivasi siswa, menggali ingatan siswa mengenai materi sebelumnya, penilaian proses dilihat dari hasil pekerjaan siswa, penilaian afektif dan psikomotorik dijadikan satu, dan untuk penilaian kompetensi berbicara, guru membentuk kelompok agar lebih efesien dan performansi siswa diwujudkan dalam bentuk rekaman reportase berita. Cara siswa dalam mengatasi kendala dalam pembelajaran reportase berita antara lain: berlatih menggunakan bahasa baku, melatih kelancaran berbicara, bertanya pada guru dan teman, melatih kepercayaan diri,  menghafal teks, menggunakan media, mengganti kata-kata yang sulit dengan kata-kata yang mudah dipahami, serta  menyesuaikan waktu antara siswa sebagai pewawancara dan narasumber.

 

Berkaitan dengan hasil penelitian di atas, disarankan kepada guru untuk memaparkan materi ajar dengan rinci dan lengkap, menyusun langkah-langkah pembelajaran secara rinci, maupun mengembangkan penilaian pembelajaran guna menunjang pembelajaran reportase berita melalui temu sejawat, maupun komunikasi dengan narasumber perguruan tinggi. Untuk peneliti lanjut melalui gambaran kendala pembelajaran reportase berita, peneliti lain dapat mengembangkan bahan, strategi, maupun media yang dapat menunjang pembelajaran reportase berita. Dengan dikembangkannya penelitian ini ke dalam jenis penelitian lain, maka hasil penelitian tersebut naantinya dapat memberikan sumbangan yang signifikan dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru.