SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN PELATIHAN KEMAMPUAN BERMAIN PERAN DENGAN METODE CONSTANTIN STANILAVSKY UNTUK NASKAH DRAMA BILA MALAM BERTAMBAH MALAM KARYA PUTU WIJAYA

COULINA DIKE VIRGINIS SHOLIHA

Abstrak


ABSTRAK

 

Sholiha, Coulina Dike Virginis. 2012. Pengembangan Buku Panduan Pelatihan Kemampuan Bermain Peran dengan Metode Constantin Stanilavsky untuk Naskah Drama Bila Malam Bertambah Malam Karya Putu Wijaya. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Abdus Syukur Ghazali, M.Pd, (II) Indra Suherjanto, S.Pd, M.Sn

 

Kata kunci: buku panduan pelatihan kemampuan bermain peran, metode Constantin Stanilavsky, naskah drama Bila Malam Bertambah Malam.

Bermain peran, khususnya dalam sebuah kelompok teater, tidak dapat diajarkan dengan cepat dan langsung tanpa ada persiapan yang cukup matang. Oleh karena itu perlu dibuat dan diterapkan cara yang dinilai efektif untuk bermain peran. Dengan adanya pengembangan buku panduan pelatihan kemampuan bermain peran, pelatihan berpusat pada aktor, bukan berpusat pada sutradara.

 

Metode pelatihan dalam bermain peran dapat dikatakan sebagai metode yang dirancang untuk memunculkan pelatihan kemampuan  aktor secara menyenangkan sehingga target memunculkan karakter tokoh dalam aktor tercapai. Pelatihan kemampuan bermain peran ini menitikberatkan pada aktor yang akan berusaha sendiri untuk memunculkan kemampuan bermain perannya. Sedangkan sutradara hanya menjadi fasilitator yang nantinya akan membantu mengarahkan aktor dalam bermain peran dengan langkah-langkah yang terangkum dalam buku panduan.

 

Penelitian ini menerapkan metode Constantin Stanilavsky, pertimbangannya Constantin Stanilavsky adalah sutradara, aktor, dan guru dalam bidang bermain peran. Ia adalah seorang teoritikus paling penting abad dua puluh dalam bidang seni teater. Stanilavsky memusatkan diri pada pelatihan keaktoran dengan pencarian laku secara psikologis. Ia terkenal menelurkan 6 prinsip pelatihan aktor yang menitikberatkan pada masalah tubuh dan pikiran aktor, body and mind untuk mewadahi psikologis aktor dan karakter naskah.

 

Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Melalui penelitian pengembangan ini, diperkenalkan buku panduan pelatihan bermain peran dengan metode Constantin Stanilavsky. Setiap tahapan metode tersebut terdiri atas kegiatan terstruktur sebagai metode pelatihan bermain peran. Pertimbangan pokok dalam menentukan metode pelatihan bermain peran terletak pada keefektifan proses pelatihan bermain peran melalui enam tahap prinsip Constantin Stanilavsky yang dikembangkan dan diwujudkan menjadi buku panduan pelatihan bermain peran.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan: (1) Deskripsi langkah buku panduan pelatihan kemampuan bermain peran dengan metode Constantin Stanilavsky untuk naskah BMBM karya Putu Wijaya prinsip pertama: aktor harus memiliki fisik prima, fleksibel, dan vokal yang terlatih dengan baik agar mampu memainkan berbagai peran, (2) Deskripsi langkah buku panduan pelatihan kemampuan bermain peran dengan metode Constantin Stanilavsky untuk naskah BMBM karya Putu Wijaya prinsip kedua: aktor harus mampu melakukan observasi kehidupan sehingga ia mampu menghidupkan akting, memperkaya gestur, serta mencipta vokal yang artifisial, (3) Deskripsi langkah buku panduan pelatihan kemampuan bermain peran dengan metode Constantin Stanilavsky untuk naskah BMBM karya Putu Wijaya prinsip ketiga: aktor harus menguasai kekuatan psikisnya untuk menghadirkan imajinasinya, (4) Deskripsi langkah buku panduan pelatihan kemampuan bermain peran dengan metode Constantin Stanilavsky untuk naskah BMBM karya Putu Wijaya prinsip keempat: aktor harus mengetahui dan memahami tentang naskah lakon, (5) Deskripsi langkah buku panduan pelatihan kemampuan bermain peran dengan metode Constantin Stanilavsky untuk naskah BMBM karya Putu Wijaya prinsip kelima: aktor harus berkonsentrasi pada imaji, suasana, dan intensitas panggung, dan (6) Deskripsi langkah buku panduan pelatihan kemampuan bermain peran dengan metode Constantin Stanilavsky untuk naskah BMBM karya Putu Wijaya prinsip keenam: aktor harus bersedia bekerja secara terus menerus dan serius mendalami pelatihan demi kesempurnaan dari dan penampilan perannya.

 

Subjek dalam penelitian ini adalah anggota teater SMA Syarif Hidayatullah Pasuruan yang telah lolos casting. Dari 21 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler teater, dipilih 4 orang calon aktor yang lolos berdasarkan karakteristik tokoh pada naskah drama Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya. Akan tetapi, pelatihan ini hanya dibatasi 2 subjek penelitan yang dinilai dalam proses pelatihan bermain peran, yaitu tokoh Gusti Biang dan Wayan yang membawakan tema cerita. Aktor tersebut mengikuti pelatihan akting dan dialog selama 11 kali pertemuan sesuai tahapan metode Constantin Stanilavsky.

 

Spesifikasi produk yang dihasilkan berupa buku panduan pelatihan bermain peran dengan metode Constantin Stanilavsky untuk naskah drama Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya yang telah diujicobakan pada ahli pembelajaran drama, uji praktisi yaitu pelatih, dan uji lapangan yaitu aktor.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa buku panduan pelatihan kemampuan bermain peran dengan metode Constantin Stanilavsky dapat digunakan untuk kegiatan pelatihan bermain peran karena berdasarkan analisis proses seluruh tahapan kegiatan menunjukkan bahwa aktor dapat bermain peran dengan baik. Analisis proses tersebut dapat disimpulkan bahwa aktor telah mampu mengembangkan kemampuan bermain peran dengan baik pada enam tahapan prinsip bermain peran oleh Constantin Stanilavsky.