SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MORALITAS CERITA KUNJARAKARNA PADA RELIEF CANDI JAJAGHU DUSUN JAGO KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG

fitri elizi

Abstrak


ABSTRAK

 

Elizi, Fitri. 2009. Moralitas Cerita Kunjarakarna pada Relief  Candi JajaghuDusun Jago Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Skripsi, JurusanBahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.Pembimbing : Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M. Pd., dan Dwi Sulistyorini,S.S., M.Hum.

 

Kata kunci : moralitas, cerita rakyat, relief

Indonesia adalah negara yang terkenal akan kekayaan sejarah budayanya,termasuk kesenian, kesusastraan, dan kepercayaan agama. Masyarakat Indonesiaperlu mengadakan berbagai upaya untuk mempertahankan budaya luhur bangsaIndonesia. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan menggali kembalipeninggalan-peninggalan daerah yang mengandung nilai-nilai luhur melaluipenelitian, pengkajian, dan pengembangan bahasa dan sastra daerah. Nilai-nilailuhur tersebut dapat kita gali dari cerita rakyat, karena cerita rakyat mengandungbanyak nilai luhur yang dapat dipetik  diantaranya adalah nilai moral. Salah satucerita rakyat yang dituliskan adalah cerita yang terdapat pada dinding candi ataulebih dikenal dengan relief. Cerita pada relief tersebut memiliki nilai moral jikadikaji.

 

Penelitian ini menggunaka rancangan deskriptif kualitatif denganpendekatan moral. Pendekatan tersebut digunakan untuk moralitas yang terdapatdalam cerita Kunjarakarna pada relief Kunjarakarna di candi Jajaghu.  Sumberdata yang peneliti gunakan adalah relief Kunjarakarna yang ada pada candi Jago.Narasumber dalam penelitian ini adalah juru kunci, biksu, tokoh masyarakat, danwarga masyarakat sekitar Candi Jajaghu.

 

Moralitas sosial pada cerita Kunjarakarna pada relief Candi Jago meliputi :(a) kepatuhan, bentuk kepatuhan pada cerita Kunjarakarna yaitu kepatuhanKunjarakarna pada tuhan dan kepatuhan Kusumagandawati pada Purnawijayaagar menunggui jasad Purnawijaya. Kepatuhan pada cerita  Kunjarakarnadigambarkan pada adegan ketiga, ke-12 dan ke- 13, (b) pemberani, bentukpemberani pada cerita Kunjarakarna yaitu Kunjarakarkarna yang tetap masukkedalam nerakameski telah diperingatkan Dwarapala. Sifat pemberani pada ceritaKunjarakarna digambarkan adegan ketiga dan keempat, (c) tanggung jawab,bentuk tanggung jawab pada cerita Kunjarakarna yaitu Purnawijaya yangdigambarkan menjalani siksaan di neraka untuk mempertanggung jawabkanperbuatannya. Sifat tanggung jawab pada cerita Kunjarakarna digambarkan padaadegan ke-25 dan ke-26, (d) setia, bentuk setia pada cerita Kunjarakarna yaitu Kusumagandawati yang setia menunngui jasad suaminya dan Kusumagandawati melakukan pemujaan untuk memohonkan ampun dosa suaminya. Sifat setia padacerita Kunjarakarna tampak panel ke-13, ke-31 dan ke-32, (e) suka menolong,bentuk suka menolong pada cerita Kunjarakarna yaitu Kunjarakarnamengantarkan Purnawijaya menemui Budha Wairocana. Sifat suka menolongpada cerita Kunjarakarna terdapat pada panel ke-10, (f) peduli nasib orang lain,bentuk peduli pada nasib orang lain pada cerita Kunjarakarna yaitu Kunjarakarnamelihat sebuah tempat penyiksaan yang disiapkan untuk Purnawijaya yang akan segera meninggal dan melihatitu Kunjarakarna memberitahu Purnawijaya. Sifatpeduli nasib orang lain pada cerita Kunjarakarna terdapat pada panel keenam danketujuh, (g) mengingatkan orang lain yang melakukan kesalahan, bentukmengingatkan orang lain pada cerita Kunjarakarna yaitu kedatangan Kunjarakarnake tempat Purnawijaya untuk memperingatkan kesalahan Purnawijaya. Sifat yangsuka mengingatkan orang lain  yang melakukan kesalahan tampak pada panel ke-10. Moralitas religi pada cerita Kunjarakarna pada relief candi Jago adalahsebagai berikut : (a) memohon ampun, bentuk memohon ampun yaituKunjarakarna yang dalam posisi berjongkok menyembah memohon ampun padaBuddha Wairocana, Purnawijaya datang memohon ampun pada BuddhaWairocana, Kusumagandawati datang memuja kepada Buddha Wairocanamemohonkan ampun untuk suaminya. Pada cerita Kunjarakarna memohon ampunampak padapanel kedua, ke-10, ke-31 dan ke-32, (b) Taubat, bentuk taubat padacerita Kunjarakarna yaitu Purnawijaya datang memohon ampun pada BuddhaWairocana dan Purnawijaya digambarkan dalam hutan Mahameru menujupertapaannya. Taubat nampak pada panel ke-10, ke-12, dan ke-49.

 

Disarankan bagi peneliti lain yang akan mengadakan penelitian yangberkaitan dengan cerita Kunjarakarna, mampu mengadakan penelitian daripendekatan lain selain nilai moral. Relief adalah cerita yang dipahatkan di dindingcandi, pada cerita relief tersebut banyak hal yang bisa dikaji. Sehingga karyasastra tidak hanya meliputi novel, cerpen dan puisi, namun juga cerita yang adapada relief suatu candi. Bagi pembaca diharapkan dapat menghayati dan mengambil pelajaran nilai moral-nilai moral yang terdapat pada ceritaKunjarakarna. Bagi lembaga terkait, diharapkan dari nilai moral yang terjadi padapenelitian ini, lembaga terkait dapat mengambil hikmah dan menanamkan nilaimoral tang baik dalam berbangsa dan bernegara. Selain itu, agar dinas yang terkaitagar menyokong pelestarian warisan leluhur kita berupa candi pada umumnya danCandi Jago pada khususnya. Pelestarian ini bertujuan agar warisan leluhurtersebut dapat dinikmati oleh generasi penerus.