SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Teknik Diskusi Prokonet (Pro, Kontra, dan Netral) terhadap Kemampuan Berbicara Siswa Kelas X SMA Islam Malang

Siti Nur Aini

Abstrak


Kemampuan berbicara harus dimiliki siswa kelas X, khususnya berdiskusi karena merupakan tuntutan kompetensi dasar kurikulum 2006. Salah satu cara agar kemampuan berbicara siswa menjadi lebih baik adalah dengan menggunakan sebuah teknik diskusi. Teknik diskusi yang dapat dikembangkan dalam kelas adalah debat. Debat sangat menarik dijadikan sebagai metode pembelajaran diskusi, tetapi dalam debat kecil kemungkinan menemukan titik temu masalah atau penyelesaian masalah. Peneliti mencoba mengembangkan debat menjadi teknik diskusi prokonet dengan menambahkan satu komponen sebagai penyelesai masalah dalam pembelajaran diskusi prokonet. Oleh karena itu, penelitian ini mencari pengaruh teknik diskusi prokonet yang dikembangkan dari debat terhadap kemampuan berbicara siswa.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik diskusi prokonet terhadap kemampuan berbicara siswa kelas X SMA Islam Malang. Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Malang pada tanggal 21 Agustus sampai 8 September 2008. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah pedoman penilaian dan checklist. Adapun data penelitian ini adalah nilai kemampuan berbicara siswa dari segi logat bicara, tatabahasa, kosakata, kelancaran berbicara, dan pemahaman isi Pembicaraan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Hasil penelitian tentang pengaruh penggunaan teknik diskusi prokonet terhadap kemampuan berbicara setelah pengujian hipotesis pada aspek logat bicara, tatabahasa, kosakata, kelancaran berbicara, dan pemahaman isi pembicaraan diperoleh hasil bahwa nilai kemampuan berbicara siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan analisis data tersebut disimpulkan ”Ada pengaruh yang signifikan teknik diskusi prokonet terhadap kemampuan berbicara siswa kelas X SMA Islam Malang”. Terbukti pada kemampuan berbicara siswa aspek logat bicara nilai rata-rata kelompok kontrol 72.80 dan kelompok eksperimen 86.00, aspek tatabahasa nilai rata-rata kelompok kontrol 76.26 dan kelompok eksperimen 86.66, aspek kosakata nilai rata-rata kelompok kontrol 73.26 dan kelompok kontrol 88.06, aspek kelancaran berbicara nilai rata-rata kelompok kontrol 76.86 dan kelompok eksperimen 87.60, aspek pemahaman isi pembicaraan nilai rata-rata 79.86 dan kelompok eksperimen 89.66. Nilai rata-rata siswa yang menggunakan teknik diskusi prokonet lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata siswa yang menggunakan debat.

Berdasarkan hasil ini, dapat disarankan bagi guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya bisa menerapkan pembelajaran berbicara dengan menggunakan teknik diskusi prokonet sebab kemampuan berbicara siswa menjadi lebih baik. Bagi peneliti lain, jika ingin melakukan penelitian dengan teknik diskusi disarankan untuk mencoba mengembangkan metode pembelajaran lain agar siswa memiliki kemampuan berbicara yang lebih baik. Selain itu, pembelajaran dengan teknik diskusi prokonet sampel dan populasi lebih diperluas jenjang pendidikannya. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa pada aspek penilaian berbicara hendaknya lebih ditingkatkan lagi dengan menambahkan aspek dalam mengukur kemampuan berbicara siswa.

Teks Penuh: DOC