SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Menulis Kreatif Puisi Baru Siswa Kelas X MAN 1 Prambon Nganjuk Tahun Ajaran 2012/2013

Novia Amelia Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Novia Amelia. 2012. Kemampuan Menulis Kreatif Puisi Baru Siswa Kelas X MAN 1 Prambon Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Yuni Pratiwi, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.Pd., M.Sn.

 

Kata kunci: menulis kreatif, puisi baru, pembelajaran sastra

Puisi merupakan salah satu media bagi siswa untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan. Siswa dapat mengungkapkan hasil-hasil pemikiran terhadap suatu masalah atau respon-respon perasaannya dengan menulis puisi. Pembelajaran menulis kreatif puisi memberi kesempatan dan pengalaman belajar bagi siswa untuk mengungkapkan pikiran, cita-cita, dan pengalaman hidupnya. Kemampuan menulis puisi siswa dapat diketahui dari puisi yang ditulisnya.

 

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis kreatif puisi baru siswa kelas X MAN 1 Prambon. Secara khusus, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis kreatif puisi baru siswa kelas X MAN 1 Prambon berdasarkan struktur fisik pada aspek (a) diksi (pilihan kata), (b) pengimajian, (c) bahasa figuratif, (d) rima dan irama, (e) larik atau baris, (f) bait, dan (g) tipografi (tata wajah); dan mendeskripsikan kemampuan menulis kreatif puisi baru siswa kelas X MAN 1 Prambon berdasarkan struktur batin pada aspek (a) tema, (b) nada dan suasana, (c) perasaan, dan (d) amanat.

 

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data penelitian  ini berupa skor kemampuan menulis puisi siswa kelas X MAN 1 Prambon berdasarkan struktur fisik dan struktur batin. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 1 Prambon yang berjumlah 167 siswa. Penelitian ini tidak memerlukan pengambilan sampel karena subjeknya tidak terlalu banyak, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes, dan penyebaran angket. Analisis data dilakukan dalam empat tahap, yaitu (1) seleksi data, (2) penskoran, (3) mengurutkan dan mengelompokkan, dan (4) menetapkan tingkat kemampuan menulis puisi.

 

Berdasarkan analisis data, diperoleh informasi bahwa kemampuan siswa kelas X MAN 1 Prambon dalam menulis kreatif puisi baru berdasarkan struktur fisik pada aspek diksi (pilihan kata), yaitu sebesar 100% (117 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori mampu, dan tidak ada siswa yang memiliki kualifikasi dengan kategori kurang mampu. Kemampuan siswa kelas X MAN 1 Prambon dalam menulis kreatif puisi baru berdasarkan struktur fisik pada aspek pengimajian, yaitu sebesar 52% (61 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori mampu, dan sebesar 48% (56 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori kurang mampu. Kemampuan siswa kelas X MAN 1 Prambon dalam menulis kreatif puisi baru berdasarkan struktur fisik pada aspek bahasa figuratif, yaitu sebesar 86% (101 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori mampu, dan sebesar 14% (16 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori kurang mampu. Kemampuan siswa kelas X MAN 1 Prambon dalam menulis kreatif puisi baru berdasarkan struktur fisik pada aspek rima dan irama, yaitu sebesar 41% (48 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori mampu, dan sebesar 59% (69 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori kurang mampu. Kemampuan siswa kelas X MAN 1 Prambon dalam menulis kreatif puisi baru berdasarkan struktur fisik pada aspek larik atau baris, yaitu sebesar 100% (117 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori mampu, dan tidak ada siswa yang memiliki kualifikasi dengan kategori kurang mampu. Kemampuan siswa kelas X MAN 1 Prambon dalam menulis kreatif puisi baru berdasarkan struktur fisik pada aspek bait, yaitu sebesar 97% (114 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori mampu, dan sebesar 3% (3 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori kurang mampu. Kemampuan siswa kelas X MAN 1 Prambon dalam menulis kreatif puisi baru berdasarkan struktur fisik pada aspek tipografi, yaitu sebesar 100% (117 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori mampu, dan tidak ada siswa yang memiliki kualifikasi dengan kategori kurang mampu.

 

Kemampuan siswa kelas X MAN 1 Prambon dalam menulis kreatif puisi baru berdasarkan struktur batin pada aspek tema, yaitu sebesar 100% (117 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori mampu, dan tidak ada siswa yang memiliki kualifikasi dengan kategori kurang mampu. Kemampuan siswa kelas X MAN 1 Prambon dalam menulis kreatif puisi baru berdasarkan struktur batin pada aspek nada, yaitu sebesar 100% (117 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori mampu, dan tidak ada siswa yang memiliki kualifikasi dengan kategori kurang mampu. Kemampuan siswa kelas X MAN 1 Prambon dalam menulis kreatif puisi baru berdasarkan struktur batin pada aspek suasana, yaitu sebesar 100% (117 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori mampu, dan tidak ada siswa yang memiliki kualifikasi dengan kategori kurang mampu. Kemampuan siswa kelas X MAN 1 Prambon dalam menulis kreatif puisi baru berdasarkan struktur batin pada aspek perasaan, yaitu sebesar 93% (109 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori mampu, dan sebesar 7% (8 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori kurang mampu. Kemampuan siswa kelas X MAN 1 Prambon dalam menulis kreatif puisi baru berdasarkan struktur batin pada aspek amanat, yaitu sebesar 100% (117 siswa) memiliki kualifikasi dengan kategori mampu, dan tidak ada siswa yang memiliki kualifikasi dengan kategori kurang mampu.

 

Secara keseluruhan, siswa kelas X MAN 1 Prambon kurang mampu menulis kreatif puisi baru, karena siswa yang memiliki kualifikasi kemampuan dengan kategori mampu hanya sebesar 3% siswa. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 60. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru sebagai pengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia agar selalu membimbing siswanya dalam menulis kreatif puisi, serta memotivasi siswa agar minat terhadap menulis puisi lebih besar. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengadakan penelitian terhadap kegiatan pembelajaran menulis puisi dengan metode atau rumusan masalah yang berbeda.