SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

tindak tutur evaluatif guru dalam pembelajaran di kelas 1 SD Negeri 1 kesatrian Malang

Rini Oktaviana Monoarfa

Abstrak


ABSTRAK

 

Oktaviana. M, Rini. 2012. Tindak Tutur Evaluatif Guru dalam Pembelajaran di Kelas 1 SD Negeri Kesatrian 01 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd., (II) Dr. Sunaryo HS, S.H., M.Hum.

 

Kata Kunc : tindak tutur evaluatif, guru, pembelajaran

Peristiwa tutur adalah wacana yang berupa percakapan, pidato, surat dan lain-lain, maka tindak tutur merupakan unsur yang pembentuknya berupa tuturan. Ragam tindak sendiri antara lain penanda, pengantar, pemancingan, pemeriksaan, direktif, informatif, dorongan, petunjuk, isyarat, tawaran, penunjukkan, pengakuan, balasan atau jawaban, reaksi, komentar, persetujuan, evaluasi, tekanan diam, metastatemen, kesimpulan, putaran, dan sampingan. Dari berbagai macam tindak tutur yeng telah disebutkan, hampir setiap tindak tutur terjadi di dalam kehidupan berbahasa atau bermasyarakat baik disadari atau tidak disadari oleh. Penelitian ini akan berkaitan dengan dunia pendidikan dalam hal berbahasa khususnya tindak tutur guru atau pendidik. Penelitian ini ditujukan pada tindak tutur evaluasi guru dalam wacana kelas karena tindak tutur evaluatif biasanya dilakukan oleh para pendidik dan sering terjadi dalam dunia pendidikan khususnya guru yang bermaksud untuk memberikan penilaian terhadap siswanya. Peneliti bertujuan ingin mengetahui bagaimana bentuk atau wujud, fungsi dan makna bahasa guru saat melakukan evaluasi tehadap hasil kerja siswa. Dapat diartikan bahwa tindak tutur evaluatif adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya agar ujarannya diartikan sebagai evaluasi atau penilaian tentang hal yang disebutkan di dalam tuturan itu.

 

Pemilihan guru didasarkan pada sering terjadinya peristiwa tutur pada guru saat proses pembelajaran di kelas. Tindak tutur evaluatif berperan sangat penting dalam berkomunikasi atau bermasyarakat khususnya dunia pendidikan yang penuturnya adalah guru. Karena hal tersebut dapat mempengaruhi dan menunjang prestasi siswa dalam belajar di kelas. Siswa dapat termotivasi dan dapat mengevaluasi diri sendiri dari tindak tutur evaluatif guru. Yang termasuk tindak tutur evaluatif misalnya tindakan memuji, mengkriktik, menyalahkan, memberikan penghargaan. Dan ini sering terjadi pada guru, sehingga tintak tutur evaluatif lebih dominan terjadi pada guru dalam proses pembelajaran di kelas.

 

Secara umum tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindak tutur evaluatif guru dalam pembelajaran di kelas 1 SDN Kesatrian 1 Malang. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur evaluatif guru dalam pembelajaran kelas 1 SDN Kestrian 1 Malang, (2) fungsi tindak tutur evaluatif guru dalam pembelajaran kelas 1 SDN Kestrian 1 Malang.

 

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dimana jenis penelitiannya berupa interaksi kelas. Dalam penelitian ini peneliti terjun langsung ke lapangan penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru kelas dan guru bidang studi tertentu di kelas 1SDN Kesatrian Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan metode simak dalam penelitiannya dengan teknik simak bebas libat cakap, yaitu peneliti tidak terlibat dalam interaksi antara guru dan siswa, peneliti hanya menjadi pengamat penuh dalam penggunaan bahasa atau tindak tutur guru dalam pembelajaran di kelas. Metode simak yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, perekaman, transkrip data, dan identifikasi data. Analisis dengan teknik alir ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan hasil akhir. Pada tahap reduksi data meliputi pengidentifikasian, pengklasifikasian dan pengkodean unit tindak tutur evaluatif guru dalam pembelajaran di kelas. Tahap sajian data meliputi kegiatan penataan data yang telah direduksi. Dilanjutkan dengan penafsiran data yang didasarkan pada analisis prinsip pragmatik. Kemudian, penarikan kesimpulan dilakukan terhadap penafsiran data setelah disajikan. Terakhir, dilakukan pengecekan ulang terhadap hasil penarikan kesimpulan data.

 

Berdasarkan analisis data, dapat diperoleh tiga temuan. Pertama, bentuk tindak evaluatif dalam pembelajaran kelas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa macam bentuk tindak evaluatif guru dalam pembelajaran yang ditemukan. Bentuk tersebut meliputi (1) bentuk tindak tutur evaluatif memuji, (2) bentuk tindak tutur evaluatif mengkritik, (3) bentuk tindak tutur evaluatif menyanjung, (4) bentuk tindak tutur evaluatif menyalahkan, (5) bentuk tindak tutur evaluatif mengingatkan, (6) bentuk tindak tutur evaluatif menyarankan, (7) bentuk tindak tutur evaluatif menganjurkan, dan (8) bentuk tindak tutur evaluatif memperbaiki. Kedua, penggunaan fungsi tindak tutur evaluatif guru dalam pembelajaran di kelas diwujudkan dalam beberapa fungsi. Fungsi tersebut meliputi (1) fungsi tindak tutur evaluatif memuji, (2) fungsi tindak tutur evaluatif mengkritik, (3) fungsi tindaktutur  evaluatif menyanjung, (4) fungsi tindak tutur evaluatif menyalahkan, (5) fungsi tindak tutur evaluatif mengingatkan, (6) fungsi tindak tutur evaluatif menyarankan, (7) fungsi tindak tutur evaluatif menganjurkan, dan (8) fungsi tindak tutur evaluatif.

 

Berdasarkan simpulan tersebut, dapat diajukan tiga saran. Pertama, bagi guru, hasil penelitian ini sebagai acuan untuk merencanakan pembelajaran yang mampu menumbuhkan keaktifan siswa dan daya kreativitas dalam mengembangkan potensi. Kedua, bagi penelitian berikutnya, jangkauan masalah dalam penelitian ini perlu diperluas lagi. Untuk keperluan tersebut, peneliti berikutnya dapat memperhatikan: (1) kajian penggunaan terhadap tindak evaluatif guru dalam pembelajaran kelas perlu diperdalam lagi; (2) Kajian dalam ujaran kelas masih luas selain tindak evaluatif, misalnya tindak tutur lain yang digunakan dalam pembelajaran kelas, yaitu penanda (marker), pengantar (starter), pemeriksaan (check), informatif, dorongan (prompt), petunjuk (clue), isyarat (cue), tawaran (bid), penunjukan, pengakuan (acknowledge), jawaban (replay), reaksi, komentar, persetujuan (accept), tekanan diam (silent stress), kesimpulan, putaran (loop), dan sampingan (aside).