SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENDIDIKAN KARAKTER YANG DITEMUKAN DALAM UNSUR-UNSUR INTRINSIK NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA

Mochamad Faizal Mohtarom

Abstrak


ABSTRAK

Mohtarom, Mochamad Faizal. 2012. Pendidikan Karakter yang Ditemukan dalam Unsur-Unsur Intrinsik Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. Roekhan, M.Pd.

Kata kunci: unsur intrinsik, pendidikan karakter, novel

            Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendidikan karakter  yang ditemukan di dalam unsur-unsur intrinsik novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Unsur-unsur intrinsik meliputi tema, latar, dan penokohan, sedangkan pendidikan karakter meliputi : (1) unsur pendidikan karakter yakni afektif, kognitif, psikomotorik dan (2)  pola pendidikan karakter.  

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, karena menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis. Data penelitian ini adalah kutipan novel yang berupa paparan narasi dan dialog yang mengandung pendidikan karakter. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Novel ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka Yogyakarta pada tahun 2008. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai human instrument yang bertugas mengumpulkan dan mengolah data. Prosedur pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan tahapan berikut: (1) membaca dengan cermat novel Sang Pemimpi; (2) mengidentifiasi naskah yang mengandung pendidikan karakter; (3) memilah-milah naskah sesuai dengan rumusan masalah; dan (4) menginterpretasi data kemudian dari hasil interpretasi terdapat hasil temuan.

Deskripsi hasil analisis adalah pendidikan karakter dalam novel sang pemimpi dipengaruhi oleh tiga elemen pendidikan, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat yang disebut sebagai educational networker. Pendidikan karakter juga mencakup tiga dimensi dasar kemanusiaan, yakni afektif, kognitif, dan psikomotorik. Unsur afektif dalam novel sang pemimpi ditemukan pada unsur intrinsik tokoh, yakni kualitas keimanan Arai dan budi pekerti luhur Pak Balia sebagai guru. Unsur kognitif dalam novel sang pemimpi ditemukan pada unsur intrinsik tokoh, yakni kapasitas pikir Arai dan daya intelektualitas Arai dan Ikal, serta penguasaan ilmu pengetahuan oleh   A Put sebagai tokoh masyarakat. Selain itu, unsur kognitif juga ditemukan dalam unsur intrinsik latar, yakni keharusan masyarakat Belitung dalam penguasaan ilmu agama, khususnya Islam sebagai cermin budaya Melayu. Unsur psikomotorik dalam novel sang pemimpi ditemukan pada unsur intrinsik alur, yakni peristiwa di PHK-nya karyawan pabrik timah yang mengharuskan anak SMA Belitung melakukan pekerjaan sambilan agar tetap dapat bersekolah, hal tersebut merupakan pengembangan keterampilan teknis. Selain itu, juga ditemukan dalam unsur intrinsik tokoh, yakni kekaguman Arai pada Bang Zaitun yang terampil bermain alat musik. Temuan terakhir yaitu pola pendidikan karakter dalam novel Sang Pemimpi adalah: (1) keteladanan, yaitu berupa contoh tindakan yang dilakukan tokoh dalam novel dan tokoh inspirasi yang dalam hal ini disebut sebagai model pemberi contoh; (2) nasehat verbal (diskusi), yaitu ungkapan yang dikemukakan oleh orang yang lebih tua baik itu guru atau ayah dan ibu, serta oleh sesama teman yaitu berupa diskusi mengenai suatu hal; (3) larangan, yaitu berupa aturan yang mengikat dan peringatan-peringatan agar tidak melanggar norma; (4) dan kebiasaan atau rutinitas, yaitu kegiatan yang dilakukan terus-menerus dan konsisten.