SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Latih Membaca Cepat Berbasis Metode Gerak Mata untuk Pembelajaran di SMA

Cicik Tri Jayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Jayanti, Cicik Tri. 2012. Pengembangan Media Latih Membaca Cepat Berbasis Metode Gerak Mata untuk Pembelajaran di SMA. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Nurhadi, M. Pd. (2) Dr. Nurchasanah, M. Pd.

 

Kata kunci: pengembangan media latih, membaca cepat, metode gerak mata, pembelajaran membaca.

Membaca cepat adalah keterampilan membaca untuk memeroleh informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya yang kecepatan efektif membaca (KEM)-nya dapat dinyatakan dalam satuan kata per menit (kpm). Membaca cepat menjadi kemampuan yang penting di era ledakan informasi seperti saat ini. Akan tetapi, tak banyak orang yang menguasai keterampilan tersebut karena adanya hambatan-hambatan dalam membaca cepat, diantaranya hambatan yang bersifat internal.

 

Terdapat metode yang dapat mengatasi hambatan-hambatan dalam membaca cepat, yakni metode gerak mata. Metode gerak mata adalah cara membaca yang cepat dan efektif dengan berpijak pada pemikiran bahwa semakin luas mata menjangkau bacaan, semakin cepat pula kemampuan membacanya. Metode gerak mata meliputi tiga cara, yakni (1) mempercepat gerak mata, (2) memperluas jangkauan mata, dan (3) menghindari regresi. Akan tetapi, metode ini tidak disempurnakan dengan penggunaan media latih dalam pembelajaran membaca cepat. Padahal, membaca cepat bukanlah keterampilan yang bersifat insting, melainkan keterampilan yang dilatihkan. Kenyataan tersebut diketahui dari hasil eksplorasi terhadap dokumen, pustaka, penelitian terdahulu, serta wawancara guru dan siswa.

 

Berdasarkan kenyataan itulah, dikembangkan media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA. Penelitian pengembangan ini memiliki empat tujuan, yakni (1) mendeskripsikan hasil eksplorasi terhadap kebutuhan media latih untuk pembelajaran membaca cepat SMA, (2) mengembangkan media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA, (3) mendeskripsikan hasil uji produk terhadap media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA, dan (4) merevisi media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA.

 

Penelitian ini menggunakan model pengembangan dari Borg dan Gall (1983). Metode penelitian ini terdiri atas tiga tahapan utama, yakni (1) kegiatan prapengembangan dengan melaksanakan eksplorasi terhadap kebutuhan media latih di lapangan, (2) kegiatan pengembangan dengan mengembangkan media latih, dan (3) kegiatan pascapengembangan dengan melaksanakan uji ahli, uji lapangan, serta merevisi media latih.

 

Terdapat empat hasil dalam penelitian ini. Pertama, eksplorasi terhadap kebutuhan media latih membaca cepat berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran di SMA menunjukkan bahwa guru dan siswa SMA membutuhkan media latih untuk pembelajaran 3 KD. Kedua, dihasilkan produk soft copy berupa tayangan PPT, produk hard copy berupa buku kerja untuk siswa, dan buku panduan penggunaan untuk guru berbasis metode gerak mata untuk pembelajaran membaca cepat di SMA.

 

Ketiga, uji produk terhadap ahli membaca cepat, ahli media pembelajaran, praktisi pendidikan, uji lapangan kelompok kecil terhadap lima belas siswa SMA Negeri Pronojiwo, dan uji lapangan kelompok besar terhadap tiga puluh delapan siswa kelas XII IPS 1 di SMA Negeri Pronojiwo yang menghasilkan kategori bahwa media ini layak dan dapat diimplementasikan. Hal itu dapat dilihat dari persentase yang diperoleh berturut-turut dari ahli membaca cepat, ahli media pembelajaran, praktisi, uji kelompok kecil, dan uji kelompok besar yang menunjukkan angka 68%, 98%, 96%, 92%, dan 91%.

 

Keempat, revisi berdasarkan masukan subjek ahli dan subjek uji coba, diantaranya pada produk soft copy yang semula 65 slide menjadi 71 slide. Halaman buku kerja yang semula 16 menjadi 26 lembar. Selain itu, suplemen media yang semula 10 menjadi 15 halaman. Tambahan halaman tersebut diperoleh dari masukan yang terdiri atas dua, yakni masukan yang diwujudkan dalam revisi dan masukan yang tidak diwujudkan dalam revisi. Pertama, masukan yang ditindaklanjuti berupa revisi diantaranya pada bagian Memperlebar Jangkauan Mata, ahli membaca cepat memberikan masukan agar media ini juga melatih keterpahaman. Masukan tersebut diwujudkan dengan menambahkan lima belas soal pilihan ganda yang melengkapi tiga teks, yakni teks yang berjudul (1) Kari Bisa Perangi Kanker, (2) Peringatan Pertama terhadap Bahaya Tembakau, dan (3) Peminat Bahasa Indonesia Terus Turun. Soal pilihan ganda tersebut terdapat dalam buku kerja halaman 13—18. Kedua, masukan yang tidak dapat ditindaklanjuti, diantaranya, pada nomor 13, ahli memberikan masukan agar jenis teks dibuat bervariasi dan disesuaikan dengan minat siswa SMA. Untuk masukan ini, peneliti tidak melakukan revisi karena kesebelas teks yang digunakan telah sesuai dengan pemilihan topik dari hasil analisis kebutuhan.

 

Sementara itu, saran yang dapat diberikan terkait penelitian ini meliputi tiga aspek. Ketiga aspek tersebut, yakni (1) pemanfaatan, (2) diseminasi, dan (3) pengembangan produk lebih lanjut. Pertama, saran pemanfaatan terkait teknis penggunaan media yang sebaiknya digunakan untuk kelas berjumlah maksimal empat puluh siswa. Kedua, produk ini dapat diproduksi lebih banyak dan disebarluaskan melalui koordinasi MGMP maupun seminar pendidikan. Ketiga, peneliti berharap bahwa keefektifan produk ini dapat diukur melalui penelitian lebih lanjut.