SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Intrumen Asesmen Berpikir Kritis Melalui Membaca-Menulis untuk Siswa SMA

Elis Dyah Palupi

Abstrak


ABSTRAK

 

Palupi, Elis Dyah. 2012. Pengembangan Instrumen Asesmen Berpikir Kritis Melalui Membaca-Menulis Untuk Siswa SMA. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nurhadi, MP.d., (II) Dra. Ida Lestari, M. Si

 

Kata kunci: berpikir kritis, instrumen asesmen, membaca-menulis kritis

Instrumen asesmen adalah suatu alat ukur yang memenuhi persyaratan akademi, sehingga dapat digunakan dalam pelaksanaan tes dan evaluasi. Instrumen asesmen yang dikembangakan dalam penelitian ini  adalah instrumen asesmen yang dapat mengukur kemampuan berpikir kritis melalui membaca-menulis. Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa instrumen asesmen berpikir kritis melalui membaca-menulis untuk siswa SMA. Tujuan khusus pengembangan instrumen asesmen berpikir kritis melalui membaca-menulis ini adalah 1) mengetahui validitas isi instrumen asesmen berpikir kritis melalui membaca-menulis untuk siswa SMA, 2) mengetahuai validitas kostruk instrumen asesmen berpikir kritis melalui membaca-menulis untuk siswa SMA, 3) mengetahui reliabilitas hasil pengembangan instrumen asesmen, dan 4) mengetahui keterbacaan hasil pengembangan instrumen asesmen.

 

Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan yang diungkapkan oleh Djali dan Pudji (2004:81—85). Langkah-langkah pengembangan instrumen asesmen secara umum, yakni (1) melakukan studi pendahuluan, (2) membuat rancangan pengembangan, (3) membuat draf awal instrumen asesmen, (4) melakukan uji coba produk, dan (5) revisi akhir. Studi pendahuluan yang dilakukan yakni melakukan analisis terhadap perkembangan kognitif anak SMA, konsep berpikir kritis, pengembangan evaluasi, dan konsep membaca. Berdasarkan hasil studi  pendahuluan, dibuatlah spesifikasi produk. Selanjutnya spesifikasi produk dikembangkan menjadi draf instrumen asesmen.

 

Uji coba produk dilakukan pada (1) ahli instrumen asesmen dan materi membaca-menulis, (2) praktisi, dan (3) siswa. Uji coba pada ahli, praktisi, dan siswa untuk mengetahui tingkat kelayakan produk dari aspek validitas isi, validitas konstruk, reliabilitas, dan keterbacaan. Hasil penelitian instrumen asesmen akan dipaparkan di bawah ini sesuai dengan tujuan penelitian.

 

Pertama, validitas isi instrumen asesmen. Produk yang dikembangkan adalah instrumen asesmen yang dapat mengungkap kemampuan berpikir siswa SMA, instrumen asesmen telah memenuhi syarat validitas isi yang baik dengan pemerolehan skor 86,1%. Hal tersebut diketahui dari uji coba ahli dengan rata-rata uji ahli yang menghasilkan skor penilaian validitas isi sebesar 75%, rata-rata uji praktisi I yang menghasilkan skor penilaian validitas kosntruk sebesar  91,6%, rata-rata uji praktisi II yang menghasilkan skor penilaian validitas kosntruk sebesar 91,6%. Instrumen asesmen memiliki karakteristik mengenai instrumen asesmen mencerminkan kemampuan berpikir kritis. Aspek berpikir kritis telah dijabarkan sesuai dengan kemampuan berpikir kritis. Cakupan materi tes telah sesuai dengan materi membaca-menulis.

 

Kedua, validitas konstruk instrumen asesmen. Produk yang dikembangkan adalah instrumen asesmen yang dapat mengungkap kemampuan berpikir siswa SMA, inatrumen asesmen telah memenuhi syarat validitas konstruk yang baik dengan pemerolehan skor 91,6%. Hal tersebut diketahui dari uji coba ahli dengan rata-rata uji ahli yang menghasilkan skor penilaian validitas konstruk sebesar 83,3%, rata-rata uji praktisi I yang menghasilkan skor penilaian validitas kosntruk sebesar 100%, rata-rata uji praktisi II yang menghasilkan skor penilaian validitas kosntruk sebesar 91,6%. Instrumen asesmen memiliki karakteristik tentang cakupan butir soal sesuai dengan teori berpikir kritis, kakupan indikator berpikir kritis, dan  butir soal menggambarkan keutuhan.

 

Ketiga, reliabilitas instrumen asesmen. Instrumen asesmen yang dikembangkan memenuhi syarat reliabilitas yang baik memperoleh skor 95.8%. Hal tersebut diketahui dari rata-rata uji ahli mengenai reliabilitas sebesar 93,7%, hal tersebut diketahui dari rata-rata uji praktisi I mengenai reliabilitas sebesar 93,7%, hal tersebut diketahui dari rata-rata uji praktisi II mengenai reliabilitas sebesar 100%. Aspek reliabilitas instrumen asesmen terkait dengan rubrik penilaian dan pedoman penilaian instrumen asesmen.

 

Keempat, keterbacaan instrumen asesmen, instrumen asesmen yang dikembangkan memiliki syarat keterbacaan yang baik memperoleh skor 85,3%. Hal tersebut diketahui dari rata-rata uji ahli mengenai keterbacaan sebesar 93,7%, hal tersebut diketahui dari rata-rata uji praktisi I mengenai keterbacaan sebesar 93,7%, hal tersebut diketahui dari rata-rata uji praktisi II mengenai keterbacaan sebesar 81,2%, hal tersebut diketahui dari rata-rata uji siswa mengenai keterbacaan sebesar 72,4%. Aspek keterbacaan dan tata letak terkait dengan penggunaan bahasa pada instrumen asesemen yang  memiliki karakteristik, 1) bahasa yang digunakan, 2) penggunaan istilah, 3) penggunaan kosakata, 4) penggunaan ejaan dan tanda baca, 5) tampilan instrumen asesmen, 6) bidang cetak instrumen asesmen dan jenis huruf instrumen asesmen.