SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

SAJIAN BAHAN AJAR DALAM BUKU SEKOLAH ELKETRONIK (BSE) PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KELAS IX: TELAAH KESESUAIAN DENGAN SK-KD

Dwi Yuniar

Abstrak


ABSTRAK

 

Yuniar, Dwi. 2012. Sajian Bahan Ajar dalam Buku Sekolah Elektronik (BSE) Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas IX: Telaah Kesesuaian dengan SK-KD. Skripsi, Prodi Pend. Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd., (II) Dwi Sulistyorini, S.S, M.Hum.

 

Kata kunci: bahan ajar, buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia , kesesuaian   dengan SK-KD

Buku pelajaran adalah buku yang berisi uraian bahan tentang mata pelajaran atau bidang studi tertentu, yang disusun secara sistematis dan telah diseleksi berdasarkan tujuan tertentu, orientasi pembelajaran, dan perkembangan siswa. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 menjelaskan bahwa buku teks (buku pelajaran) adalah buku acuan wajib yang digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, serta potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan.

 

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian sajian bahan ajar dalam buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas IX dengan SK-KD. Secara rinci telaah kesesuaian tersebut mencakup beberapa hal seperti kelengkapan bahan ajar, kedalaman bahan ajar, dan keakuratan bahan ajar.

 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah semua bahan ajar yang ada di dalam buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas IX. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri, karena data yang diperoleh dari dokumen, berupa data verbal atau tulisan. Dalam penelitian ini, kedudukan peneliti adalah sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data, dan pelaporan hasil penelitiannya. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pembaca yang aktif, terus menerus membaca, mengamati, dan mengidentifikasi bahan ajar yang sesuai dengan tujuan penelitian, kemudian menafsirkan dan melaporkan hasilnya untuk membantu peneliti dalam mengumpulkan dan menganalisis data penelitian digunakan instrumen pembantu berupa tabel pemandu.

 

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, masalah kelengkapan bahan ajar yang terdapat pada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang merupakan indikator kesesuaian dengan SK-KD. Terdapat terdapat lima pembelajaran yang memiliki wacana kurang sesuai dengan SK-KD, terdapat empat pembelajaran yang memiliki pemahaman wacana kurang sesuai dengan SK-KD, serta terdapat lima unit yang pembelajarannya tidak menyertakan fakta kebahasaan/kesastraan.

 

 Kedua, masalah kedalaman bahan ajar yang terdapat pada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Terdapat lima pembelajaran yang memiliki kesesuaian wacana kurang sesuai dengan SK-KD, terdapat hampir setengah pembelajaran memiliki kuantitas wacana kurang sesuai dengan SK-KD, serta terdapat tujuh pembelajaran yang memiliki kualitas wacana yang kurang sesuai dengan SK-KD.

 

Ketiga, masalah keakuratan bahan ajar yang terdapat pada buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Terdapat enam pembelajaran yang memiliki bahan bacaan tidak sesuai dengan dengan SK-KD, terdapat tiga pembelajaran yang pemilihan konsep dan teori kurang sesuai dengan SK-KD, serta terdapat dua pembelajaran yang memiliki ketidakakuratan latihan.

 

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan tentang telaah buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, sehingga masih banyak kesempatan untuk mengkaji buku pelajaran pada aspek yang lain selain pada aspek kesesuaian dengan SK-KD yang pasti akan sangat bermanfaat bagi siswa dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar. Maka dari itu, sudah sepantasnya apabila siswa memperoleh buku pelajaran yang sudah terbukti layak untuk digunakan agar pengetahuan siswa akan pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia banyak dan menumbuhkan minat siswa untuk senang belajar.

 

Buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas IX ini masih terdapat pembelajaran yang kurang sesuai dengan SK-KD. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah kelengkapan pada bahan ajar perlu ditambah, kedalaman bahan ajar masih kurang karena terdapat beberapa pembelajaran yang kurang sesuai dengan SK-KD, dan keakuratan perlu diperbaiki karena masih ada beberapa pemilihan bacaan, konsep dan teori, serta pelatihan yang kurang akurat.