SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Analisis Unsur Intrinsik Cerpen dengan Strategi Peta Konsep bagi Siswa SMK Kelas XII

Ida Sari Rahmawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahmawati, I. S. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Analisis Unsur Intrinsik Cerpen dengan Strategi Peta Konsep bagi Siswa SMK Kelas XII. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Yuni Pratiwi, M.Pd., (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M.Hum.

 

Kata kunci: pengembangan bahan ajar, analisis unsur intrinsik cerpen, strategi peta konsep

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi masalah pembelajaran apresiasi teks seni berbahasa khususnya cerpen bagi siswa SMK, yakni hasil analisis kurang diarahkan pada tujuan pembelajaran bahasa Indonesia pada jenjang SMK. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia pada jenjang SMK adalah siswa mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia secara efisien dan efektif dalam dunia kerja. Selain itu, siswa kurang tertarik dengan kegiatan analisis unsur intrinsik cerpen karena strategi pembelajaran konvensional yang dilaksanakan oleh guru sehingga siswa tidak merasa bebas untuk mengungkapkan analisis mereka terhadap cerpen yang mereka baca maupun cerpen yang diperdengarkan.

 

Ada dua hal yang harus dipenuhi oleh para guru agar proses pembelajaran apresiasi cerpen dapat berlangsung dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan, yakni siswa memiliki kepekaan terhadap permasalahan kehidupan yang hadir di sekitar mereka dan juga mengasah keterampilan berkomunikasi secara efisien dan efektif dalam dunia kerja. Pertama, guru harus mampu menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Kedua, harus mampu menyusun strategi pembelajaran analisis unsur intrinsik cerpen yang tepat dan mendukung kelancaran proses pembelajaran. Strategi ini harus tercermin dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

 

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar apresiasi cerpen yang memenuhi empat aspek kelayakan bahan ajar, yakni (1) kelayakan isi, (2) standar sistematika, (3) kemenarikan tampilan, dan (4) penggunaan bahasa yang komunikatif. Bahan ajar yang dikembangkan disesuaikan dengan strategi pembelajaran mind map sehingga menarik untuk diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Dalam teori mind map (peta konsep) yang dikemukakan oleh Tony Buzan, kegiatan membuat peta konsep akan memudahkan siswa untuk memasukkan informasi ke dalam otak dan untuk mengambil informasi dari otak dengan cara yang kreatif.

 

Rancangan penelitian ini diadaptasi dari model desain sistem pembelajaran Dick dan Carey (dalam Pribadi, 2011:98). Berdasarkan model tersebut, dalam penelitian ini ada empat tahap pengembangan yang dilakukan, yakni (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba, dan (4) tahap revisi. Pelaksanaan pengembangan dilakukan berdasarkan temuan analisis kebutuhan bahan ajar yang dilakukan pada tahap prapengembangan. Produk hasil pengembangan selanjutnya diujicobakan untuk mengetahui kelayakan produk, yakni melalui uji ahli, uji praktisi, dan uji kelompok kecil (siswa SMK).

 

Data dalam penelitian ini berupa data numerik dan data verbal. Data numerik diperoleh dari hasil penilaian berupa skor dalam angket penilaian dari para ahli, praktisi, dan siswa terhadap produk. Data verbal dibedakan menjadi data tertulis dan data lisan. Data tertulis berupa catatan, komentar, kritik, maupun saran-saran yang dituliskan oleh subjek coba pada angket penilaian, sedangkan data verbal lisan berupa informasi yang diperoleh dari hasil wawancara bebas dengan tiga kelompok uji. Hasil wawancara selanjutnya ditranskripsikan agar dapat dianalisis.

 

Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai human instrument. Sebagai instrumen penunjang digunakan angket penilaian dan pedoman wawancara bebas. Analisis data dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan data verbal tertulis yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal lisan, (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasi data verbal tulis dan transkrip verbal lisan berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindakan terhadap produk yang dikembangkan, apakah harus direvisi atau diimplementasi.

 

Penelitian pengembangan ini menghasilkan dua produk, yakni (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) analisis unsur intrinsik cerpen dan (2) bahan ajar analisis unsur intrinsik cerpen. RPP yang dikembangkan digunakan sebagai landasan dalam penyusunan bahan ajar agar lebih terarah dan selaras dengan rencana guru. Secara keseluruhan, produk yang dihasilkan telah layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran. Namun, ada beberapa aspek yang mendapatkan catatan untuk perbaikan dari para ahli dan guru. Ahli apresiasi sastra menyatakan bahwa secara umum produk RPP dan bahan ajar telah layak diimplementasikan. Namun, aspek keluasan teori yang dipaparkan hendaknya disesuaikan dengan kebiasaan belajar siswa SMK. Ahli pembelajaran apresiasi sastra menyatakan aspek tampilan terutama tipografi dan komposisi warna dalam bahan ajar benar-benar harus diperhatikan karena bisa berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Guru menyatakan bahwa secara umum produk RPP dan bahan ajar yang dikembangkan telah layak untuk diimplementasikan. Materi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan siswa, tampilan bahan ajar yang atraktif, dan strategi yang digunakan memberikan inovasi baru dalam pembelajaran analisis unsur intrinsik cerpen.

 

Saran dan masukan dari para ahli dan guru tersebut dijadikan pedoman untuk melakukan revisi produk yang dikembangkan. Revisi yang dilaksanakan berkaitan dengan aspek kedalaman dan keluasan materi serta aspek tampilan bahan ajar. Untuk aspek kedalaman dan keluasan materi, dilakukan revisi dengan cara mengurangi paparan teori dan lebih banyak menyajikan petunjuk atau prosedur agar lebih mudah diikuti siswa. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan kebiasaan belajar siswa SMK yang sarat praktik. Sementara itu, revisi yang berkaitan dengan tampilan bahan ajar dilakukan dengan cara mengubah beberapa komposisi warna yang kurang harmonis dan mengatur ulang tipografi bahan ajar.

 

Dari penelitian pengembangan yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa secara keseluruhan produk RPP dan bahan ajar telah layak untuk diimplementasikan setelah dilakukan beberapa perbaikan. Perbaikan ditujukan demi peningkatan kualitas produk. Produk pengembangan ini dapat digunakan untuk memotivasi siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran sastra dengan baik karena di dalam produk tersebut disajikan tahapan-tahapan dalam menganalisis unsur intrinsik cerpen dalam bentuk peta konsep secara berurutan. Selanjutnya, sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan untuk menggunakan bahan ajar ini sebagai sumber dalam pembelajaran analisis unsur intrinsik cerpen. Produk pengembangan dapat disebarluaskan dalam forum MGMP dan ditulis dalam jurnal penelitian. Langkah-langkah pengembangan pada penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam bahan ajar apresiasi karya sastra yang lain, baik apresiasi drama, prosa fiksi, maupun puisi.