SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Menulis Cerita Narasi Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Udanawu Blitar Tahun 2011/2012 dengan Teknik Makrocloze

Wahyu Endang Lestariningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Lestariningsih, Wahyu E. 2012. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerita Narasi Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Udanawu Blitar Tahun 2011/2012 dengan Teknik Makrocloze. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sumadi, M.Pd., (2) Dr. Widodo HS., M.Pd.

 

Kata Kunci: kemampuan menulis, cerita narasi, teknik makrocloze

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran menulis adalah metode pembelajaran yang tepat. Berkaitan dengan kondisi pembelajaran tersebut, perlu diupayakan suatu model pembelajaran yang sesuai sehingga diharapkan siswa dapat belajar dengan maksimal. Model pembelajaran yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah menulis cerita narasi dengan menggunakan teknik makrocloze. Teknik makrocloze ini dipilih karena memiliki kelebihan-kelebihan. Kelebihan yang dimaksud adalah (1) teknik ini dapat mendorong siswa secara bertahap menjadi penulis mandiri, dan (2) siswa dapat menggunakan gagasan dan pemikiran baru untuk membentuk ceritanya sendiri. Dengan kelebihan teknik makrocloze ini diharapkan keterampilan menulis narasi siswa dapat meningkat.

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita narasi siswa kelas XI SMKN 1 Udanawu dengan menggunakan teknik makrocloze. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah (1) untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita narasi siswa kelas XI SMKN 1 Udanawu dengan menerapkan teknik makrocloze pada isi cerita; yang meliputi pengembangan ide, keruntutan alur cerita, kesesuaian tokoh, ketepatan penokohan, kejelasan latar atau setting, dan (2) untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita narasi siswa kelas XI SMKN 1 Udanawu dengan menerapkan teknik makrocloze pada penggunaan bahasa cerita; yang meliputi kepaduan paragraf, pilihan kata atau diksi, gaya bahasa, ketelitian struktur tulisan, ejaan dan tanda baca.

 

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) atau dikenal dengan PTK. Model penelitian tindakan digambarkan dengan model siklus-siklus. Dalam setiap siklus terdiri atas empat komponen penelitian tindakan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti terjun langsung ke lapangan penelitian. Data yang diteliti dalam penelitian ini adalah karangan atau cerita narasi siswa dengan menggunakan teknik makrocloze. Data lainnya adalah semua informasi yang terjadi selama kegiatan pembelajaran berlangsung di Kelas XI Pemasaran-2 SMKN 1 Udanawu. Sumber data adalah siswa kelas XI Pemasaran-2 SMKN 1 Udanawu dan guru bahasa Indonesia kelas XI. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.  Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan menelaah seluruh data yang diperoleh, mereduksi data, mengklasifikasi data, dan menarik kesimpulan. Sementara, teknik kuantitatif dilakukan dengan analisis rata-rata skor siswa. Peneliti menggunakan data berupa skor dari hasil menulis cerita narasi siswa dengan teknik makrocloze.

 

Hasil penelitian dalam pembelajaran menulis cerita narasi meliputi (1) temuan peningkatan kemampuan menulis cerita narasi pada aspek isi, dan (2) temuan peningkatan kemampuan menulis cerita narasi pada aspek penggunaan bahasa. Pertama, temuan peningkatan kemampuan menulis cerita narasi pada aspek isi, mencakup kemampuan (1) mengembangkan ide, (2) keruntutan alur, (3) kesesuaian tokoh, (4) ketepatan penokohan, dan (5) kejelasan latar. Berdasarkan pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II dapat diketahui bahwa kemampuan siswa menulis cerita narasi pada aspek isi mengalami peningkatan. Pada siklus I rata-rata nilai siswa pada aspek isi yakni 76,7 dan pada siklus II rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 83,7. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menulis cerita narasi dengan menggunakan teknik makrocloze. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa sudah dapat menulis cerita narasi pada aspek isi dengan baik. Kedua, temuan peningkatan kemampuan menulis cerita narasi pada aspek penggunaan bahasa. Subaspek tersebut meliputi (1) kepaduan paragraf, (2) pilihan kata atau diksi, (3) penggunaan gaya bahasa, (4) ketelitian struktur tulisan, dan (5) penggunaan ejaan dan tanda baca. Berdasarkan pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II dapat diketahui bahwa kemampuan siswa menulis cerita narasi pada aspek penggunaan bahasa mengalami peningkatan. Pada siklus I rata-rata nilai siswa pada aspek penggunaan bahasa yakni 66,2 dan pada siklus II rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 76,6. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menulis cerita narasi dengan menggunakan teknik makrocloze. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa sudah dapat menulis cerita narasi pada aspek penggunaan bahasa dengan baik.

 

Berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh maka disarankan kepada guru untuk menggunakan teknik makrocloze dalam pembelajaran menulis cerita narasi. Hal ini didasari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan kemampuan menulis cerita narasi pada aspek isi dan penggunaan bahasa, (2) siswa lebih aktif dan termotivasi untuk mengerjakan tugas pembelajaran, dan (3) siswa merasa mendapat pembelajaran yang bermanfaat. Sementara bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan sabagai acuan keberhasilan dalam pembelajaran menulis cerita narasi dengan teknik makrocloze. Selain itu, peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian sejenis dengan menggunakan teknik pembelajaran yang lain.