SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kecenderungan Tema, Amanat, dan Nilai dalam Cerpen 2000-an serta Potensinya sebagai Sumber Bahan Ajar Apresiasi Buku Kumpulan Cerpen di SMP

Lilis sumaryanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Sumaryanti, Lilis. 2012. Kecenderungan Tema, Amanat, dan Nilai dalam Cerpen 2000-an serta Potensinya sebagai Sumber Bahan Ajar Apresiasi Buku Kumpulan Cerpen di SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Muakibatul Hasanah, M.Pd (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si.

 

Kata Kunci: tema, nilai, bahan ajar, apresiasi

Pembelajaran sastra di jenjang SMP dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa mengapresiasi karya sastra. Melalui apresiasi sastra, idealnya siswa dapat mengindera atau merasakan kehadiran pelaku, peristiwa, suasana, dan gambaran objek secara imajinatif. Pembelajaran apresiasi sastra di jenjang SMP belum memenuhi standar, sehingga Kompetensi Dasar (KD) yang diajarkan tidak tercapai dengan maksimal. Salah satu faktor yang menghambat, yaitu terbatasnya bahan ajar apresiasi sastra.

 

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kecenderungan tema dan nilai yang terdapat dalam cerpen 2000-an. Selain itu penelitian ini juga melihat potensi cerpen 2000-an untuk dimanfaatkan sebagai bahan ajar dilihat dari kesesuaian dengan kurikulum dan kemanfaatannya sebagai bahan ajar sastra.

 

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data  penelitian ini adalah data verbal berupa narasi, dialog dan monolog tokoh serta narasi dan deskripsi pengarang dalam cerpen 2000-an. Sumber data penelitian ini adalah cerpen yang diambil dari empat majalah remaja. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan instrumen pendukung berupa lembar pengumpul data. Kegiatan analisis data dimulai dengan membaca dengan cermat cerpen dalam majalah sumber, menganalisis ide-ide pokok tiap tahapan alur untuk menyimpulkan tema, amanat, dan nilai; dan mengidentifikasi kecenderungan tema dan nilai untuk dilihat potensinya dijadikan sumber bahan ajar apresiasi sastra SMP. Pengecekan keabsahan temuan pada penelitian dilakukan dengan  membaca cerpen berulang-ulang, serta melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing atau teman sebagai bahan pertimbangan.

 

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh simpulan sejalan dengan rumusan masalah yang meliputi tema, amanat, nilai, serta potensinya untuk dimanfaatkan sebagai bahan ajar dilihat dari kesesuaian dengan kurikulum serta kemanfaatannya untuk dijadikan bahan ajar sebagai berikut.

 

Tema umum dalam cerpen 2000-an, yaitu sebanyak 40,9% tentang perasaan cinta kasih di antara sepasang kekasih, tentang perasaan rendah diri seseorang karena kekurangan yang dimilikinya (18%) dan tentang kegagalan seorang remaja yang ingin menjadi model (9%). Selain itu juga terdapat tema lainnya sebanyak 31,8%, yaitu tema tentang keinginan bertemu dengan saudara yang terpisahkan, kepercayaan berlebihan terhadap ramalan, perjuangan melawan kesewenang-wenangan, kesombongan yang mecelakakan diri sendiri, tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup, penyesalan selalu datang terlambat, dan pertengkaran keluarga karena adanya perbedaan.

 

Amanat dalam cerpen 2000-an, yaitu hendaknya saling mencintai dalam menjalin hubungan cinta di antara sepasang kekasih (40,9%), jangan pernah merasa rendah diri karena kekurangan yang dimiliki (18%), jadilah diri sendiri dan jangan berharap terlalu tinggi (9%). Selain itu juga terdapat amanat lainnya sebanyak 31,8%, yaitu semua orang berhak mendapat kesempatan kedua, segala permasalahan hendaknya dibicarakan bersama, jangan terlalu percaya ramalan karena belum tentu benar, jangan gegabah menilai sesuatu karena bisa mencelakakan kita, dalam hidup tidak ada yang tidak mungkin jika mau berusaha, selagi bisa melakukan sesuatu pada hari ini maka segera lakukan agar tidak timbul penyesalan, dan setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

 

Nilai yang banyak ditemukan dalam cerpen 2000-an adalah nilai kepribadian (68%) dan nilai sosial (18%). Selain itu terdapat nilai lainnya sebanyak 31,8%, yaitu nilai kejujuran, nilai keikhlasan, nilai kepercayaan, nilai kasih sayang, dan nilai persahabatan.

 

Kecenderungan tema, amanat, dan nilai cerpen 2000-an relevan dengan Kurikulum SMP dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar. Tema dan nilai dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar apresiasi sastra SMP dengan cakupan satu standar kompetensi, yaitu membaca dan dua kompetensi dasar yang membelajarkan tentang tema dan nilai, yaitu dalam KD (7.1) Menemukan tema, latar, penokohan pada cerpen-cerpen dalam satu buku kumpulan cerpen dan KD (7.2) Menganalisis nilai kehidupan pada cerpen-cerpen dalam satu buku kumpulan cerpen. Amanat tidak memiliki kesesuaian dengan kurikulum SMP karena tidak ada kompetensi dasar yang membelajarkan amanat pada siswa.

 

Tema dan nilai cerpen 2000-an dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar apresiasi sastra SMP. Wujud bahan ajar yang akan digunakan adalah berdasarkan fakta-fakta sastra, yaitu berupa penggalan-penggalan atau kutipan-kutipan serta teks cerpen utuh.

 

Dari simpulan hasil penelitian dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut. Pertama, untuk peneliti lanjutan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi atau dasar untuk melakukan penelitian lanjutan tentang cerpen, baik yang membahas tentang unsur instrinsik ataupun unsur ektrinsik dalam cerpen periode tertentu. Kedua, bagi guru, untuk memanfaatkan cerpen dengan tema perasaan rendah diri seseorang karena kekurangan yang dimilikinya dan tentang kegagalan seorang remaja yang ingin menjadi model, keinginan bertemu dengan saudara yang terpisahkan, perjuangan melawan kesewenang-wenangan, tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup, penyesalan selalu datang terlambat, dan pertengkaran keluarga karena adanya perbedaan untuk dijadikan sumber penunjang pengajaran.