SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Membaca Berbasis Cerita Anak untuk Siswa SMP Kelas VII

Hanif Srihardi Ningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Ningsih, H. S. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Membaca Berbasis Cerita Anak untuk Siswa SMP Kelas VII. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mudjianto, M.Pd., (II) Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.

 

Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, membaca, cerita anak

Cerita anak merupakan cerita atau bacaan yang dibaca oleh anak-anak dengan bimbingan dan pengarahan orang dewasa. Cerita anak penting bagi anak-anak karena melalui cerita anak, anak akan terhibur dan memeroleh informasi tentang sekelilingnya dan juga dunia. Meskipun demikian, minat membaca cerita anak yang mempunyai nilai-nilai positif masih kurang. Anak cenderung menyukai jenis buku bacaan seperti komik karena bahasanya yang ringan dan gambarnya yang menarik. Selain itu, faktor lain yang memengaruhi minat baca tersebut adalah ketersediaan buku cerita anak yang masih terbatas. Berkaitan dengan proses pembelajaran membaca, terutama tentang membaca cerita anak agar dapat berlangsung dengan baik, guru sebagai pembimbing dituntut agar mampu menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan dapat memotivasi siswa agar membaca cerita anak yang bernilai positif.  Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan (1) bahan ajar yang memenuhi syarat pengembangan isi bahan ajar, (2) bahan ajar yang memenuhi syarat pengorganisasian isi bahan ajar, (3) bahan ajar yang memenuhi syarat penggunaan bahasa dalam bahan ajar, dan (4) bahan ajar yang memenuhi syarat tampilan bahan ajar.

 

Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan bahan ajar adalah adaptasi dari model pengembangan Borg & Gall (dalam Sukmadinata, 2012:169—170). Berdasarkan model tersebut, terdapat empat tahap pengembangan, yaitu (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan,       (3) tahap uji coba produk, dan (4) tahap revisi atau penyempurnaan. Produk hasil pengembangan diujicobakan untuk mengetahui kelayakan produk, yaitu melalui uji ahli, uji praktisi, dan uji kelompok kecil (siswa SMP kelas VII).

 

Data dalam penelitian ini berupa data numerik dan data verbal. Data numerik diperoleh dari hasil penilaian ahli, praktisi, dan siswa terhadap produk, yakni berupa skor. Data verbal dibedakan menjadi data tertulis dan data lisan. Data tertulis berupa catatan, komentar, kritik, maupun saran-saran yang dituliskan oleh subjek coba pada lembar penilaian, sedangkan data verbal lisan berupa informasi lisan ketika wawancara langsung dengan ketiga kelompok uji. Hasil wawancara selanjutnya ditranskripsikan agar dapat dianalisis.

 

Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Instrumen pendukung adalah angket penilaian, pedoman wawancara, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan cara (1) mengumpulkan data verbal tulis dari angket, (2) mentranskrip data verbal lisan, (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasi data verbal tulis dan lisan berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data dan menyimpulkan untuk bahan revisi produk bahan ajar.

 

Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa bahan ajar. Bahan ajar tersebut berisi materi tentang cerita anak dan realitas kehidupan anak, contoh cerita anak, pembahasan, serta latihan. Pengorganisasian isi bahan ajar disusun berurutan mulai dari sampul, kata mutiara, kata pengantar, daftar isi, petunjuk penggunaan, kompetensi yang harus dikuasai siswa, isi bahan ajar, dan daftar rujukan. Bahasa yang digunakan adalah ragam formal, komunikatif, dan logis. Ilustrasi dalam bahan ajar mempertimbangkan kesesuaian dengan siswa SMP kelas VII dan kesesuaian dengan materi yang dibahas.

 

Berdasarkan hasil analisis ketiga tahap uji coba yang telah dilakukan, diperoleh simpulan bahwa produk bahan ajar ini layak digunakan untuk pembelajaran. Namun, beberapa aspek dalam bahan ajar masih harus direvisi untuk kesempurnaan produk bahan ajar.

 

Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, disarankan agar siswa menggunakan bahan ajar ini dalam pembelajaran membaca cerita anak, mencermati isi bahan ajar, dan menanyakan kepada guru jika ada hal-hal yang tidak dimengerti. Guru disarankan menggunakan bahan ajar ini sebagai salah satu sumber dalam pembelajaran membaca cerita anak. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan, antara lain dalam forum MGMP dan dapat juga dimuat dalam jurnal penelitian. Langkah-langkah pengembangan dapat dijadikan acuan dalam pengembangan bahan ajar membaca yang lain.