Relasi Jender dalam Novel Garis Tepi Seorang Lesbian
Abstrak
Karya sastra memuat dan menyandang kenyataan sosial yang terjadi di
masyarakat. Novel sebagai salah satu karya sastra tidak dapat dilepaskan dari
realitas sosial masyarakat. Dalam realita masyarakat tersebut, terdapat relasi
jender tertentu yang dapat menggambarkan kondisi sosial masyarakat ketika karya
sastra itu dilahirkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam relasi
jender dalam novel Garis Tepi Seorang Lesbian karya Herlinatiens. Adapun
tujuan khusus penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mendalam
tentang, (1) faktor yang memengaruhi relasi jender, yang meliputi perspektif religi
(agama Islam) dan perspektif sosiokultural, (2) relasi jender yang
direpresentasikan dalam novel Garis Tepi Seorang Lesbian, yang meliputi relasi
intra jender (perempuan dengan perempuan), relasi lintas jender (perempuan
dengan laki-laki) dan dinamika relasi intra jender dan relasi lintas jender.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif. Sedangkan prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah teknik
pengumpulan data tekstual. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik
analisis intertekstual dan teknik analisis Longwe.Dalam prosedur ini diperoleh
catatan dari gejala-gejala yang muncul selama penelitian, kemudian dicatat
berdasarkan pengelompokkan kolom sebagai gambaran relasi jender. Data dalam
penelitian ini berupa data verbal, paparan bahasa, dan pernyataan tokoh yang
berupa dialog, monolog, dan narasi yang ada dalam novel Garis Tepi Seorang
Lesbian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri,
karena data yang diperoleh dari dokumen berupa data verbal atau tulisan. Dalam
data penelitian kualitatif, kedudukan penelitian adalah sebagai perencana,
pengumpul data, penganalisis, penafsir data, dan pelaporan hasil penelitiannya.
Pada hal ini peneliti bertindak sebagai pembaca aktif, terus-menerus membaca,
mengamati, dan mengidentifikasi satuan-satuan tutur sesuai dengan tujuan
penelitian. Dalam mengumpulkan dan menganalisis data penelitian, digunakan
instrument pembantu berupa panduan kodifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana novel Garis Tepi Seorang
Lesbian karya Herlinatiens, merepresentasikan bentuk relasi intra jender, relasi
lintas jender, dan dinamikanya. Kedua relasi jender tersebut menggambarkan
identitas, kedudukan, peran, ruang, dan tingkah laku, baik yang setara maupun
tidak setara. Bentuk relasi antar jender dan lintas jender yang tidak setara dalam
novel ini berupa kekerasan jender, marginalisasi, stereotip, dan subordinasi jender.
Sedangkan bentuk relasi lintas jender dan antar jender yang setara berupa saling
menghormati dan menghargai antar tokoh-tokoh dalam novel ini. Secara umum, iv
relasi jender dalam novel Garis Tepi Seorang Lesbian ini tidak mengalami
dinamika. Hal ini karena tidak ada perubahan perilaku dari tokoh-tokoh yang
melakukan ketidakadilan jender. Keberadaan bentuk-bentuk relasi jender tersebut
disebabkan olehadanya perspektif religius (agama Islam) dan sosiokultural. Pada
perspektif agama Islam, terdapat ayat di Al Quran, hadist, dan ijma’ (kesepakatan
ulama) yang melarang perilaku lesbian. Sedangkan pada perspektif sosiokultural,
masih adanya anggapan buruk mengenai lesbian pada masyarakat heteroseksual.
Anggapan ini adalah kaum heteroseksual lebih baik dari pada homoseksual. Selain
itu, masih ada tabu-tabu sosial dalam masyarakat untuk membicarakan lesbian.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih
lanjut, misalnya kritik sastra lesbian, ketidakdilan jender, ataupun rekonstruksi
jender. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk bahan pertimbangan
dalam pemilihan pengajaran sastra di sekolah. Sedangkan bagi mahasiswa,
penelitian ini dapat memperkaya wawasan untuk penerapan teori sosiologi sastra,
khususnya mengenai jender.Teks Penuh: DOC