SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Desain Pembelajaran Menulis dengan Pendekatan Kontekstual Pada Sekolah Dasar: Telaah Konteks, Tujuan, dan Implementasi dalam Penelitian Terdahulu

Nisa Yuhana

Abstrak


ABSTRAK

 

Yuhana, Nisa. 2012. Desain Pembelajaran Menulis dengan Pendekatan Kontekstual Pada Sekolah Dasar: Telaah Konteks, Tujuan, dan Implementasi dalam Penelitian Terdahulu. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd,

(II) Drs. H. Bustanul Arifin, S.H. M.Hum.

 

Kata Kunci: pembelajaran menulis, pendekatan kontekstual.

Keterampilan menulis merupakan salah satu kompetensi dasar yang diajarkan mulai tingkat sekolah dasar. Melalui pembelajaran tersebut diharapkan siswa sekolah dasar mampu menulis dengan baik. Akan tetapi, pada kenyataannya keterampilan menulis merupakan keterampilan yang dikatakan sangat sulit oleh siswa. Pola pembelajaran menulis di sekolah belum berjalan maksimal dan belum mampu mengasah keterampilan siswa. Hal tersebut terjadi karena cara penyampaian pelajaran yang masih tradisional. Tradisional dikarenakan siswa adalah penerima informasi secara pasif, siswa belajar secara individual, dan pembelajaran sangat abstrak dan teoritis.

Penelitian kajian pustaka ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan telaah konteks, tujuan, dan implementasi pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual pada sekolah dasar. Penelitian yang dikumpulkan berasal dari karya ilmiah mahasiswa yang berupa skripsi, serta beberapa teori yang melandasi adanya penelitian tersebut.

Rancangan penelitian ini menggunakan metode metateori. Data penelitian berupa hasil penelitian mahasiswa tentang pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual pada sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan matrik. Matrik digunakan sebagai instrumen untuk menjawab rumusan masalah satu dan dua. Instrumen ini dijadikan sebagai langkah dalam teknik analisis data. Teknik analisis data dilakukan secara bertahap di antaranya (1) persiapan yakni membaca hasil penelitian dan mencatatnya ke dalam matrik, (2) analisis yakni melakukan pengumpulan data, pengkodean, selanjutnya dilakukan pemilahan atau identifikasi data yang sesuai dengan topik penelitian, kemudian pengolahan data yang dilanjutkan dengan menginterpretasi data yang sudah ada, dan (3) menyimpulkan yakni hasil analisis tersebut dimasukkan ke dalam sintesis awal sehingga menghasilkan sintesis akhir.

Hasil analisis data tersebut diperoleh tujuh penelitian mengenai pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual pada sekolah dasar. Pembelajaran menulis tersebut di antaranya menulis narasi, cerita pengalaman, deskripsi, dan puisi.

Berdasarkan hasil analisis data ditemukan dua kesimpulan. Pertama, tentang konteks, tujuan, dan implementasi pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual pada sekolah dasar. (a) konteks, dari hasil penelitian yaitu kelas II sampai kelas V pada pembelajaran menulis tersebut dilakukan di luar kelas dengan pengamatan objek secara langsung yang telah tersedia di lingkungan sekolah, dan di dalam kelas memberikan objek secara langsung sehingga mudah untuk diamati dan dirasakan. Dari hal tersebut didapatkan sebuah sintesis yaitu menerangkan bahwa menekankan pada hubungan siswa dengan lingkungannya, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan menggembirakan, dan memberikan keaktivan siswa atau peserta didik dalam pembelajaran; (b) dari hasil penelitian yaitu kegiatan yang dilakukan di luar kelas oleh siswa dalam hal menuliskan suatu cerita sebagai materi dan dikaitkan sesuai dengan objek yang dilihat, sehingga menjadikan siswa lebih antusias untuk belajar dan membuat siswa lebih kreatif dalam menulis. Dari hal tersebut didapatkan sebuah sintesis yaitu meningkatkan siswa dalam belajar, mengetahui kemampuan menulis, dan memudahkan siswa dalam pembelajaran menulis; (c) dari hasil penelitian yaitu implementasi dilakukan di luar kelas dan di dalam kelas. Dalam kegiatan pembelajaran siswa lebih berani melakukan tanya jawab mengenai apa yang telah dilihat dan dirasakannya, karena dapat berinteraksi dengan teman dan lingkungannya serta dapat menggali sendiri pengetahuannya. Dari hal tersebut didapatkan sebuah sintesis yaitu menerangkan bahwa implementasi harus menerapkan konsep materi pelajaran secara nyata, penggunaan model dalam proses pembelajaran, dan proses pembelajaran ditetapkan pada interaksi sosial.

Kedua, tentang potensi keberhasilan, hambatan, dan solusi pada pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual. Potensi keberhasilan, pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. potensi keberhasilan yang didapat pada pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual berdasarkan kajian dari penelitian terdahulu yaitu berupa keterampilan siswa dalam menulis karangan baik berupa menulis karangan deskripsi, narasi, dan cerita pengalaman, dan menulis puisi mengalami peningkatan. Peningkatan dikarenakan siswa lebih menyukai pembelajaran di lingkungan sekitar.

Hambatan pada pembelajaran menulis karena adanya faktor yang mempengaruhi lemahnya siswa dalam keterampilan menulis baik menulis deskripsi, narasi, cerita pengalaman, dan puisi. Maupun hambatan yang melatarbelakangi proses belajar mengajar. Secara rinci faktor hambatan mengenai pembelajaran menulis adalah rendahnya keterampilan siswa dalam menulis, pembelajaran yang masih monoton, dan guru cenderung melakukan pembelajaran di dalam kelas. Solusi yaitu peserta didik akan lebih mudah menemukan dan menguasai konsep-konsep yang sulit jika mereka bisa saling berbagi tentang permasalahan yang dihadapi, serta menekankan pada suasana yang kondusif, yakni suasana relaks, tidak tegang, dan bebas dari tekanan. Solusi yang ditemukan pada penelitian ini terhadap berbagai hambatan dalam pembelajaran menulis yaitu pemberian perhatian dan motivasi, pemberian materi yang dikaitkan dengan lingkungan sekitar atau konkret. Selain itu, memberikan upaya aktivitas atau interaksi dan menumbuhkan kegembiraan dalam belajar menulis.