SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kesalahan Sistaktis Bahasa Indonesia dalam Karangan Siswa Kelas II SMA Asembagus Situbondo yang Berbahasa Ibu Bahasa Madura

Arfin Suwarno

Abstrak


Kesulitan merupakan penyebab utama kesalahan dalam belajar bahasa kedua. Kesalahan berbahasa merupakan bentuk-bentuk penyimpangan bahasa yang dilakukan oleh pembelajar, sehingga menghambat kelancaran komunikasi. Salah satu bentuk kesalahan berbahasa, yaitu kesalahan sintaktis.

Penelitian ini didasari asumsi bahwa materi tentang kalimat tunggal dan kalimat majemuk sudah diperoleh oleh siswa kelas II SMA. Masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. Bagaimanakah wujud kesalahan sintaktis bahasa Indonesia pada (1) kalimat tunggal dan (2) kalimat majemuk dalam karangan siswa kelas II SMA Asembagus Situbondo yang berbahasa ibu bahasa Madura?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, digunakan beberapa teori yang dapat memberi gambaran tentang wujud-wujud kesalahan.Teori-teori yang dimaksud adalah penjelasan tentang kesalahan berbahasa, jenis-jenis kesalahan, dwibahasawan, tipe-tipe dwibahasawan, dan analisis kesalahan.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Dengan rancangan penelitian ini, kesalahan berbahasa yang dibuat oleh siswa dapat dijelaskan. Sesuai dengan rancangan penelitian yang digunakan, instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMA Asembagus Situbondo yang berbahasa ibu bahasa Madura dengan jumlah 20 siswa. Data penelitian ini adalah kalimat bahasa Indonesia yang menyimpang pada tataran sintaksis yang terdapat dalam karangan siswa kelas II SMA. Pengolahan data dilakukan dengan cara pemberian garis bawah pada kesalahan sintaktis dalam karangan siswa, kemudian pengklasifikasian atau pengelompokan sesuai dengan jenis kalimatnya. Jenis kalimat yang dimaksud adalah kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Hasil penelitian mencakup kesalahan sintaktis pada (1) kalimat tunggal yang tidak padu, yang disebabkan oleh penggunaan kata tugas tetapi secara tidak tepat, (2) kalimat tunggal yang tidak hemat, yang disebabkan oleh pengulangan subjek, penjamakan kata-kata yang berbentuk jamak, dan penggunaan kata tugas dari serta artikula yang tidak pada tempatnya, dan (3) kalimat tunggal yang dipengaruhi oleh bahasa Madura.

Kesalahan sintaktis pada kalimat majemuk setara mencakup (1) kalimat majemuk setara yang tidak gramatikal, yang disebabkan oleh unsur-unsurnya tidak lengkap, konstruksi kalimatnya kacau, dan tidak dikemukakannya kata-kata yang digunakan sebagai penunjuk hubungan gramatikal dalam kalimat, (2) kalimat majemuk setara yang tidak hemat, yang disebabkan oleh penggunaan sinonim dalam satu kalimat, penjamakan kata-kata yang berbentuk jamak, penggunaan idiom yang tidak tepat, dan penggunaan kata tugas di dan untuk tidak pada tempatnya, dan (3) kalimat majemuk setara yang dipengaruhi oleh bahasa Madura.

Kesalahan sintaktis pada kalimat majemuk bertingkat mencakup (1) kalimat majemuk bertingkat yang tidak padu, yang disebabkan oleh penggunaan kata tugas tetapi secara tidak tepat dan penggunaan penanda hubungan yang tidak sesuai dengan jenis kalimatnya, (2) kalimat majemuk bertingkat yang tidak gramatikal, yang disebabkan oleh unsur-unsurnya tidak lengkap, konstruksi kalimatnya kacau, dan tidak dikemukakannya kata-kata yang digunakan sebagai penunjuk hubungan gramatikal dalam kalimat, (3) kalimat majemuk bertingkat yang tidak hemat, yang disebabkan oleh penggunaan kata-kata yang berlebihan atau mubazir, dan (4) kalimat majemuk bertingkat yang tidak jelas.

Kesalahan sintaktis pada kalimat majemuk campuran mencakup (1) kalimat majemuk campuran yang tidak gramatikal, yang disebabkan oleh konstruksi kalimatnya kacau, dan (2) kalimat majemuk campuran yang tidak hemat, yang disebabkan oleh penggunaan kata-kata yang mubazir.


Teks Penuh: DOC