SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Membaca dan Menulis Naskah Drama Terintegrasi Siswa SMP/MTs Kelas VIII

Ratna Mega Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Ratna Mega. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Membaca dan Menulis Naskah Drama Terintegrasi Siswa SMP/MTs Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Nurhadi, M.Pd., (2) Dr. Kusubakti Andajani, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, membacadan menulis, naskah drama, terintegrasi

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kompetensi dasar yang serumpun di dalam kurikulum yang diajarkan secara terpisah. Hal ini mengakibatkan tidak efisiennya waktu yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu kompetensi dasar (KD) yang dimaksud adalah menganalisis unsur intrinsik teks drama (dengan standar kompetensi membaca) dan menulis kreatif naskah drama satu babak dengan memperhatikan kaidah penulisan naskah drama (dengan standar kompetensi menulis). Kedua KD tersebut dapat diintegrasikan menjadi membaca dan menulis naskah drama. Untuk itu diperlukan bahan ajar terintegrasi yang sesuai dengan kebutuhan. Pemilihan bahan ajar membaca dan menulis naskah drama terintegrasi  ini sesuai dengan siswa SMP/MTs karena bahan ajar menyajikan materi dan contoh nyata.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar membaca dan menulis naskah drama terintegrasi siswa SMP/MTs kelas VIII. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah (1) menghasilkan bahan ajar membaca dan menulis naskah drama terintegrasi siswa SMP/MTs kelas VIII yang isinya disesuaikan dengan kebutuhan siswa, (2) menghasilkan bahan ajar membaca dan menulis naskah drama terintegrasi siswa SMP/MTs kelas VIII yang penyajiannya baik, (3) menghasilkan bahan ajar membaca dan menulis naskah drama terintegrasi siswa SMP/MTs yang bahasanya disesuaikan dengan siswa SMP/MTs kelas VIII, dan (4) menghasilkan bahan ajar membaca dan menulis naskah drama terintegrasi siswa SMP/MTs yang memiliki tampilan menarik bagi siswa SMP/MTs kelas VIII.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah Model 4-P, yaituPendefinisian, Perancangan, Pengembangan, dan Penyebaran(Trianto, 2007:65). Model pengembangan ini dipilih karena semua kegiatan dalam penelitian diamati, dianalisis, dan direvisi setiap saat sehingga dapat menghasilkan produk bahan ajar yang layak dan sesuai dengan kebutuhan.

Produk hasil pengembangan diujicobakan untuk mengetahui kelayakan produk. Ada tiga kelompok uji yang terlibat, yaitu (1) kelompok ahli sastra dan pembelajaran Bahasa Indonesia, (2) kelompok pengguna, yaitu guru kelas VIII MTs Al-Ittihad Poncokusumo, dan (3) kelompok kecil, yaitu siswa kelas VIII MTs Al-Ittihad Poncokusumo yang terdiri atas 15 siswa.

Hasil uji coba dari segi isi bahan ajar diperoleh dari ahli sastra dan pembelajaran Bahasa Indonesia, pengguna, dan siswa.Berdasarkan uji coba dengan ahli sastra dan pembelajaran Bahasa Indonesia diperoleh skor 68,8%, uji coba dengan pengguna diperoleh skor 87,5%, dan uji coba dengan siswa diperoleh skor 90,0%. Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa dari segi isi, bahan ajar tergolong sangat layak dan dapat digunakan dengan melakukan revisi.

Hasil uji coba dari segi penyajian bahan ajar diperoleh dari ahli sastra dan pembelajaran Bahasa Indonesia, pengguna, dan siswa.Berdasarkan uji coba dengan ahli sastra dan pembelajaran Bahasa Indonesia diperoleh skor 75,0%, uji coba dengan pengguna diperoleh skor 100%, dan uji coba dengan siswa diperoleh skor 92,1%. Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa dari segi penyajian, bahan ajar tergolong sangat layak dan dapat diimplementasikan dengan melakukan revisi.

Hasil uji coba dari segi bahasa bahan ajar diperoleh dari ahli sastra dan pembelajaran Bahasa Indonesia, pengguna, dan siswa.Berdasarkan uji coba dengan ahli sastra dan pembelajaran Bahasa Indonesia diperoleh skor 85,0%, uji coba dengan pengguna diperoleh skor 90%, dan uji coba dengan siswa diperoleh skor 90,9%. Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa dari segi bahasa, bahan ajar tergolong sangat layak dan dapat diimplementasikan.

Hasil uji coba dari segi tampilan bahan ajar diperoleh dari ahli sastra dan pembelajaran Bahasa Indonesia, pengguna, dan siswa.Berdasarkan uji coba dengan ahli sastra dan pembelajaran Bahasa Indonesia diperoleh skor 96,9%, uji coba dengan pengguna diperoleh skor 84,4%, dan uji coba dengan siswa diperoleh skor 84,2%. Berdasarkandata tersebut, disimpulkan bahwa dari segi tampilan, bahan ajar tergolong sangat layak dan dapat diimplementasikan dengan melakukan revisi.

Berdasarkan hasil uji coba dengan tiga kelompok,menunjukkan bahwa produk bahan ajar tergolong layak dan dapat diimplementasikan. Dengan demikian, hasil penelitian pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru, siswa, dan peneliti lain. Bagi guru, diharapkan penelitian pengembangan ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun bahan ajar secara mandiri dan lebih kreatif. Bagi siswa, diharapkan penelitian pengembangan ini dapat menjadi salah satu alternatif bahan yang bisa dimanfaatkan untuk belajar. Bagi peneliti lain, prosedur penelitian pengembangan bahan ajar ini dapat menjadi pedoman untuk melakukan penelitian serupa. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan melalui jurnal penelitian, perpustakaan Fakultas Sastra, forum MGMP Bahasa Indonesia, dan diterbitkan oleh penerbit.