SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN PEMBELAJARAN MEMBACA PUISI SISWA SMP/MTs

Yulli Hariyani

Abstrak


ABSTRAK

 

This research purposed to produce instrument assessment learning poem reading for SMP/MTs students. Instrument assessmen use to measure of step successfully potry learning. Product result in use include, the trial tests and the subjective test. The trial test, student exercising for can performantion in esthetic reading. The subjective test specially for understanding mean from poetry. For result try to two expert people and two practitioner can take rate percentage is 85,775%. So, the product appertain suitable and can to implementation.

 

Key words: instrument assessmen, poem reading

 

Penelitian ini bertujuan menghasilkan instrumen asesmen pembelajaran membaca puisi untuk siswa SMP/MTs. Instrumen asesmen digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pembelajaran puisi. Produk yang dihasilkan meliputi, tugas unjuk kerja dan tes subjektif. Tugas unjuk kerja, siswa dilatih untuk mampu performansi dalam ranah membaca indah. Tes subjektif pada pembelajaran dikhususkan untuk memahami makna dari puisi. Dari hasil uji coba yang dilakukan kepada dua ahli dan praktisi maka diambil rata-rata persentase 85,775%. Maka, produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan.

 

    Kata kunci: instrumen asesmen, membaca puisi

 

     Instrumen asesmen sangat diperlukan dalam pembelajaran terutama dalam pembelajaran membaca puisi. Setiap kinerja yang dilakukan siswa tidak akan terlepas dari asesmen. Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran (Hamalik, 2009:57). Salah satu unsur yang mempengaruhi yaitu prosedur dalam pembelajaran. Prosedur dalam pembelajaran dapat meliputi kegiatan pembelajaran, penilaian, serta evaluasi dalam mengetahui kemampuan siswa.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar pendidikan menegaskan bahwa pendidikan nasional harus memenuhi standar nasional pendidikan. Adapun standar nasional yang dimaksudkan meliputi, (a) tenaga kependidikan, (b) standar sarana dan prasarana, (c) standar penilaian pendidikan. Pada standar penilaian pendidikan, juga harus memenuhi kriteria dalam asesmen, pengukuran dan penilaian hasil yang menjadi acuan evaluasi pendidikan. Asesmen yang digunakan juga harus meliputi proses kinerja siswa dalam proses belajar yang dilakukan.

Instrumen asesmen adalah alat-alat yang digunakan untuk pengumpulan informasi tentang peserta didik, berkenaan dengan apa yang mereka ketahui dan apa yang mereka dapat lakukan. Instrumen asesmen yang digunakan untuk melakukan asesmen membaca puisi bisa berbagai macam instrumen, antara lain tes objektif, tes subjektif, unjuk kerja, produk, laporan, performansi, dan sebagainya. Tetapi instrumen-instrumen asesmen yang dikembangkan di dalam penelitian ini adalah tugas unjuk kerja, tes subjektif dan rubrik sebagai alat penilaiannya.

Selama ini penilaian proses yang diberikan kepada peserta didik, masih banyak yang belum menyangkut proses keseharian dari peserta didik. Banyak yang masih mengandalkan pada penilaian hasil saja. Padahal jika ditelusuri, penilaian proses pada peserta didik sangat berpengaruh terhadap penilaian hasil. Dengan demikian, sistem penilaian pada peserta didik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari guru dan juga penilaian di sekolah.  Penelitian-penelitian yang dilaksanakan akan menguji keunggulan penilaian dengan teknik tes maupun nontes. Menguji lebih jauh kesahihan tentang pengembangan instrumen asesmen membaca puisi dalam mengembangkan berbagai penilaian hasil, maka penelitian terhadap penilaian harus dilakukan untuk memperoleh dukungan. Tujuan penelitian ini yaitu agar guru dalam menilai peserta didik dapat menilai proses maupun  hasil kinerja peserta didik. Penilaian-penilaian dapat diterapkan pada berbagai aspek kebahasaan yaitu meliputi berbicara, membaca, menulis dan menyimak.

Produk hasil pengembangan instrumen asesmen ini ada dua, yakni tugas unjuk kerja untuk kelas VII/tes subjektif untuk kelas VIII dan rubrik penilaian membaca puisi. KD yang dikembangkan menghasilkan seperangkat instrumen asesmen. Keterbatasan yang terdapat pada penelitian ini adalah penyesuaian waktu pada pencarian sekumpulan bukti pembelajaran peserta didik yang diberikan guru dan waktu dilaksanakannya penelitian. Penelitian ini hanya membahas dua KD, yakni KD 15.1 kelas VII dan KD 15.2 kelas VIII. Sementara itu, pembatasan masalah pada penelitian ini adalah instrumen asesmen dalam pembelajaran membaca puisi.

    Menurut Sudjana (2010:5), dari segi alatnya, penilaian hasil belajar dapat dibedakan menjadi tes dan bukan tes (nontes).  Tes ini yang diberikan secara lisan (menuntut jawaban secara lisan) ada tes tulisan (menuntut jawaban dalam bentuk perbuatan). Soal-soal tes ada yang disusun dalam bentuk objektif, ada pula yang disusun dalam bentuk esai atau uraian.

Banyak pengertian asesmen yang bisa didapat. Menurut Nurhadi (2009:62), asessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa mem- berikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan siswa mengalami proses pembelajaran dengan benar. Assessment menekankan proses pembelajaran, maka data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran.

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan perintah unjuk kerja dan tes uraian dalam pembelajaran membaca puisi siswa SMP/MTs, mengembangkan rubrik penilaian pembelajaran membaca puisi siswa SMP/MTs, mengembangkan tes subjektif dan rubrik penilaian dalam pembelajaran membaca puisi siswa SMP/MTs dengan memperhatikan  validitas.