SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Unsur Bahasa Jawa Novel Orang-Orang Proyek Karya Ahmad Tohari

Juniastuti Minasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Minasari, Juniastuti. Penggunaan Unsur Bahasa Jawa Novel Orang-Orang Proyek Karya Ahmad Tohari. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (I) Dr.Roekhan, M.Pd., (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si.

 

Kata Kunci: penggunaan bahasa, unsur bahasa Jawa, novel

 

Dalam karya sastra, pengarang menggunakan bahasa sebagai materinya. Bahasa dan sastra adalah dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa adalah salah satu  bahasa lokal yang digunakan pengarang untuk menciptakan keindahan dalam karya sastra. Sehubungan dengan keterangan di atas, skripsi ini berjudul Penggunaan Unsur Bahasa Jawa Novel Orang-Orang Proyek (OOP) karya Ahmad Tohari, karena peneliti beranggapan bahwa di dalam novel Orang-Orang Proyek, aspek bahasa Jawa yang menonjol dibandingkan aspek yang lain.

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan unsur bahasa Jawa yang meliputi bentuk, makna, dan fungsi bahasa Jawa dalam novel OOP karya Ahmad Tohari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data penelitian berupa paparan kebahasaan, sumber penelitian adalah novel OOP. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tabel bentuk bahasa Jawa, makna bahasa Jawa, dan fungsi bahasa Jawa. Analisis data dimulai dari tahap mengumpulkan data, mengidentifikasi data, mengklasifikasikan  data berdasarkan bentuk bahasa Jawa, makna bahasa Jawa, dan fungsi bahasa Jawa, dan menyimpulkan hasil penelitian.  Langkah-langkah penelitian dimulai dari tahap pra penelitian, tahap penelitian dan tahap pasca penelitian.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh tiga kesimpulan. Pertama, bahasa Jawa yang digunakan pada novel OOP karya Ahmad Tohari ditemukan 292 bahasa yang terdiri atas penyisipan unsur berupa kata dasar sebanyak 79.10%, penyisipan unsur berupa kata turunan sebanyak 16.43%,  penyisipan unsur berupa frasa sebanyak 3.42 %, penyisipan unsur berupa klausa 1.02 %. Penggunaan bentuk bahasa Jawa dalam novel OOP yang terdiri atas kata dasar, kata turunan, dan frasa. Kata dasar dan  kata jadian diklasifikasikan berdasarkan jenis kata. Frasa yang ditemukan  dalam  novel OOP adalah frasa endosentris.

Kedua, hasil analisis makna bahasa Jawa yang terdiri atas makna makna denotatif, makna konotatif, makna kontekstual dan makna simbolik. Makna konotatif sebagian besar menggunakan  nilai rasa yang positif dan  menggunakan bahasa yang sopan. Makna kontekstual terdiri atas makna konteks kata sapaan, makna konteks prokem bahasa Jawa, makna konteks kata ganti, makna konteks kata seru dan makna konteks frasa sesuai dengan konteks masyarakat dan budaya Jawa. Makna simbolik terdiri atas tiga kata yang dianalisis yaitu makna kata mbulu, makna kata emprit dan makna kata bulak yang kata tersebut berhubungan dengan tema tentang  kekuasaan orang-orang besar dan kehidupan   orang-orang kecil.

Ketiga, hasil analisis fungsi bahasa Jawa yang ditemukan adalah fungsi berdasarkan fungsi komunikasi kultural atau budaya Jawa. Fungsi komunikasi kultural  dilihat dari fungsi kata jadian, fungsi kata ulang, fungsi kata majemuk dan fungsi frasa, fungsi kata sapaan dan  fungsi prokem bahasa Jawa. Fungsi kultural atau budaya berhubungan dengan etnis Jawa, dan kehidupan Jawa. Fungsi berdasarkan fungsi untuk percakapan atau pembicaraan antar tokoh berdasarkan stratifikasi sosialnya. Selanjutya adalah fungsi imajiasi. Fungsi imajinasi ditunjukkan pada latar belakang tokoh, latar budaya Jawa, kosakata yang dipakai pengarang dan latar belakang pengarang.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar masyarakat penutur bahasa Indonesia dan khususnya penutur  bahasa Jawa  tidak menutup diri terhadap perkembangan variasi bahasa Jawa karena dapat memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa. Untuk novel OOP karya Ahmad Tohari perlu adanya glosarium atau arti dari bahasa Jawa karena tidak semua pembaca karya Ahmad Tohari berasal dari Jawa. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengkaji penggunaan unsur bahasa Jawa  yang dapat dilihat dari segi kata, frasa, klausa, dan kalimat  pada novel-novel lain atau pada novel karya Ahmad Tohari.