SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perkembangan Kejiwaan Tokoh Utama dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

Fathol Arifin

Abstrak


ABSTRAK

 

Arifin, Fathol. 2012. Perkembangan Kejiwaan Tokoh Utama dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heri Suwignyo, M.Pd, (II) Drs. Sunoto, M.Pd.

 

Kata Kunci: Perkembangan Kejiwaan, Tokoh Utama, Novel, Plot

 

Sastra telah menjadi bagian dari pengalaman fisik dan psikis manusia. Pengalaman fisik dan psikis menjadi stimulus manusia dalam berekspresi, baik verbal maupun kinestetik. Sastrawan mengekspresikan pengalamannya dalam bentuk verbal tertulis dilabeli karya sastra. Novel menawarkan sebuah dunia, dunia yang berisi model kehidupan yang diidealkan, dunia imajiner, yang dibangun melalui berbagai unsur intrinsiknya seperti peristiwa, plot, tokoh (dan penokohan), latar, sudut pandang, dan lain-lain yang kesemuanya bersifat imajiner. Latar tokoh utama dalam novel ini adalah masa remaja. Remaja memiliki ciri khas pada tiap aspek hidupnya. Selain pertumbuhan secara fisiologis, pertumbuhan mental (pola pikir) dan kejiwaan (psikologis) mereka juga tengah berkembang. Perkembangan kejiwaan remaja berkaitan erat terhadap aspek emosi, mental, kemauan, dan keadaan moral remaja. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perkembangan kejiwaan tokoh utama dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Perkembangan kejiwaan tersebut meliputi: (1) perkembangan kejiwaan tokoh utama dalam novel Sang Pemimpi pada penggalan plot awal, (2) perkembangan kejiwaan tokoh utama dalam novel Sang Pemimpi pada penggalan plot tengah, dan (3) perkembangan kejiwaan tokoh utama dalam novel Sang Pemimpi pada penggalan plot akhir.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan bersifat deskriptif karena peneliti mendeskripsikan perkembangan kejiwaan tokoh utama yang terdapat dalam novel tersebut. Data penelitian ini berupa kalimat, dialog, monolog, dan narasi yang mencerminkan perkembangan kejiwaan tokoh utama dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Novel ini diterbitkan pada tahun 2008. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai human instrument yang bertugas mengumpulkan dan mengolah data. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah (1) membaca secara komprehensif dan kritis novel Sang Pemimpi, (2) mengidentifikasi kata-kata yang mengandung perkembangan kejiwaan tokoh utama, (3) kodifikasi setiap kata yang ditemukan, dan (4) klasifikasi sesuai rumusan masalah yang disusun. Analisis data dilakukan dengan cara kodifikasi, reduksi data, analisis interpretasi, kemudian terdapat  hasil temuan.

Hasil analisis dari penelitian ini adalah (1) perkembangan kejiwaan tokoh utama dalam novel Sang Pemimpi pada penggalan plot awal, yaitu (a) perkembangan kejiwaan tokoh utama sebelum terjadi kontak sosial dan lingkungan; (b) perkembangan kejiwaan tokoh utama ketika terjadi kontak sosial dan lingkungan; (c) perkembangan kejiwaan tokoh utama pasca terjadi kontak sosial dan lingkungan; (2) perkembangan kejiwaan tokoh utama dalam novel Sang Pemimpi pada penggalan plot tengah, yaitu (a) perkembangan kejiwaan ketika tokoh utama mengalami krisis mental; (b) perkembangan kejiwaan tokoh utama ketika mengalami kebuntuhan pemecahan masalah; (3) perkembangan kejiwaan tokoh utama dalam novel Sang Pemimpi pada penggalan plot akhir, yaitu (a) perkembangan kejiwaan tokoh utama saat menemukan jalan keluar atas masalah; (b) perkembangan kejiwaan tokoh utama pasca masalah selesai.

Berdasarkan bahasan dan temuan penelitian disimpulkan bahwa dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata terdapat perkembangan kejiwaan tokoh utama. Perkembangan kejiwaan tokoh utama sebelum terjadi kontak sosial dan lingkungan, perkembangan kejiwaan tokoh utama ketika terjadi kontak sosial dan lingkungan, serta perkembangan kejiwaan tokoh utama pasca terjadi kontak sosial dan lingkungan. Hal ini bisa terjadi karena remaja pada masa ini cenderung mengalami pergolakan kejiwaan untuk mencari identitas diri. Pada penggalan plot tengah, perkembangan kejiwaan tokoh utama mengalami krisis mental serta mengalami kebuntuhan pemecahan masalah. Sedangkan perkembangan kejiwaan tokoh utama pada penggalan plot akhir, bisa dilihat saat tokoh utama menemukan jalan keluar atas masalah yang dihadapi dan pasca masalah yang dihadapi terselesaikan. Penelitian ini bisa digunakan sebagai referensi guru untuk menghadapi peserta didiknya, khususnya mengenai perkembangan kejiwaan remaja beserta masalah-masalah yang dihadapi. Penelitian ini juga diharapkan bisa digunakan sebagai referensi pengajaran Bahasa Indonesia, terutama untuk menemukan perkembangan kejiwaan tokoh utama yang terdapat dalam novel maupun cerpen pada siswa SMP dan SMA. Bagi pembaca diharapkan penelitian ini akan menambah pengetahuan mereka. Khususnya pengetahuan mengenai perkembangan kejiwaan remaja. Pengetahuan tersebut akan berguna ketika kita berinteraksi dengan mereka.