SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2005

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Teknik Pemeranan Drama Siswa Kelas II SMA Negeri 6 Malang Tahun Ajaran 2003/2004

Sriningsih Sriningsih

Abstrak


Pembelajaran Pemeranan Drama merupakan salah satu bagian pembelajaran sastra. Pembelajaran pemeranan drama diharapkan dapat diberikan secara sempurna yaitu sebagai karya sastra baca dan karya pentas. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran drama tidak boleh hanya disikapi sebagai karya sastra yang fungsinya hanya sebagai bahan bacaan, tetapi sebagai sebuah karya yang nantinya akan dipentaskan. Akan tetapi sebagian besar pendidik masih menyikapi pembelajaran pemeranan drama hanya sebagai karya naskah baca, sehingga pembelajaran pemeranan drama di kelas lebih banyak membahas tentang teori drama tanpa disertai praktek memerankan drama. Kenyataan tersebut dapat dilihat pada pembelajaran drama di SMA Negeri 6 Malang khususnya kelas dua. Bentuk pembelajaran drama di kelas hanya sebatas memperkenalkan unsur-unsur intrinsik pembangun drama dan memerankan dua karakter tokoh yang ada dalam naskah drama tanpa disertai adanya latihan pemeranan terlebih dahulu serta tidak sampai pada sebuah pementasan yang utuh. Walaupun telah tersedia media untuk mengembangkan bakat dan kreasi khususnya dalam bidang seni peran dalam wadah kegiatan ekstrakurikuler teater tetapi sangat sedikit sekali peminatnya. Hal itu terbukti dari keseluruhan siswa SMA Negeri 6 Malang hanya 34 siswa yang mengikuti, hal itu disebabkan karena ekstrakurikuler tersebut tidak wajib diikuti oleh semua siswa, siswa berhak memilih salah satu dari beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang ada, selain itu juga diakibatkan karena kurangnya perencanaan yang matang oleh pelatih terhadap pembelajaran pemeranan drama di luar kelas sehingga kegiatan latihan pemeranan drama di SMA Negeri 6 Malang hanya terselenggara pada saat akan ada kompetisi atau mengisi acara yang diselenggarakan oleh sekolah.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan  (1) Proses pembelajaran teknik pemeranan drama di kelas yang meliputi (a) Perencanaan pembelajaran, (b) kegiatan belajar mengajar, dan (c) evaluasi pembelajaran; (2) Proses pembelajaran teknik pemeranan drama di luar kelas sebagai ekstrakurikuler yang meliputi (a) kegiatan pendahuluan, (b) kegiatan inti, dan (c) kegiatan penutup. Penelitian ini dirancang dengan metode kualitatif deskriptif. Sumber datanya adalah guru, siswa, dan pelatih ekstrakurikuler drama. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan bantuan instrumen pendukung berupa (a) pedoman wawancara dengan guru dan pelatih, (b) lembar observasi, dan (c) angket siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara (a) lembar observasi, (b) wawancara, (c) angket, dan (d) dokumentasi.

Hasil yang diperoleh dari proses pembelajaran teknik pemeranan drama di kelas yang berupa kegiatan perencanaan pembelajaran teknik pemeranan drama yang dibuat oleh guru yang berupa silabus yaitu guru menentukan materi yang akan diajarkan, menentukan pengalaman belajar siswa, merancang penilaian pembelajaran, menentukan alokasi waktu pembelajaran,dan menentukan sumber/bahan/alat  pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari kegiatan perencanaan yang dibuat oleh guru yang berupa skenario pembelajaran yang merupakan penjabaran dari silabus adalah guru menentukan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang berupa kegiatan pendahuluan, inti dan penutup; memilih metode pembelajaran; menentukan alokasi waktu pembelajaran; menentukan media yang digunakan; menentukan sumber belajar; merancang penilaian pembelajaran; menentukan produk pembelajaran; dan menentukan penugasan/ proyek  dari pembelajaran.

Kegiatan belajar mengajar pembelajaran teknik pemeranan, terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegitan penutup. Pada kegiatan pendahuluan, meliputi kegiatan mengumpulkan tugas-tugas drama, pengetahuan tentang pemeranan, dan pembagian lembar penilaian pemeranan drama yang akan dilakukan dikelas. Kegitan inti, meliputi kegiatan dasar teori tentang pemeranan, praktek membaca dialog dengan menggunakan intonasi dan ekspresi yang sesuai dengan karakter, praktek memerankan dua karakter tokoh dengan menggunakan lafal, intonasi, nada/tekanan, mimik/gerak-gerik yang tepat sesuai dengan watak tokoh, dan penilaian oleh siswa terhadap penampilan pemeranan drama temannya. Sedangkan kegiatan penutup, meliputi penilaian guru terhadap hasil pemeranan drama siswa, dan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.

Evaluasi pembelajaran teknik pemeranan drama berupa kegiatan penilaian. Kegiatan penilaian meliputi dua hal yaitu penilaian proses dan penilaian hasil/unjuk kerja. Hasil yang diperoleh dari penilaian proses meliputi, kesungguhan, kerjasama, inisiatif, dan ketepatan. Penilaian hasil berupa unjuk kerja siswa memerankan dua karakter tokoh dengan menggunakan lafal, intonasi, nada, dan mimik yang sesuai dengan watak tokoh. Aspek yang dinilai meliputi aspek pelafalan, intonasi, nada, mimik, suara/vokal, dan gerak.

Proses kegiatan pembelajaran drama di luar kelas meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan meliputi kegiatan latihan konsentrasi, vocal, dan gerak. Kegiatan inti pembelajaran meliputi casting, latihan membaca dialog melingkar disertai intonasi yang tepat, dan latihan berdialog lepas naskah disertai ekspresi dan gerak yang sesuai dengan karakter tokoh. Kegiatan penutup meliputi General rehearsal(latihan terakhir sebelum pementasan), dan evaluasi. Evaluasi meliputi penilaian proses dan penilaian hasil. Aspek yang dinilai pada penilaian proses meliputi aspek kesungguhan, kerjasama, inisiatif, dan ketepatan siswa  dalam berakting. Penilaian hasil pembelajaran teknik pemeranan drama siswa berupa unjuk kerja siswa memerankan drama yang berjudul “operasi” karya Putu Wijaya. Aspek yang dinilai adalah pemahaman terhadap teks drama, penghayatan, pelafalan, intonasi, nada/ tekanan, tempo pembicaraan, kesesuaian ekspresi dengan dialog yang diucapkan, gerak, movement, dan blocking.

Teks Penuh: DOC