SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Realisme Sosialis dalam Kumpulan Puisi Aku Ingin Jadi Peluru Karya Wiji Thukul (Kajian Strukturalisme Genetik)

Wahyu Widodo

Abstrak


Karya sastra memuat dan mengandung kenyataan sosial yang terjadi di

dalam masyarakat. Secara langsung karya sastra bergesekan dengan dinamika

masyarakat yang di dalamnya memuat ideologi suatu komunitas tertentu.

Keterlibatan sastra dalam ideologi suatu komunitas mengakibatkan sastra

mempunyai keberpihakan atau terlibat secara langsung dalam dinamika

masyarakat. Dengan demikian, sastra menjadi corong kepentingan ideologi,

menggambarkan kondisi sosial masyarakat, dan sebagai media propaganda

perjuangan mewujudkan gagasan atau ide. Sastra yang seperti ini lazim disebut

dengan aliran realisme sosialis yakni aliran karya sastra yang mengangkat pokok

persoalan dalam masyarakat yang menggambarkan :(1) fakta atau kenyataan

sosial yang terjadi dalam masyarakat, (2) penderitaan masyarakat bawah atau

wong cilik yang disebabkan oleh hegemoni struktur yang berkuasa,(3)

pertentangan kelas dalam masyarakat, (4) mempunyai keberpihakan terhadap

masyarakat bawah atau wong cilik,dan (5) memuat propaganda perlawanan

terhadap struktur yang berkuasa. Pokok persoalan tersebut diangkat disesuaikan

dengan garis ideologi partai yang mencerminkan kecenderungan penyair atau

pengarang terhadap ideologi sosialis komunis yang di anutnya.

Strukturalisme genetik adalah kajian kesusastraan yang mengkaji struktur

karya sastra yang dikaitkan dengan asal usul karya sastra yang mencerminkan

latar belakang penyair atau pengarangnya dan sosial budaya

masyarakatnya.Penyair dalam pandangan Goldmann mewakili pandangan dunia

(vision du monde) masyarakatnya dan sebagai wakil golongan masyarakatnya.

Oleh karena itu, pendekatan strukturalisme genetik tidak hanya meneliti struktur

karya sastra namun juga mengkaji kehidupan sosial budaya penyair karena

merupakan bagian dari komunitas masyarakat yang ikut mengkondisikan

keberadaan karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur

struktur puisi dalam kumpulan AIJP karya Wiji Thukul, mendeskripsikan latar

belakang sosiobudaya penyair yang terefleksikan ke dalam puisi AIJP,

mendeskripsikan ciri-ciri realisme sosialis dalam kumpulan puisi AIJP.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif,

penjabarannya dilakukan menggunakan deskripsi secara kualitatif dan bukan

menggunakan data statistik.Teknik analisis dengan cara (1) menganalisis pokok

persoalan dalam kumpulan puisi AIJP karya Wiji Thukul, (2) menganalisis unsur

struktur puisi yang mempunyai indikasi realisme sosialis, (3) menganalisis

penciptaan konteks puisi untuk mendeskripsikan sosiobudaya penyair yang

  iterefleksikan dalam AIJP,(4) menganalisis ciri- ciri realisme sosialis yang terdapat

dalam struktur puisi dan sosiobudaya penyair.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kumpulan puisi AIJP yakni

sebagaiberikut: unsur struktur puisi dalam kumpulan puisi AIJP yakni

mengangkat pokok persoalan penderitaan yang dialami kaum miskin atau

masyarakat bawah dan perlawanan terhadap pemerintah  pada masa pemerintahan

orde baru yang berbuat sewenang- wenang dengan menggunakan bunyi- bunyi

yang bernuansa berat, kacau, dan tercekik. Pilihan kata yang digunakan adalah

kata yang mengandung pertentangan antara struktur yang berkuasa dengan

struktur yang dikuasai dan mengacu pada makna denotatif, bahasa kiasan yang

digunakan adalah bahasa kiasan kontras, yang mengkiaskan pertentangan yang

terjadi dimasyarakat, sedangkan gaya bahasa yang digunakan adalah dengan

menggunakan sarana retorika yang menjelaskan senyata- nyatanya penderitaan

yang dialami masyarakat bawah dan memberikan penekanan perlawanan terhadap

struktur yang berkuasa. Deskrispsi sosial budaya masyarakat dan pandangan

penyair (world view) terhadap kondisi sosial budaya  yang mengkondisikan AIJP,

yakni  sebagai berikut (1) deskripsi kondisi sosial masyarakat bawah yang

menderita akibat kebijakan pemerintah orde baru di bawah pimpinan Soeharto

pada kurun waktu tahun 1980 sampai 1997 yang terdapat dalam AIJP.(2)

deskripsi kondisi masyarakat yang berbudaya Jawa yang banyak mewarnai

AIJP.Akan tetapi bukan masyrakat yang berbudaya Jawa dari kelas atas, tetapi

masyarakat yang berbudaya Jawa dari kelas bawah. Hal  ini tercermin dalam

penggunaan kosakata Jawa yang berkonotasi kasar, terang-terangan, dan kurang

sopan yang sering digunakan dalam puisi yang berjudul Nyanyian Abang Becak,

Lingkungan Kita si Mulut Besar, dan Darman. Pandangan penyair terhadap

kondisi sosial budaya masyarakat adalah sebagai berikut:(1) masyarakat bawah

yang menderita akibat kesewenang-wenangan pemerintah melalui kebijakannya

harus berani untuk menyatakan keberadaan dirinya hal ini tercermin dari pokok

persoalan yang diangkat, (2) masyarakat bawah mempunyai kekuatan dan

keberanian untuk melawan kesewenang-wenangan pemerintah dengan banyaknya

ditemukan penggunaan tanda seru sebagai sebuah seruan dan ajakan serta

penegasan keyakinan yang ditempuhnya yakni jalan melawan pemerintah.Ciri-ciri

realisme sosialis dalam kumpulan puisi AIJP karya Wiji Tjukul yakni memadukan

antara isi dan bentuk, dalam artian isi mengangkat pokok persoalan(subject

matter) dalam masyarakat bawah dengan menggunakan piranti estetika

kesusastraan seperti bahasa kiasan, gaya bahasa dan pilihan kata yang sesuai serta

terkondisikan dalam sosial budaya masyrakat bawah yang menderita pada kurun

waktu 1980 sampai 1997 di masa pemerintahan orde baru.

  Berdasarkan hasil penelitiaan ini, dapat disarankan agar penelitian

selanjutnya lebih memfokuskan pada satu unsur struktur yang dominan. Dengan

demikian, ciri-ciri realisme sosialis dalam kumpulan puisi AIJP akan lebih fokus.


Teks Penuh: DOC