SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pandangan Sufistik dalam Cerpen-cerpen M. Fudoli Zaini

Maryam Maryam

Abstrak


Kesusasteraan Indonesia mutakhir memiliki kecenderungan sufistik. Hal ini  didasarkan pada pengamatan terhadap karya-karya pengarang terkemuka Angkatan 70 dan 80-an. Salah satunya adalah Muhammad Fudoli Zaini. Fudoli dikenal sebagai penulis cerpen puitik dan sufistik. Pada umumnya cerpen-cerpennya itu mengisahkan tentang perjalanan batin manusia menghadapi berbagai permasalahan hidup seperti kefanaan, kematian, dan kenisbian waktu yang kerap mengganggu. Harapan, cinta, ketakutan akan maut, ketakberdayaan insan di hadapan kekuatan gaib dari takdir yang pelik, perjuangan melawan hawa nafsu, kerinduan kepada Tuhan, adalah tema-tema pokok cerpen-cerpennya.

Sufistik merupakan satu kategori penyifataan dimensi esoteris ajaran Islam dari sufi. Sufi adalah golongan muslim yang mementingkan kebersihan hidup batin. Ajaran-ajarannya disebut tasawuf. Tasawuf berarti jalan dan tujuan untuk sampai kepada kasyf (penglihatan hati yang terang atau tersingkapnya hijab yang menghalangi penglihatan seseorang terhadap keesaan Tuhan) dan makrifat (pengenalan terhadap keesaaan Tuhan dengan mata kalbu/intuitif). Caranya melalui kejernihan hati. Tujuannya adalah musyahadah (penyaksian).

Penelitian ini digunakan untuk memperoleh deskripsi tentang pandangan-pandangan sufistik dalam cerpen-cerpen M. Fudoli Zaini. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Metode kualitatif bersifat deskripsi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan moral-filosofis.

Data penelitian yang berupa paparan bahasa meliputi baris dan kata yang digunakan dalam cerpen-cerpen M. Fudoli Zaini yang sesuai dengan pandangan-pandangan sufistik, yaitu pandangan terhadap Tuhan, dunia, dan manusia. Data tersebut bersumber dari 6 cerpen M. Fudoli Zaini, yaitu (1) Batu-batu Setan , (2) Gurun, (3) Arafah, (4) Sisifus, (5) Sabir dan Sepeda, dan (6) Potret Manusia. “Batu-batu Setan” diperoleh dari Horison Sastra Indonesia 2 Kitab Cerita Pendek oleh Taufik Ismail (Eds.) terbitan Jakarta, Horison Kakilangit-The Ford Foundation, tahun 2002. “Gurun”, “Arafah”, “Sisifus”, dan “Sabir dan Sepeda” diperoleh dari kumpulan cerpen Arafah, terbitan Bandung-Pustaka, tahun 1984. Sedangkan “Potret Manusia” diperoleh dari kumpulan cerpen Potret Manusia, terbitan Jakarta-Balai Pustaka, tahun 1983.

Instrumen yang digunakan adalah human instrument atau peneliti sendiri dan instrumen penunjang berupa panduan tabel pengamatan data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi/pengamatan dan dokumentasi. Analisis data yang diterapkan mengikuti model analisis interaktif yang di dalamnya melibatkan kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti melakukan kegiatan triangulasi penyidik dan ketekunan pengamatan. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data sesuai dengan kebutuhan penelitian, pengklasifikasian data sesuai dengan data yang sejenis berdasarkan indikator-indikator permasalahan dan tujuan penelitian, penginterpretasian data dengan memberikan makna, dan pendeskripsian hasil interpretasi diikuti dengan penyimpulan tentang pandangan sufistik sebagai suatu hasil analisis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen-cerpen M. Fudoli Zaini memuat 10 pandangan sufistik, yaitu pandangan jamal-kamal, fana’-baqa’, ru’yah (pandangan terhadap Tuhan), dunia tidak kekal, tidak ada kesia-siaan dalam hidup (pandangan terhadap dunia), sikap hidup taubat, wara’, zuhud, tawakkal, dan ridho (pandangan terhadap manusia). Sebagai seorang sastrawan religius, Fudoli mengungkapkan ajaran-ajaran tasawuf yang bersumber dari keseimbangan organis antara aspek duniawi dan ukhrawi. Semua pandangan yang dideskripsikan bersumber dari cinta (mahabbah) kepada Allah SWT. Saran peneliti secara umum adalah hendaklah seorang peneliti atau pengkaji sastra sufistik dibarengi dengan penguasaan ilmu sastra dan tasawuf.


Teks Penuh: DOC