SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Teknik Pembelajaran Menyimak-Berbicara Siswa Autis Kelas III SD di Sekolah Autisme Laboratorium Universitas Negeri Malang

Listieningsih .

Abstrak


ABSTRAK
Listieningsih. 2009. Teknik Pembelajaran Menyimak-Berbicara Siswa Autis Kelas
III SD di Sekolah Autisme Laboratorium Universitas Negeri
Malang. Skripsi, Jurusan Sastra indonesia (FS) Universitas
Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widodo Hs, M.Pd, (II) Dr.
Anang Santoso,M.Pd
Kata kunci : teknik menyimak, berbicara.
Autis semakin marak dibicarakan oleh masyarakat. Hal ini terkait dengan
peningkatan jumlah penyandang autis dan kepedulian masyarakat terhadap
gangguan tersebut. Ciri-ciri autis adalah hidup dalam rutinitas, memiliki gangguan
dalam berinteraksi sosial, perilaku, dan komunikasi. Sedangkan faktor pemicu awal
gangguan ini hingga dinihari masih belum ditemukan secara pasti. Dalam kegiatan
komunikasi lisan, penyandang autis cenderung mengalami kesulitan untuk
memahami dan mengekspresikan keinginan, ide atau gagasan dalam dirinya secara
lisan kepada lawan bicaranya. Sementara, kedua ketrampilan tersebut telah menjadi
kebutuhan dasar bagi kehidupan masyarakat maupun perseorangan dalam kegiatan
komunikasi lisan mereka. Oleh karena itu, sudah selayaknya dua aspek keterampilan
berbahasa tersebut diperhatikan dengan sungguh-sungguh dalam program
pengajaran bahasa, khususnya bagi siswa autis.
Berkaitan dengan hal tersebut, siswa autis memerlukan pembelajaran
menyimak dan berbicara. Pembelajaran menyimak dan berbicara dilakukan guru
dengan menggunakan teknik-teknik tertentu, yang disesuaikan dengan kebutuhan
dan keterbatasan yang dimiliki oleh siswa autis. Penggunaan teknik yang dilakukan
oleh guru didasarkan pada perpaduan kurikulum siswa, yaitu kurikulum Taman
Kanak-Kanak, SD (KTSP), SDLB (tunarungu) dan Metode ABA (Applied
Behaviour Analysis). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik-teknik
dan pola pembelajaran menyimak- berbicara sebagai satuan kegiatan tersendiri yang
digunakan guru pada siswa autis kelas III SD di Sekolah Autisme Laboratorium
UM, lebih lanjut hasil penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan oleh pengajar
autis.
Rancangan penelitian teknik pembelajaran menyimak-berbicara siswa autis
kls III SD ini adalah rancangan penelitian deskriptif, yaitu peneliti hanya
menggambarkan teknik-teknik yang digunakan guru dan mentranformasikannya ke
dalam bentuk pola-pola pembelajaran menyimak-berbicara. Sedangkan Analisis
hasil penelitian ini dilakukan secara induktif, yakni berangkat dari hal khusus untuk
menarik kesimpulan umum.
Hasil penelitian ini diperoleh, bahwa pada pembelajaran menyimak guru
menggunakan delapan teknik yang dikelompokkan ke dalam empat kategori,
mencakup (1) menyimak disertai berbicara, yang meliputi (a) menyimak percakapan
guru dengan siswa lain, (b) menyimak simakan panjang,(c) menyimak simakan
v
pendek, (d) menyimak dengan menerka, (2) menyimak disertai menulis, yakni (a)
dikte, (3) menyimak disertai gerakan, yang meliputi (a) mengikuti instruksi dua
langkah, (b) mengikuti instruksi satu langkah, dan (4) menyimak disertai visual,
yakni (a) memilih kata pungut dari wacana. Sedangkan pada pembelajaran berbicara,
guru menggunakan sembilan teknik yang dikelompokkan ke dalam dua ketegori,
mencakup (1) teknik terencana, yang meliputi (a) identifikasi, (b) bercerita, (c)
lihat-ucapkan, (d) respon verbal, (e) bermain peran, (f) mengulang informasi, dan
(2) teknik berbicara tak terencana, yang meliputi (a) imitasi satu kata, (b) imitasi
lima kata, (c) menggali kata kunci. Menyimak-berbicara dalam kegiatan komunikasi
dan pembelajaran dapat diidentifikasi berdasarkan satu satuan kegiatan tersendiri,
namun demikian dapat juga merupakan satu kesatuan kegiatan utuh, seperti yang
terjadi pada teknik pembelajaran menyimak disertai tuturan. Sementara itu,
berdasarkan hasil analisis terdapat pola-pola tertentu pada teknik pembelajaran
menyimak-berbicara, yang mencakup (1) menyimak percakapan guru dengan siswa
lain, (2) menyimak simakan panjang, (3) menyimak simakan pendek, (4) menyimak
dengan menerka, (5) dikte, (6) mengikuti instruksi dua langkah, (7) mengikuti
instruksi satu langkah, (8) memilih kata-kata pungut, (9) identifikasi, (10) bercerita,
(11) lihat-ucapkan, (12) respon verbal, (13) bermain peran, (14) mengulangi
informasi, (15) imitasi satu kata, (16) imitasi lima kata, dan (17) menggali kata
kunci.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian
lebih lanjut mengenai pembelajaran menyimak dan berbicara yang berkaitan dengan
bahan pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran menyimak-berbicara.