SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Memanfaatkan Media Komik Siswa Kelas III SDK Santo Fransiskus Lawang-Malang

Maria Kartikasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Kartikasari, Maria Margaretha Novi. 2009. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan Memanfaatkan Media Komik Siswa Kelas III SDK Santo Fransiskus Lawang-Malang. Skripsi Progam Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia & Daerah Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hj. Yuni Pratiwi, M.Pd.

 

Kata Kunci: menulis, cerpen, komik

 

            Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang wajib dilaksanakan sejak siswa menempuh pendidikan dasar hingga ke jenjang sekolah lanjutan atas. Pengajaran Bahasa Indonesia perlu dilakukan sejak dini. Pengajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara lisan dan tulis dengan baik dan benar. Mata pelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan melalui pengembangan empat keterampilan berbahasa, yakni mendengar, menulis, berbicara, dan membaca. Masalah yang dikeluhkan oleh guru kelas III SDK Santo Fransiskus adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menulis, terutama pembelajaran menulis cerpen. Masalah-masalah yang ditemukan antara lain, (1) siswa belum mampu mengembangkan tema ke dalam bentuk cerpen, (2) siswa belum mampu menggunakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung, (3) siswa belum mampu menggunakan ejaan, huruf kapital, dan (4) siswa belum mampu mengembangkan unsur pembangun cerpen.

            Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, (1) bagaimanakah tindakan dan hasil peningkatan kemampuan menulis cerpen dengan memanfaatkan media komik siswa kelas III SDK Santo Fransiskus Lawang-Malang pada tahap pramenulis, (2) bagaimanakah tindakan dan hasil peningkatan kemampuan menulis cerpen dengan memanfaatkan media komik siswa kelas III SDK Santo Fransiskus Lawang-Malang pada tahap menulis, dan (3) bagaimanakah tindakan dan hasil peningkatan kemampuan menulis cerpen dengan memanfaatkan media komik siswa kelas III SDK Santo Fransiskus Lawang-Malang pada tahap pascamenulis?

            Penelitian ini dilakukan di SDK Santo Fransiskus Lawang-Malang, difokuskan pada siswa kelas III sebagai subjek penelitian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data yang digunakan berupa data verbal, data perilaku siswa dalam pembelajaran menulis, data numerik yang berupa skor hasil pada tahap pramenulis, menulis, dan pasca menulis, dan data nonverbal yang berupa dokumentasi foto siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yakni lembar observasi dan angket. Penelitian ini dilakukan hingga dua siklus untuk mencapai tujuan penelitian, yaitu peningkatan kemampuan menulis cerpen dengan memanfaatkan media komik.

            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media komik dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen. Pada siklus I tahap pramenulis dari 32 siswa yang mendapat tindakan 24 siswa dikatakan berhasil mencapai nilai diatas SKM (>70), dengan rincian 10 siswa mencapai kriteria sangat baik dengan rentangan nilai 100-86 dan 13 siswa mencapai kriteria baik dengan rentangan nilai 80-73. Dalam tahap pramenulis masih terdapat 9 siswa yang mendapat nilai dibawah SKM (70), dengan rincian 2 siswa mencapai kriteria sangat baik dengan rentangan nilai 100-90, dan 13 siswa mencapai kriteria baik dengan rentangan nilai 84-72. Dalam tahap ini ditemukan 17 siswa yang mencapai nilai dibawah SKM (70), dengan rincian 20 siswa mencapai kriteria sangat baik, dan 12 siswa mencapai kriteria baik. Pada siklus II didapatkan hasil semua siswa mengalami peningkatan nilai diatas SKM (>70). Berdasarkan data-data yang sudah dicapai pada siklus I dan siklus II, siswa sudah mampu menulis cerpen secara utuh dan padu dengan memanfaatkan media komik. Media komik dapat menjadi inspirasi bagi siswa, dengan bukti siswa menemukan judul, tema, tokoh, latar, dan alur dari media komik. Judul, tema, tokoh, latar, dan alur yang sudah ditemukan membantu siswa untuk berimajinasi dan menuliskan imajinasinya menjadi cerpen yang utuh dan padu.

            Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk kepala sekolah dan guru agar memanfaatkan media komik sebagai salah satu media pembelajaran menulis cerpen, sebab komik merupakan bacaan yang digemari dan mudah dipahami siswa.