SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kepribadian Tokoh Utama pada Novel Pintu Terlarang

Nafilia Rachmah

Abstrak


ABSTRAK

 

Rachmah, Nafilia. 2011. Kepribadian Tokoh Utama pada Novel Pintu Terlarang Karya Sekar Ayu Asmara Melalui Pendekatan Psikologi Kepribadian Sigmund Freud . Skripsi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Mudjianto, M.Pd.

 

Kata Kunci: Kepribadian, Tokoh Utama, Novel, Psikologi Kepribadian, Sigmund Freud Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra berbentuk prosa.

Peristiwa dalam novel merupakan khayalan atau rekaan yang diceritakan oleh pengarang. Novel memiliki unsur-unsur cerita berupa unsur instrinsik dan ekstrinsik. Pada dasarnya novel dibangun oleh dua unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Tokoh sebagai salah satu unsur intrinsik dalam karya sastra memiliki kedudukan yang sangat penting. Karena tokoh menggambarkan kondisi psikologis dan kepribadian seseorang.Salah satu novel yang memiliki kekuatan penokohan adalah novel Pintu Terlarang karaya Sekar Ayu Asmara yang menjadi objek dalam penelitian ini. Novel “ Pintu Terlarang” dipilih karena merupakan novel yang berani mengungkapkan akibat buruk yang ditimbulkan dari penyikasaan terhadap seorang anak. Novel ini penuh dengan lika-liku kepribadian para tokohnya sangat beragam dan unik, terutama kepribadian tokoh utama. Kepribadian tokoh utama dinilai sangat menarik untuk diteliti karena terdapat beberapa muatan emosi yang membentuk kepribadiannya yang dianggap aneh dan unik. Penelitian ini secara umum bertujuan memperoleh deskripsi tentang kepribadian tokoh utama pada novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara. Kepribadian tersebut dikaji berdasarkan teori psikologi kepribadian Sigmund Freud yang menjelaskan bahwa kepribadian seseorang terbagi menjadi (1) id, (2) ego, dan (3) superego.

Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan model kajian pustaka berdasarkan pendekatan psikologi kepribadian Sigmund Freud. Data dalam penelitian ini berupa satuan kutipan yang meliputi tingkah laku tokoh, jalan pikiran tokoh, dialog tokoh dan deskripsi pengarang yang memuat kepribadian tokoh utama berdasarkan tinjauan psikologi kepribadian Sigmund Freud yang terdapat dalam teks monolog, dialog, dan narasi. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca sumber data oleh peneliti sendiri sebagai instumen ( human instrument). Analisis data dilakukan melalui tahap kodifikasi, reduksi, analisis, dan inferensi. ii Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa terdapat bentuk struktur kepribadian tokoh utamadalam novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara. Struktur kepribadian itu terbagi menjadi dua, yakni kepribadian tokoh utama dan kepribadian tokoh khayalan. Struktur kepribadian itu terdiri dari: (1) id, (2) ego, dan (3) superego. Ketiga struktur kepribadian ini tidak berhubungan secara baik. Hal ini dikarenakan id sangat dominan pada tokoh utama yang disebabkan adanya ketidakenakan yang dirasakan akibat dari siksaan orang tua Gambir. Sebaliknya, ego yang bertindak sebagai penengah kepribadian tidak mempunyai banyak sumbangan terhadap pemikiran Gambir. Hal ini dikarenakan Gambir tidak dapat berpikir dengan baik karena terhalang oleh id atau keinginan dirinya untuk segera terlepas dari penderitaan. Superego Gambir tampak hanya beberapa bagian dari keseluruhan kepribadian Gambir. Superego ini tampak dominan karena adanya penyesalan pada diri Gambir karena telah membunuh orang tuanya. Kepribadian tokoh khayalan yang diceritakan cukup dominan mengisi cerita dalam novel merupakan refleksi dari kepribadian tokoh utama. Meskipun bukan wujud dari kepribadian sebenarnya, tetapi secara tdak langsung merupakan cermin dari kepribadian yang sebenarnya. Saran-saran yang dapat disimpulkan berdasarkan hasil kesimpulan, yakni: (1) Saran bagi Pembaca, penelitian ini dapat digunakan pembaca sebagai salah satu referensi dalam memahami sekaligus menambah pengetahuan tentang kepribadian seseorang, terutama kepribadian anak korban penyiksaan orang tuanya; (2) Saran bagi Peneliti Selanjutnya, peneliti berikutnya yang melakukan penelitian sejenis, diharapkan dapat menggunakan penelitian ini sebagai dasar atau referensi tambahan disertai pengembangan masalah dari sudut pandang yang berbeda; (3) Saran bagi Lembaga atau Intitusi Pendidikan, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan cerminan dalam menemukan fenomena-fenomena psikologis di masyarakat sebagai tambahan dalam pengajaran menulis sastra dan apresiasi sastra; (4) Saran bagi Penulis Sastra, kepribadian tokoh utama merupakan salah satu aspek menarik dalam novel Pintu Terlarang ini. Sehingga penulis sastra selanjutnya dapat menjadikan hal ini sebagai referensi tambahan untuk menulis karya sastra selanjutnya.