SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Berdasarkan Pengalaman Pribadi dengan Menggunakan Strategi PIGKI (Praktis, Imajinatif, Gampang, Kreatif, Informatif) pada siswa Kelas V SDN Talangsuko 1 Turen

Diani Kusumawati

Abstrak


Menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi merupakan salah satu

kompetensi berbahasa dan bersastra dalam kurikulum 2006 mata pelajaran Bahasa dan

sastra Indonesia. Pembelajaran menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi

menekankan pada proses dan hasil yang dicapai dalam pembelajaran. Proses pembelajaran

yang menarik dan menyenangkan siswa dapat menghasilkan siswa yang kompeten dalam

menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi dengan memperhatikan pemilihan

pengalaman, penentuan judul, dan pengembangan gagasan sebagai dampak kekompetenan

siswa dalam menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi. Untuk dapat mencapai

tujuan tersebut, maka guru harus memilih strategi yang tepat dalam membelajarkan

menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi.

  Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan kemampuan siswa dalam

menulis karangan narasi berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan strategi PIGKI

(Praktis, Imajinatif, Gampang, Kreatif, Informatif) pada siswa Kelas V SDN Talangsuko 1 

Turen. Sejalan dengan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk

mendeskripsikan proses dan hasil peningkatan kemampuan siswa kelas V SDN Talangsuko

I dalam menulis karangan narasi berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan strategi

PIGKI (Praktis, Imajinatif, Gampang, Kreatif, Informatif). Kemampuan siswa dalam

menulis karangan narasi berdasarkan pengalaman pribadi mencakup kemampuan memilih

dan menggali pengalaman, kemampuan menetapkan judul yang selaras dengan isi

karangan, dan kemampuan mengembangkan gagasan dengan menggunakan strategi PIGKI

pada siswa kelas V SDN Talangsuko 1.

  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian

tindakan kelas. Penelitian ini merupakan sebuah tindakan yang dilakukan dua kali tindakan

besar. Tindakan ini dilaksanakan secara berkelanjutan yang dirancang secara berurutan.

Penelitian ini meliputi beberapa tahap, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan

tindakan, (3) pelaksanaan tindakan, (4) pengamatan dan evaluasi, dan (5) refleksi.

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Talangsuko 1 Kecamatan Turen. Sumber data

penelitian ini adalah kata-kata, tindakan siswa dan guru, juga peristiwa pembelajaran

menulis karangan narasi berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan strategi PIGKI

(Praktis, Imajinatif, Gampang, Kreatif, Informatif). Data dalam penelitian diklasifikasikan

menjadi tiga, yaitu data pretes, data tindakan (data proses penelitian, dan data hasil

penelitian). Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Talangsuko 1

berjumlah 23 siswa terdiri atas 15 siswa putra dan 7 siswa putri. Instrumen pengumpul data

utama adalah peneliti dibantu guru sebagai mitra peneliti, sedangkan instrumen penunjang

berupa format catatan lapangan, pedoman pengamatan, dan pedoman wawancara.

  iii  Proses tindakan dilakukan dengan dua kali siklus tindakan.Pada proses tindakan

siklus I, kemampuan siswa pada setiap tahap masih belum optimal. Sebagian besar siswa

merasa kesulitan dalam memilih pengalaman, menentukan judul yang selaras dengan isi

karangan, dan belum adanya unsur imajinasi dalam karangan Kegiatan proses pembelajarn

juga kurang optimal, masih banyak siswa yang ramai dan berguarau dengan teman

sebangku. Dari setiap hasil evaluasi proses selama siklus I, direncanakan tindakan siklus II.

Pada siklus II kegiatan proses pembelajaran cukup optimal, siswa lebih tertib dan tenang

selama proses pembelajaran.

Hasil tindakan menunjukkan bahwa penggunaan strategi PIGKI dapat

meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi

hingga melampaui batas minimum 75%. Hal tersebut membuktikan bahwa setelah

diberikan tindakan, siswa telah kompeten dalam menulis karangan berdasarkan

pengalaman pribadi. Pada tindakan I dan II, kemampuan siswa dalam menulis karangan

narasi berdasarkan pengalaman pribadi menunjukkan peningkatan. Pada tahap memilih dan

menggali pengalaman, siswa sudah bisa meningkat hingga mencapai 100%. Pada aspek ini,

kemampuan awal siswa sudah mencapai 100%, pada tindakan II dilakukan agar pencapaian

nilai merata seluruh siswa. Pada tahap menentukan judul yang selaras dengan isi karangan,

siswa sudah bisa meningkat hingga mencapai 100%. Pada aspek ini, kemampuan awal

siswa juga sudah 95,6%, diberikan tindakan II agar ketercapaian siswa merata setiap siswa.

Pada tahap pengembangan gagasan, siswa mencapai 78,2%. Padahal kemampuan awal

siswa belum mencapai target minimum 75%. Pada aspek ini, peneliti lebih sering

melakukan bimbingan secara individu terhadap setiap siswa. 

Penggunaan strategi PIGKI dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis

karangan narasi berdasarkan pengalaman pribadi. Oleh karena itu, kepada guru, peneliti

lanjutan, dan sekolah disarankan hal-hal berikut. Kepada guru bidang studi Bahasa dan

Sastra Indonesia disarankan untuk (1) untuk menerapkan strategi PIGKI (praktis,

imajinatif, gampang, kreatif, informatif) dalam pembelajaran, (2) memberi motivasi kepada

siswa mengenai pentingnya menulis karangan narasi dalam kehidupan sehari-hari dan

meningkatkan minat menulis siswa agar lebih baik lagi, (3) memberikan contoh secara

langsung kepada siswa yang mengalami kesulitan. Untuk peneliti lanjutan disarankan agar

(1) meneliti tentang peningkatan kemampuan menulis karangan dengan strategi lain agar

kemampuan menulis siswa lebih meningkat, (2) meneliti tentang peningkatan kemampuan

menulis karangan dengan subjek dan lokasi penelitian lain, (3) menggunakan strategi lain

pada keterampilan berbahasa yang lain, seperti membaca, berbicara, dan mendengarkan. 


Teks Penuh: DOC